puisi cinta

        Harapan

Indah pagi ini mengawali perjalan ku

Setitik embun menetes dari dedaunan

Burung berterbangan nan bebas

Keindahannya tampak begitu nyata

       Andai kau berada disini

       Menemani indahnya matahari pagi

       Andai kau berada disisi ku

       Walau sebentar kan ku hargai itu

Dapatkah ku milikimu

Dapatkah ku mendapatkanmu

Walau hanya untuk sebentar saja

       Andai kau milik ku

       Tak akan ku lepas….

 

                        Maaafkan

Masa lalu terngiang diingitan ku

Perasaan bersalah itu datang lagi

Membuat aku menyesal akan kejadian itu

       Maafkan aku,

       Maafkan kesalahan ku

       Aku tak tau semua akan jadi begini

Sungguh…..

Aku tak tau…..

Kau tinggalkan aku dalam keadan yang tak bisa ku terima

Setiap waktu rasa bersalah itu datang lagi

Setiap malam rasa ini menghantui aku

       Oh…tersiksa rasa batin ini

       Ku mohon maafkan lah aku

       Untuk terakhir kalinya……

 

 

                Belenggu

Lepaskan…..

Lepaskan aku….

Ku mohon kau lepaskan

Aku tak tahan lagi

Aku tak mampu lagi

Untuk menahan semua ini

          Aku ingin lepas dari belenggu cinta ini

          Aku tak dapat bicara

          Aku tak dapat tersenyum

          Aku pun tak dapat bergerak

Seakan semua ini telah direncanakan

Disuatu saat nanti aku akan lepas dari belenggu ini

Dan menari-nari bagai

Burung yang menikmati langit biru

 

Misteri cinta

Aku ingin merasakan arti cinta sesungguhnya

Aku ingin merasakan kasih sayang

Tapi kenapa harus ada kesulitan

        Yang harus ku hadapi

        Seakan terbentang luas

        Dihadapan ku

Masalah  ini hampir tak bisa terpecahkan

Tanpa ada jalan

Tanpa ada yang ku ketahui

        Ini sebuah misteri

        Yang aku tak tau asal-usulnya

 

 

Takdir

Aku tak dapat menerimanya

Aku tak mau…..

Namun inilah  takdir cintaku……

Yang  tertulis  dalam  sebuah  kekalan

Yang tak dapat lagi ku ubah

Dapatkah semua ini ku hindari

Tertanya tak bisa

Sesal  ini  merayap  dalam hati

Bagai semua itu berada didepan mata

        Wahai Tuhan tolong ubahlah semua ini

        Jangan kau  siksa aku dengan takdirmu

Ini tak adil  untuk ku

Tak pernah adil  bagik ku

        Maaf , aku tak dapat menerimanya…..

 

Kesadaraan

Kapan semua ini akan berakhir?
hatiku tak dapat membuka pintunya

Aku sudah lelah menanti

Aku tak pernah berharap lebih

       Cuma satu harapan yaitu

       Balaslah cintaku ini

       Dunia ini terasa sempit

       Saat ku lalui, dengan kesendirian cinta

Aku memang orang yang tak sempurna

Orang yang besar keingannya

       Untuk mendapatkan cintamu

       Untuk mendapatkan kasih sayangmu

       Karna inilah sebuah ketulusaan cinta dariku

Namun disaat datang kegembiraan

Aku sadar bahwa

Aku telah sia-sia kan waktu

Aku telah korbankan semua yang ku miliki

       Demi kamu…..

       Demi harapan cintaku padamu…..

Aku sadar ini Cuma harapan yang tak bisa ku raih

 

        Mengalah

Kenapa ini begitu sakit bagiku?

Semua penderitaan sudh sangat lengkap

Kekasihku mencintai orang lain

Orang yang kuncintai

       Tak pernah menghiraukan aku

       Aku memang bukan perempuan baik untukmu

       Tapi mengapa harus selalu aku

Kenapa terus aku yang tersakiti

Kini ku sadar ku bukan miliknya

Kini ku sadar jika aku bukan cinta sejatinya

       Tolong tuhan berikan dia orang yang dapat menyayanginya

Aku ingin kembali memiliki dirinya

Tapi semua sangat tak mungkin

Karena dirinya sudah dimiliki orang lain

 

     Ingatan

Ya tuhan tersiksa sekali hati ini

Ketika ku ingat wajahnya

Ketika ku ingat senyumnya

Aku ingin dirinya bahagia

Walau tak bersama ku

        Apa yang terjadi tak bisa ku lupakan?

