Sunday, December 23, 2007
The Care and Keeping of You..:-)

Jalan-jalan ke toko buku, tiba-tiba nemuin buku ini. Kalo menurut saya isinya bagus buat si neng kalo udah agak besaran ato pas dia memasuki masa pubertas. Soalnya, ketika kita menjelaskan masa pubertas sama anak kita, pasti cara menjelaskannya akan bertahap sesuai umur. Dimulai dari kenapa tubuh si anak berubah, apa nanti hal-hal yang akan dirasakan, bagaimana perasaan-perasaan yang biasanya muncul seiring perubahan2 hormon, apa yang harus dilakukan, baru ke hal yang lebih kompleks.
Nah buku ini bisa dijadikan awal untuk menjelaskan masa2 pubertas. Sebenernya kalo liat dari tujuan bukunya dan isinya yang simpel dengan gambar2 yang cukup jelas dan menarik, tujuan dari buku ini adalah untuk memberikan penjelasan bagi para teenagers seputar pertumbuhan yang pada saat itu dirasakan sangat cepat. Biasanya pada saat itu, para remaja merasa kurang nyaman untuk membicarakannya/bertanya kepada orangtuanya. Ceritanya, buku ini bisa membantu mereka untuk mengetahui apa yang terjadi, dan apa yang harus dilakukan pada saat2 tsb kalo mereka enggan membicarakannya dengan orang dewasa/ortu.

