Bismillaah ar-Rahmaan ar-Rahiim
Bukan rahasia lagi apabila orang-orang dari sekte Wahhabiyyah gemar mencaci-maki dan menghina orang-orang yang tidak sepaham dengan mereka. Pada artikel kali ini akan kami sajikan sebuah fakta, dimana salah seorang ulama’nya kaum Wahhabiyyah melakukan penghinaan terhadap seorang ulama ahlussunnah wal jama’ah yaitu al-Imaam as-Suyuthi rahimahullaah.
al-Albani merendahkan al-Imam as-Suyuthi rahimahullaah dengan sebuah kalimat “يجعجع” (Yuja’ji’u). Di dalam kamus al-Munawir, disebutkan bahwa arti Yuja’ji’u adalah suara unta yang sedang berkumpul.
Mari kita lihat fakta ini di dalam buku karya al-Albani yang berjudul as-Silsilat adh-Dha’ifah jilid 4 halaman 189 (kitab ini dapat didownload di perpustakaan digital milik wahhabi http://waqfeya.net/book.php?bid=505), dan setelah anda download yang jilid 4 silakan buka halaman 189, disitu akan tertera kalimat seperti berikut (perhatikan yang bergaris merah): Baca lebih lanjut


Firman Allah Ta’aala:
Dalam acara diklat internalisasi ASWAJA di Pondok Pesantren Sunan Pandanaran, Sleman Yogyakarta, tanggal 23 Juli 2011, seorang peserta diklat mengajukan pertanyaan tentang hukum selamatan kematian seperti tujuh hari dan seterusnya menurut madzhab Syafi’i. Penanya tersebut menyerahkan selebaran foto copy yang dibagi-bagikan secara gratis ke rumah warga oleh kaum Wahabi di Sleman. Selebaran tersebut berjudul Imam Syafie Mengharamkan Kenduri Arwah, Tahlilan, Yasinan dan Selamatan.
Pada suatu pagi, saya duduk duduk I’tikaf lurus depan ka’bah. Tepatnya sebelah lokasi sumur zamzam dulu.
Banyak kalangan dari salafy wahaby yang merasa gerah atas penisbatan golongan (wahabi) mereka dengan Muhammad bin Abdul Wahhab, dan dikarenakan image yang miring tentang sekte ini, mereka sering bergonta-ganti nama, yang terakhir ini mereka menggunakan nama salafy. Namun, meskipun mereka berganti-ganti nama, namun tetaplah esensinya sama, yaitu sebagai pengikut doktrin Syech Muhammad bin Abdul Wahhab. Dan tidak sedikit pula dari kalangan mereka yang berusaha untuk mencoba membelokkan fakta penisbatan wahhabi ini kepada tokoh lain yaitu Abdul Wahhab bin Abdurrahman bin Rustum seorang tokoh khawarij dari abad 2 H.