            Kenangan itu tak akan terhapus dihati maupun otak ku

            Apa yang kamu berikan padaku

Kasih sayang……

Cinta…..

Kekejaman ….

Semua itu akan ku ingat selalu

            Aku sudah coba untuk melupakan mu

            Melupakan wajahmu…..

            Melupakan kenangan-kenangan indah

Aku dengan mu yang sudah tercipta begitu sempurna

Namun semua itu tak mudah bagiku

Aku tau kamu pasti lupa akan  semua itu 

kumpulan puisi

Normal
0

false
false
false

EN-US
X-NONE
X-NONE

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

PEDIH

Aku  takut akan semua ini

Aku takut akan tangisan ku

Yang tak akan kunjung habis

        Aku takut semua itu akan terjadi

        Terlalu sakit aku rasakan semua ini

        Aku tak tahan lagi

Hatiku sakit

Hatiku remuk

Hatiku hancur

        Apakah kau tau ?

        Apakah kau sadar ?

        Akan semua itu

Memang  semua terasa mudah

Memang  semua terasa gampang

Tapi terasa sulit bagi ku

        Hatiku tergores akan satu luka

        Luka yang tak kunjung sembuh

        Satu  rasa yang terasa saat itu yaitu pedih

        Hatiku pedih karna kau sakiti

Duri pedih itu masih ada dalam hatiku

Tak akan ada yang dapat mengambilnya

Beban itu ku tanggung sendiri

        Senyuman itu bagai jarum

        Tawa itu bagai sembilu

        Dapatkah  aku pergi dari semua ini

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kenapa

Luna coba membuang perasaan gelisah ini. Namun tidak bisa. Hati luna bertanya” ada apa ini kok hati gue gelisah begini”. Seribu pertanyaan berkencambuk dalam hatinya yang membuat Luna tambah gelisah.

Tiba ditempat duduk kesukaan Luna yaitu dekat sahabat ku ternyata tak membuat ku tenang. Rasa khawatir yang tak pernah aku alami ini membuat perhatian sahabat Luna menjadi haren melihat raut wajah Luna yang khwatir seakan ada sesuatu hal yang akan terjadi sekarang.

“ Lun  loe kenapa?”

“ Ngga tau nih gue dari tadi gelisah melulu!”Luna mencoba agar sahabat yang satu ini tidak terlu mengkhwatikan Luna.

“mung…” perkatan Erika terputus karna didepannya sudah berdiri guru matematika. Segera saja alviolin ketua kelas IX b mengetuk meja 2 kali agar semua berdiri dan satu ketukan lagi kami untuk serempak mengatakan “ selamat pagi”

Waktu bergulir dengan cepat. Bel pun berdering dengan kerasnya yang menandakan sudah waktunya untuk istirahat. Semua siswa berhamburan keluar untuk pergi kekantin sekolah. Luna  juga ikut keluar bersama Erika tapi tujuan mereka berdua bukan kekantin namun tujuan luna yang sebenarnya yaitu taman belakang sekolah.

Kegelisahan itu hilang ketika Luna sampai didekat pohon bering yang rindang. Sampai-sampai Erika sabahat Luna pergi ketempat lain. Luna tak merasa kalau Erika membiarkan Luna sendiri untuk melepaskan kegelisahan  Luna. Semilir angin membuat Luna tambah hanyut dalam suasana sehingga tak terasa bel masuk pun berdering sangat keras. Luna seketika kaget dan mencari keberadaan Erika namun yang Luna temukan hanyalah bekas duduknya Erika.

Terpaksa Luna kekelas sendirian saja. Setelah Luna sampai didepan kelas ternyata Erika yang Luna cari-cari dari tadi sudah terlebih dahulu sampai ditempat duduk. Luna kesal karna Erika ninggali Luna sendirian dipohon tadi.

“Ka, kenapa loe ninggalin gue?” pertanyaan itu yang terlontar dari mulut Luna.

“ loe sih asyik sendirian aja!” kata membela karna tidak mau disalahi

“ masa?” kataku tak percaya

“iya” kata erika menyakinkan.