Tapi kalo menurut saya, sebetulnya hal itu bisa dibalik. Orang tua bisa menjadikan buku ini sebagai petunjuk untuk membimbing si anak ketika memasuki masa2 itu. Agar lebih menarik, buku ini bisa sama2 dibaca, gambarnya bisa sama2 diliat n dibahas. Soalnya ada beberapa hal yang memang agak sedikit berbeda budaya dengan budaya kita. Misalnya seperti penggunaan tampon yang masih agak kurang umum, walopun ga sedikit juga yang udah memakainya. Jadi kalo anak didampingi ketika membaca buku ini, kita bisa membimbing n memberikan penjelasan disaat anak kita ga 'ngeh' apa yang dimaksud dengan buku itu.
Mau tau sedikit isi dari buku ini? Buku ini membahas dari 'head to toe'. Maksudnya??? Dimulai dari penjelasan secara umum tentang pubertas, perubahan2 yang dialami, bagaimana merawat rambut, telinga, mata, mulut, gigi, bagaimana kalo kita mengalami 'bad breath', muka, bagaimana kalo kita berjerawat, pentingnya merawat tangan dan kuku, breasts and bra. Dari mulai bagaimana memilih bra, kenapa ukuran payudara seseorang dengan orang lain bisa berbeda, pentingnya nutritions, pms dan bagaimana mengatasinya, pentingnya olahraga, eating disorders secara anak abg saat ini emang hobi berlangsing ria, padahal yang paling penting adalah memperhatikan asupan gizi dan vitamin yang cukup, n masih banyak lagi. Disitu juga dibahas mengenai perbedaan shapes and sizes antara seseorang dengan orang lain yang kadang2 membuat anak menjadi minder. Termasuk 'ga fair' untuk membandingkan tubuh kita dengan tubuh orang lain. Ini sedikit bahasannya :
" You dont need to measure yourself against anyone at all, including friends or other girls at school. You're you-a one-of-kind original--and you're beatiful in your own unique way."
Suatu bahasan menarik untuk membantu pembentukan konsep diri yang positif:P......
Wednesday, December 19, 2007
Price Adjustments
Ini istilah yang udah lama saya tau, tapi baru saya praktekin kemaren banget. Kalo ga salah saya dulu pernah cerita ttg berbagai aturan main belanja disini, diantaranya refund/return, exchange sama lay away. Nah sekarang giliran price adjusments yang coba saya praktekin.
Dulu temen saya ngasih tau, kalo kita beli suatu barang, terus ga berapa lama kemudian barang itu sale/diskon, maka kita berhak untuk dapet uang kelebihan yang kita bayar. Biasanya sih ada jaraknya, misalnya kalo harga barang itu turun maksimal 14 ato 30 hari dari semenjak kita beli.
Minggu kemarin, kita membeli suatu barang yang emang kita perlu banget. Kebetulan barangnya udah sale. Jadi ya udah, hari itu kita beli. Eh tiba2 beberapa hari kemudian, saya dapetin di mail box saya kalo saya dapet additional kupons sebesar 30% untuk semua barang2 yang dijual di toko tersebut. Tring..tring....wah apakah ini bisa dijadikan price adjusment ya, ato minimal saya return barangnya n saya beli kembali. Kebetulan beberapa barang belom dipake, biarinlah yang udah dipake kalo emang ga bisa diadjust. (ogi tea ibu-ibu:P)
Malemnya kita langsung ke toko tsb ke bag. customer servicenya. Trus saya bilang kalo minggu kemaren bla bla bla, trus beberapa barang udah dipake. Jadi saya tanya apakah barang2 itu bisa diadjust harganya ato direturn (yang rencananya akan saya beli kembali malem itu), minimal barang yang belom saya pake. Eh, ternyata prosedurnya ga lama. Jadi kita hanya perlu ngeliatin receipt pembelian kita. Istilahnya menurut dia, "Ok, ceritanya kamu return barang2 yang udah kamu beli, trus kamu beli kembali malem ini plus dapet additional diskon 30% dari kupon kamu". Wah............. senengnya, ternyata malah beberapa barang, memang udah turun duluan, sebelum ditambah 30% diskon. Mana jadinya semua barang lagi yang di add diskon itu. Rejeki bangettttttttttttttttttttttttttt:P.
Anyway, satu pengalaman di bidang perbelanjaan di sini, bertambah hari ini:-)
Ini saya coba copy paste, aturan main price adjustments di salah satu toko. Mungkin aturan ini bisa berbeda di toko2 yang lain.
What are price adjustments?
Basically, a price adjustment is a refund! In certain cases, we'll give you money back if you bought an item, only to discover it was on sale later.
If your situation meets all these criteria, you could be eligible for a price adjustment:
You bought the item on sale or at regular price.
Within two weeks (14 days) of the purchase date, the price of the item was further reduced from the final price you paid.
You have the original, dated sales receipt.
The item is not a Clearance markdown.
Tuesday, December 18, 2007
Terussss...........
Ttg, Show and Tell, Ya sudah, besoknya saya anterin ke sekolah. Saya bilang, do your best, cerita sebanyak2nya yang dia mau ceritain. Oh iya, saya juga bawain dia foto2 yang difoto dari Indonesia. Saya juga bawain dia sticker untuk dibagiin ke temen2nya sebagai apresiasi temen2nya udah mau dengerin cerita dia.
Pulangnya, muka saya yang jadi penasaran banget. Pas buka pintu kelasnya, gurnya ngucapin terimakasih, dia bilang 'we have a good time today....". Terus saya tanya, apa Tiara mau cerita? Teachernya bilang sih mau, dia cerita banyak kok. Terus temen2nya juga seneng dibagi popcorn, fave foodnya Tiara.
Bunda banget tea, masih aja anaknya ditanyain. "Neng, cerita dong tadi disekolah, cerita apa sama temen2". Dia bilang, "kenapa atuh ga dateng, tadi duduk di sekolah sama temen2". Huehueheuheuheue, ya kan Bunda ga boleh ikut di kelas.....
Akhirnya Dia mau cerita, tapi ada syaratnya. Syaratnya, settingnya harus persis di sekolahan. Saya jadi temen2 duduk dibawah (ngampar pake selimut, gantinya karpet), sebelah saya ngejejer boneka dora, spongebob sebagai penonton juga, terus dia duduk di kursi. Taraaa........ kayanya cara ini bisa saya pake untuk ngelatih dia cerita kedepannya. Saya n boneka2 jadi murid/temen2. Dia yang cerita.
Dan dikeluarinlah barang2 dari bagnya terus dia cerita, termasuk cerita kalo foto2 itu dia ambil di Indonesia. Heuheuheueheu, alhamdulillah........lumayanlah ceritanya untuk pengalaman pertama. Singkat, padat, jelas:P. (Oh iya ngomong ngomong ttg Indonesia, suatu saat dia pernah bilang sama saya, kalo menurut dia Bandung itu adalah Indonesia, tapi kalo tasik bukan Indonesia, dia bilang Tasik ya Tasik).
Setelah hari itu, kayanya dia mulai suka dengan show and tell. Dia bilang, temen2nya bilang foto2nya, koleksinya, gambar2 yang dia buat, semua nice. Cuma mereka nanya kenapa dia ga bawa pet. Jadi keukeuh dia pengen bawa cat, suatu saat. Saya bilang kan kita ga punya pet, keukeuh lagi dia bilang, biarinlah bunda, cat mainan aja, yang penting cat...... Trus dia bilang nanti, kalo show and tell lagi, dia mau bawa ini, ini, ini, ini, itu, itu, itu. Mangga we atuh neng, sagala nu aya dibumi candak:-).
Thursday, December 13, 2007
Personality of The Week

