Saya memerlukan breadboard untuk experimen selanjutnya. Sayangnya 2 breadboard saya terpakai oleh Jambredbrod. Saya terpaksa menggusur semua komponen jambredbrod dari breadboard. Karena merasa sayang, saya membuat jambredbrod menjadi rangkaian permanen. Saya pun memindahkan komponen-komponen jambredbrod ke PCB generik.

Memindahkan ke PCB lubang-lubang ini bukan hal yang mudah. Kita harus membuat jalur-jalur antar komponen secara manual. Saya membuat jalur-jalur ini dengan kaki-kaki komponen itu sendiri yang dibengkokkan, sisa-sisa potongan kaki-kaki komponen, dan kabel. Terus terang, saya lebih suka mendesain PCB dengan Fritzing dan kemudian meng-etching PCB. Cara ini sudah terbukti rapi dan anti kusut. Tapi berhubung saya mau menggusur dengan cepat, maka saya langsung mengerjakannya di PCB lubang.
Singkat kata, Jambredbrod berganti nama menjadi Jam 7 alias jam digital menggunakan 7-segment. Karena saya ingin membuat Jam 7 ini permanen, saya menggunakan embedded Arduino dengan ATmega328 (silakan baca konsepnya di: Arduino to breadboard). Untuk wiring konsepnya sama dengan Jambredbrod tapi ada penyesuaian pin. Penyesuaian ini berakibat penyesuaian code juga.

Supaya bisa tahan lama dan anti-korslet, saya pun mencari ide untuk casing yang bisa melindungi Jam 7. Tengok sana, tengok sini, nemu casing jadul. PCB Jam 7 kebesaran dikit banget di casing ini. Perlu diperkecil supaya bisa masuk casing dengan baik.

Saya malas menggergaji PCB untuk memperkecilnya supaya bisa masuk casing. Jadi saya mencari alternatif lain. Ada beberapa alternatif yang bisa dipakai. Tapi saya memilih casing bekas CD. Jadi walau pun jamnya digital, tapi bentuknya bundar seperti jam analog/jarum biasa, hehehe… keren juga. Di bawah ini adalah fotonya dengan casing CD.

Jadilah Jam 7 ini sebuah jam yang anti biasa. Selain dibuat sendiri, bentuknya juga unik dengan penggunaan barang-barang yang tersedia di sekitar. Anda bisa membuatnya sendiri kok!