“ kalo gitu sih gue minta maaf”

Ternyata pelajaran selanjutnya guru yang mengajar tak hadir. Kalo guru tak hadir kelas Luna berantakan seperti kapal pecah, anak laki-laki keluar, anak perempuan merumpi, dan kalo Luna dengan erika cuma baca buku novel karna luna termasuk siswa teladan disekolah jadi Luna harus menjadi contoh bagi murid yang lain.

Semuanya sulit diatur karena mereka tak dapat lagi dengar larangan dari ketua kelas. Ketika sedang asyik dengan novel, Luna tak sengaja mendengar gosip tentang Ruben dari teman sekelas Luna. Konsentrasi Luna buyar karena mendengar nama orang yang Luna sukai digosipi. Pelan tapi pasti Luna mendengarkan apa saja yang mereka kata kan tentang Ruben.

“ kalian semua udah tau ngga berita paling hot nih disekolahan kita.”

“ berita apa ”

Luna pasang telinga lebar- lebar agar Luna dapat mendengar dengan baik.

“ itu loh Ruben udah pacaran dengan Rini”

Bagai petir disiang bolong yang mengagetkan Luna saat itu. “ Ruben pacaran dengan Rini” Luna ulangi kata itu karna Luna merasa yakin penderan Luna pasti salah. Ternyata yang Luna dengar tak salah sekali pun. Tak terasa sebulir air bening mengalir dipipi Luna dan tanpa terasa Luna berdiri dan berlari mengelusuri koridor sekolah yang tujuan Luna saat itu entah kemana. Air mata Luna tak henti-hentinya mengalir karna air mata Luna awal dari luka yang pedih Luna rasakan saat itu. Luna tak mempedulikan lagi panggilan Erika di depan kelas. Hati Luna bertanya “ kenapa ben?, kenapa loe pilih dia bukan gue. Loe ngga tau perasaan gue seperti apa?”

Lari dan terus berlari itu lah yang hanya dilakukan Luna saat ini. Akhirnya Luna sampai tengah jalan tol. Luna tak tau lagi apa yang harus dia lakukan. Dia tau cinta tak bisa dipaksakan tapi Luna tak terima dengan keadan ini.

Mobil sedan mentalik yang mengklaksonnya tak ditinggapi Luna.” BRUKKKK”  Erika yang melihat kejadian itu segera saja menghampiri dan memeluk sahabatnya iru dengan erat. Air mata mengalir dipipi karna melihat sahabatnya yang sedang tak berdaya karna ditabrak. Nafas yang terasa lambat semakin membuat Erika khwatir. Disela maut hendak mengerang Luna, Ruben datang dengan rasa khwatir karena melihat keadaan temannya yang sedang terbujur tak berdaya sementara darah terus mengalir keluar. Akhirnya nafas terakhir diembuskan setelah kedatangan Ruben. Semua mata menagis haru karna melihat kecelakan yang terjadi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Cinta

Tak satu aku tau tentang perasaan

Tak pernah ku tau bahwa semua akan terjadi

Tak pernah ku sadari kalau jadinya begini

       Terombang-ambing oleh ombak laut

       Terbang bagai elang

       Pergi entah kemana

Kata itu sangat mudah terucap

Namun sangat sulit ku lupakan

Bagaimana semua ini dapat ku alami

Bagaimana mungkin??

Ini kah yang dibilang cinta

Ini kah yang dibilang jatuh cinta

       Oh…. indanya cinta

       Bagai bunga yang tumbuh dengan mekarnya

      

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sakit hati

Hatiku teriris oleh sebilah belati

Benda ini sangat tajam

Benda ini menusuk kerelung hatiku

Sakit rasanya

       Apa luka ini dapat terobati?

       Apa rasa ini dapat ini hilang?

       Apa semua itu dapat sembuh dengan cepat?

Rasanya sangat sakit

Sakit sekali

Hati ku meronta

Namun apa daya, aku tak bisa

Tak bisa terhindar dari rasa ini

       Kenapa kau tega

       Kau sakiti aku dengan apa yang sudah kau lakukan

       Berjuta pertanyaan dalam benak ku

Dapatkah ku bertahan

Dapatkah ku sabar

Akan semua itu

       Tolong jangan lagi kau lakukan ini…….