Hari ini pulang sekolah, tiba2 Tiara dibekelin paper bag buesaaaaaaaaar banget plus ada surat di depannya. Terus teachernya menjelaskan sama saya secara singkat maksud kenapa Tiara dibekelin paper bag tsb. N ga lupa dia ngasih tau Tiara untuk siap2....katanya "Tiara...tomorrow is your turn......". Isi suratnya;

Personality of The Week Letter

Dear Parent (s)


Your child has been chosen to be "The Personality of the Week" for our class. Please help your child with his/her favorite or special things for "Show and Tell". Examples might be pictures, hobbies, collections, favorite toys, etc.
Please send these items tomorrow, Friday. The items will be sent back home Friday in a sack. Optional: If you would like, send your child's favorite treat to share with the class. We have 18 children in the class.
Thank You,

Sincerelly,

Pre-K 3 Staff
Saya udah sering baca ttg Show and tell ini. Jadi Show and tell ini biasa digunakan guru2 di kelas untuk melatih anak-anak/murid berbicara di depan orang lain/ "Public Speaking". Biasanya mereka disuruh membawa barang2 tertentu mau foto, mainan favorite dsb. Nanti anak2 itu akan disuruh bercerita ttg barang2 yang dia bawa.


Kalo versi wikipedia :

Show and tell is the process of showing an audience something and telling them about it, usually done in a classroom or any large, open area such as a theatre. It is usually an elementary school technique for teaching young children the skills of public speaking. Usually, a child will bring an item from home. They will explain to the class why they chose this item, where they got it, and other relevant information
Jadi, hari ini saya ikut sibuk ngebantu Tiara buat milihin barang2 yang akan dia bawa. Favorite toysnya boneka barbie sama sleeping beauty. Buku favoritenya Cinderella. Buku yang biasa dia isi dengan coretan coretan gambarnya berkaitan dengan hobinya ngegambar dan mewarnai (tapi kalo gambar bunda dengan segala belanjaannya jelas ga dibawa dong:P), Popcorn sebagai makanan favoritenya, plus saya bawakan 18 small bag microwave popcorn untuk dibagiin ke temen2nya buat dibawa pulang. Sama teddy bear2 kecil bertuliskan kota2/negara bagian yang pernah dikunjunginya sebagai koleksinya
Kenapa saya ikut interest dan nyuruh dia bawa barang sebanyak2nya sesuai dengan yang dia mau??? Secara gurunya bilang waktu parents-teacher conference, kalo Tiara masih harus dilatih urusan bicara didepan temen2nya, buat aktif menjawab sst, ato menerangkan sst. Jadi kalo menurut saya ini salah satu media yang tepat. Mudah2an dengan membawa barang yang bervariatif, dia akan termotivasi untuk bercerita panjang lebar di depan temen2nya.
Sebagai prolog (da bundanya penasaran dot com), tadi saya pancing dia besok akan cerita apa dengan barang2 yang dia bawa. Ya lumayan, dia cerita sedikit2, termasuk isi cerita si cinderella yang sepatunya ilang. Sengaja ga saya terintervensi, biar besok kalo dia cerita, itu murni cerita dia. N kalo besok dia bicaranya sedikit pun ga apa2, namanya juga ajang latihan.
Moms and Dads, i think this is a good idea. Ga musti show and tell di sekolah. Di rumah juga kita bisa ngajak anak main show and tell bareng dengan temen2 sebayanya/anak2 tetangga ato cuma di depan kita kalo ga memungkinkan ada orang lain. Lumayan, untuk memancing keberaniannya berbicara, meningkatkan imajinasinya, menambahh perbendaharaan katanya dan yang pasti itu juga bisa melatih si anak untuk mengekspresikan diri dan perasaan-perasaannya. Misalnya dengan kita tanya, gimana perasaan dia kalo main dengan barang2 favoritenya dsb dsb.
Monday, December 10, 2007
Menghitung 'fun'

