kubiar kalam berbicara…

Archive for March, 2009

Al-Israf

Al-Israf
– Dr Said Mohammad Noh

Bermaksud:

§ berlebihan dalam berbelanja mengikut syarak

Factor penyebab

§ Datang dari keluarga yang kaya/ senang

§ Datang kesenangan setelah lama hidup dalam susah/ miskin

§ Berkawan dengan mereka yg suka berboros (more…)

Belajarlah dari Hud-Hud

Kaum muslimin sekarang memerlukan orang yang dapat mengembalikan kepercayaan diri dan kebanggaan atas masa silam dan harapan kepada masa depannya. Kaum muslimin juga memerlukan orang yang dapat mengembalikan keimanan terhadap agama ini, agama yang mereka pikul namanya tetapi tidak mengenali hakikatnya. Agama yang lebih banyak di anuti melalui garis keturunan daripada kefahaman tentang agama ini sendiri.

Namun kerap kali yang kedengaran (more…)

Besar vs Kecil

Banyak orang bersedih hanya kerana hal-hal kecil yang tak berarti. Perhatikanlah orang-orang munafik; betapa rendahnya semangat dan tekad mereka. Berikut ini adalah perkataan-perkataan mereka:

Janganlah kamu sekalian berangkat (pergi berperang) di dalam panas terik ini. (QS. At-Taubah: 81)

Berilah kami izin (tidak pergi berperang) dan janganlah menjadikan saya
terjerumus ke dalam fitnah. (QS. At-Taubah: 49) (more…)

Jangan Mengharap “Terima Kasih” dari Seseorang

Allah menciptakan para setiap hamba agar selalu mengingat-Nya, dan Dia menganugerahkan rezeki kepada setiap makhluk ciptaan-Nya agar mereka bersyukur kepada-Nya. Namun, mereka justeru banyak yang menyembah dan bersyukur kepada selain Dia. Tabiat untuk mengingkari, membangkang, dan meremehkan suatu kenikmatan adalah penyakit yang umum menimpa jiwa manusia. Kerana itu, kita tak perlu hairan dan resah bila mendapati mereka mengingkari kebaikan yang pernah kita berikan, mencampakkan budi baik yang telah kita tunjukkan. Lupakan saja bakti yang telah kita persembahkan.

Bahkan, tak usah resah bila mereka sampai memusuhi kita dengan sangat keji dan membenci kita sampai mendarah daging, sebab semua itu mereka lakukan adalah justeru karena kita telah berbuat baik kepada mereka.

Dan, mereka tidak mencela (Allah dan Rasul-Nya) kecuali kerana Allah dan Rasul-Nya telah melimpahkan kurnia-Nya kepada mereka. (QS. At-Taubah: 74)

Cuba kita buka kembali catatan dunia tentang perjalanan hidup ini! Dalam salah satu babnya diceritakan: syahdan, seorang ayah telah memelihara anaknya dengan baik. Dia memberinya makan, pakaian dan minum, mendidikanya hingga menjadi orang pandai, rela tidak tidur demi anaknya, rela untuk tidak makan asal anaknya kenyang, dan bahkan, mahu bersusah payah agar anaknya bahagia. Namun apa balasan, ketika sudah berkumis lebat dan kuat tulang-tulangnya, anak itu bagaikan anjing galak yang selalu menggonggong kepada orang tuanya. Dia tak hanya berani menghina, tetapi juga melecehkan, acuh tak acuh, congkak, dan durhaka terhadap orang tuanya. Dan semua itu, ia tunjukkan dengan perkataan dan juga tindakan.

Kerana itu, siapa saja yang kebaikannya diabaikan dan dilecehkan oleh orang-orang yang menyalahi fitrahnya, sudah sayugianya menghadapi semua itu dengan kepala dingin. Dan, ketenangan seperti itu akan mendatangkan balasan pahala dari Dzat Yang perbendaharaan-Nya tidak pernah habis. Ajakan ini bukan untuk menyuruh kita meninggalkan kebaikan yang telah kita lakukan selama ini, atau agar kita sama sekali tidak berbuat baik kepada orang lain. Ajakan ini hanya ingin agar kita tak goyah dan terpengaruh sedikitpun oleh kekejian dan pengingkaran mereka atas semua kebaikan yang telah kita perbuat. Dan janganlah kita pernah bersedih dengan apa saja yang mereka perbuat.

Berbuatlah kebaikan hanya demi Allah semata, maka kita akan menguasai keadaan, tak akan pernah terusik oleh kebencian mereka, dan tidak pernah merasa terancam oleh perlakuan keji mereka. Kita harus bersyukur kepada Allah kerana dapat berbuat baik ketika orang-orang di sekitar kita berbuat jahat. Dan, ketahuilah bahwa tangan di atas itu lebih baik dari tangan yang di bawah.

Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allah. Kami tidak mengharapkan balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih. (QS. Al-Insan: 9)

Masih banyak orang berakal yang sering hilang kendali dan menjadi kacau fikirannya saat menghadapi kritikan atau cercaan pedas dari orang-orang sekitarnya. Terkesan, mereka seolah-olah belum pernah mendengar wahyu Ilahi yang menjelaskan dengan jelas tentang perilaku golongan manusia yang selalu mengingkari Allah. Dalam wahyu itu dikatakan:

Tetapi setelah Kami hilangkan bahaya itu daripadanya, dia (kembali) melalui (jalannya yang sesat), seolah-olah dia tidak pernah berdoa kepada Kami untuk (menghilangkan) bahaya yang telah menimpanya. Begitulah orang-orang yang melampaui batas itu memandang baik apa yang selalu mereka kerjakan. (QS. Yunus: 12)

Kita tak perlu terkejut manakala menghadiahkan sebatang pena kepada orang bebal, lalu ia memakai pena itu untuk menulis cemuhan kepada kita. Dan kita tak usah kaget, bila orang yang kita beri tongkat untuk membantunya berjalan justeru memukulkan tongkat itu ke kepala kita. Itu semua adalah watak dasar manusia yang selalu mengingkari dan tak pernah bersyukur kepada Penciptanya sendiri Yang Maha Agung nan Mulia. Begitulah, kepada Tuhannya saja mereka berani membangkang dan mengingkari, maka apalagi kepada kita.

Kita Tanggung Bersama

Sudah lama blog ini sepi dari artikel2 untuk tatapan umum. Mungkin kelemahan diri yang masih belum cukup mantap menguruskan masa menyebabkan hal ini terjadi. Tetapi biasa sahaja bagi saya apabila ada sesuatu yang luar biasa berlaku dalam diri, maka ia nya ‘booster’ untuk mencari waktu bagi mengisi blog ini. Sepetang yang lalu ketika berada di dalam kereta untuk ke tempat riadah, lagu Di Hati nyanyian Dehearty berkumandang. Apabila di hayati setiap bait lirik nya, ia memberi saya satu detik untuk bermuhasabah selepas mengharungi satu jalan hidup yang panjang (bukan tidak pernah dengar lagu ini atau muhasabah diri sebelum ini). Satu peristiwa atau lebih tepat dialog antara seorang sahabat dengan saya sehari sebelum nya seolah begitu tepat dengan bait2 lirik lagu ini. Hanya satu pesan saya kepada sahabat tadi, ayuh kita tanggung bersama apa jua tanggungjawab/beban yang ada. Tidak mahu di coret panjang cukuplah lagu ini buat tatapandan beberapa ayat Quran. Hayatilah dan fikirkanlah.

Di hati bersama mengembara
Tika masanya tika saatnya ku terasa
Meredah lautan kasih sinar iman yang teguh
Redup menyinar hati sanubariku

Kutabahkan hatiku dibuang berkelana
Gerimis hati terpaku sukma
Semoga hidayahNya kan terus menyinar
Penuhi alam kegelapan

Berikan kekuatan dalam mencari sinar
Di jalan ini kuhadapi duka dan sedu sepi
Bersama teman-teman harungi perjuangan
Biarpun kekurangannya ada takkan ku gundah

Kita akan bersama menempuh segalanya
Bersatu hati mendamaikan jiwa yang keluh resah
Janji patri bersama ikatan teguh setia
Bersama menuju gerbang impian kita harapkan

Di hati kita bersama.. Di hati kita melangkah..
Jangan dipisahkan kasih bersaudara..
Jangan didendamkan ukhuwah yang terbina..

KENAPA KITA DI UJI???

Allah kata dalam surah ankabut (ayat2-3)
“Apakah manusia itu mengira bahawa mereka dibiarkan saja mengatakan,kami beriman, sedangkan mereka tidak di uji??dan sesungguhnya kami telah menguji org2 yg sebelum mereka,….”

KENAPA AKU TAK DAPAT APA YANG AKU IDAMKAN??

Allah kata dlm surah al-Baqarah (ayat 216)
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu..Allah mengetahui sedang kamu tdk mengetahui..”

KENAPA SUSAH SANGAT UJIAN NIE??

Allah kata dalam surah Al-Baqarah(ayat 286)
“Allah tidak akan membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya”

RASA TENSION ??LEMAH ?? FRUST??

Allah kata dalam surah Al-Imran (ayat 139)
“janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah pula kamu bersedih hati padahal kamulah org2 yg paling tinggi darjatnya, jika kamu org2 yg beriman”

APA YANG AKU DPT DARI SEMUA NIE…??

Allah kata dalam surah taubat(ayat 111)
“sesungguhnya Allah telah membeli dari org mukmin, diri, harta mereka dgn memberikan syurga kpd mereka”

ARGHH…AKU DAH BOSAN!!!AKU TAK TAHAN!!

Allah kata dalam surah Yusuf (ayat 12)
“…..dan janganlah kamu berputus asa dr rahmat Allah, sesungguhnya tiada berputus asa dr rahmat Allah melainkan kaum yang kafir”

sahabat yang dirahmati Allah…kita sering lupa, apa jua yang kita rasa..sedih, putus asa dan apa saja, Al-QURAN lah yang menjadi penawarnya, panduan untuk kita walau dimana pun kita berada..maaf kalau ade yg tersalah yer…

Design a site like this with WordPress.com
Get started