Yang dimaksud dengan judul diatas bukan metoda untuk belajar berhitung/math. Saya menyebutnya begitu, karena saya 'pada akhirnya' menerapkan metode ini dalam kehidupan sehari2 yang berkaitan dengan mengkonsistensikan penerapan aturan, terutama di rumah maupun untuk mengajarkan ttg waktu. Caranya, ya dengan berhitung/dihitung.
Sebetulnya udah lama saya baca cara berhitung ini dari beberapa majalah/buku. Tapi baru saya terapkan ketika akhirnya saya 'merasa perlu':-). Awalnya, udah beberapa kali saya ngeliat si neng mulai kendor urusan 'beberes kembali' barang2 yang udah dia mainkan. Perjanjiannya, setiap kali dia selesai bermain, dia bertanggung jawab untuk membereskan kembali, memasukkan ke dalam 'ziplock'/plastic bag, sesuai dengan klasifikasinya. Tentunya biar memudahkan dia bermain kembali, biar ga gampang hilang, dan tentu saja kamarnya ga jadi pabalatakssss. Tugas saya cuma mengecek kembali apakah setiap barang udah kembali ke tempatnya.
Namanya anak-anak, mula2 berhasil, tapi lama2 mulailah keluar alesan capelah abis main, nanti diberesinnya setelah istirahat dulu, dsb dsb dan akhirnya ujung2nya saya yang beres-beres. Sehari dua hari masih toleran, kalo setiap saat saya yang mesti beres2 setelah dia main.....wah...ada yang salah nih...:-). Saya pikir saya harus konsisten.
Nah dimulailah dikenalkan metode menghitung fun. Caranya, dia dimotivasi untuk membereskan mainannya dalam hitungan tertentu. Tapi ga segampang itu lo nerapinnya, karena kalo lagi males, anak dikasih waktu begitu malah tambah mogok. Jadi kalo saya caranya, pake sistem negosiasi, awalnya saya mau bantu dia untuk beres2, terus saya challenge dia untuk beres2 dalam hitungan 15. Siapa yang lebih cepat beresinnya, dengan rapi n ke tempatnya masing2, itu adalah 'the winner'.
Tanpa saya duga, ternyata responnya bagus banget. Dari males2an dia jadi semangat karena pengen ngalahin Bunda:-). Saya pun, harus memperlihatkan kalo saya sepenuh hati ikut kompetisi itu dan membuatnya seolah jadi fun. Misalnya dengan kasih komentar, "Wah Tiara cepet amat beres2nya, Bunda harus lebih cepet nih". Dia pun ketawa2 senang, apalagi ketika akhirnya dia jadi 'the winner'. Besoknya, waktu menghitung mulai dikurangi, misalnya dari 15 jadi 12.
Lama kelamaan, tanpa dia sadari, kalo saya dah ga bantu dia beres2 lagi karena kayanya dia dah mulai fun sama metoda ini. Kalo dia yang ngerjain sendiri, biasanya saya kasih pilihan dia mau membereskan mainannya sampe hitungan berapa. Lalu dia menyebutkan satu angka, misalnya 11. Dan saya liat, dia selalu berusaha untuk menyelesaikannya dalam hitungan dibawah itu alias tertantang dengan sendirinya:-). Kalo dia lagi bete n mulai males2an lagi, saya baru ikut melibatkan diri dalam hitung menghitung ini biar dia ada temen saingannnya:P.
Setelah berhasil yang satu ini, saya terapkan metoda itu untuk hal lain, misalnya ketika pagi2 dia mau sekolah 'hararese' urusan makan, mandi n siap-siap. Masalahnya, dia memang belom fasih betul urusan membaca jam dan pengertian ttg waktunya masih sangat terbatas. Dia masih kurang 'ngeh' apa itu kesiangan ato kapan saat dikatakan kesiangan.
Tapi memang untuk yang satu ini, kita harus menerapkan ekstra hati2 dalam kecepatan menghitungnya antara 1, 2, 3 dst. Bukan apa2, untuk urusan makan dan mandi kalo terburu2 bisa tersedak ato terpeleset dan kita pun harus ada di depan dia. Jangan menghitung sambil kita nya mengerjakan sst yang lain. Sehingga saya bisa terus mengingatkan Tiara kalo dia udah mulai 'terburu' makannya biar ga tersedak. Begitu pula dengan mandi. Saya tetep ada disampingnya, sambil memastikan mandinya bersih, plus ga buru2 sehingga bisa kepeleset. Jadi jarak menghitung 1, 2 dan 3 nya harus betul2 disesuaikan dengan kondisi. Yang penting dia bisa jadi lebih 'ngeh' ttg waktu.
Memang susah susah gampang nerapin sst hal yang baru. Kalo buat saya, yang penting caranya harus dibuat fun. Karena kalo ngga, yang terjadi malah sebaliknya. Proses hitung menghitung ini malah bakal membuat anak jadi stress dan tujuan kita pun ga tercapai. Waktu makan ato mandi jadi stress karena hitungan. Berbeda kalo kita terus cari cara biar si acara hitung menghitung ini fun, biasanya dia mulai nagih untuk dihitung. Komentarnya "kok sekarang makannya ga dihitung Bunda?", padahal tanpa dia sadari tanpa dihitung pun karena udah mulai terbiasa, makannya, mandinya sedikit2 udah mulai sesuai dengan waktu, begitu juga dengan urusan beres2 mainan ato hal lain yang coba saya terapkan dengan sistem ini. Ga perlu pake acara menghitung, dengan sendirinya mainan dia bereskan kembali. Kalo udah mulai kendor, mulai lagi si konsistensi ini dijalankan melalui menghitung 'fun'.
Monday, December 03, 2007

Myspace Code Generator
Sunday, December 02, 2007
Tiara's first Al-Qur'an
Minggu malem, 2 Desember 2007
Dear Tiara...
Alhamdulillah, akhirnya sabtu kemaren Tiara pass iqra 6. Awalnya belajar iqra yang ga saya targetin ini, bener2 cuma ngikutin flow n aturan sekolah. Satu hari satu halaman. Lagian emang bener sih, beberapa hari aja dia ga ngerjain pr-nya dia lupa pelajaran yang kemaren2nya. Akhirnya... selesei juga buku Iqra-nya. Ternyata kalo diajarin terus terusan, sedikit demi sedikit, ga kerasa tiba-tiba selesei n bisa. Ga perlu nunggu sampe dia umurnya rada gedean.
Kayanya dia hepi banget, waktu gurunya bilang dia pass, n dipinjemin first Al-Qur'an buat dia. Keliatan dari mukanya yang agak tersipu2 gitu plus Al-Qur'annya terus aja dia liatin dengan muka takjub tea. Maklum..dia selalu nanya, kapan dia bisa baca di Al-Qur'an yang betulan.
Akhirnya, sekarang Qur'an kiriman nenek yang segede gambreng itu bisa mulai dibaca (Ukuran buesar, biar gampang dibaca, tulisannya besar2:-)).Bunda ikut seneng honey.... Tambah rajin ya ngaji tiap harinya. Sekarang pr nya satu 'ain, satu hari lo...:P.
Love,

Bunda