TIADA TUHAN SELAIN ALLAH, MUHAMMAD ITU PESURUH ALLAH

TIADA TUHAN SELAIN ALLAH, MUHAMMAD ITU PESURUH ALLAH
Voting

::::: AHLAN WA SAHLAN WA MARHABAN BIKUM :::::

SaHaBaT BLoGGeR

AWARD UNTUK SAHABAT : TEGAKKAN PANJI ISLAM

AWARD UNTUK SAHABAT : TEGAKKAN PANJI ISLAM

::::: CENDERAHATI DARI GUA OTAI :::::

::::: CENDERAHATI DARI GUA OTAI :::::
SYUKRAN JAZIILAN LAKA...

"DOA ITU SENJATA ORANG BERIMAN"

"DOA ITU SENJATA ORANG BERIMAN"

FADHILATUS SHEIKH MISHARI AL-AFASY : SURAH AL-MULK

HADIAH TV DARI IJOKS2009.. .TERIMA KASIH

TUNTUTLAH ILMU - SUARA FIRDAUS

Suara Firdaus - Tuntutlah Ilmu.mp3
Download at rapidlibrary mp3 music
Rapid Library

PENANGAN ZIKRULLAH - SUARA FIRDAUS

 
Suara Firdaus Penangan Zikrullah.mp3
Download at rapidlibrary mp3 music
Rapid Library
Showing posts with label peringatan. Show all posts
Showing posts with label peringatan. Show all posts

Tuesday, October 26, 2010

TSUNAMI SUMBAR: 23 MAUT, HAMPIR 200 ORANG MASIH HILANG


JAKARTA, 26 Okt - Jumlah kematian berikutan Tsunami yang melanda di Sumatera Barat meningkat kepada 23 orang manakala 167 lagi dikhuatiri hilang.

Agensi berita AP melaporkan kawasan bencana terbabit dilanda ombak setinggi tiga meter yang tercetus daripada gempa bumi berukuran 7.7 pada skala Richter di dasar lautan berhampiran Sumatera Barat, lewat semalam.

Tsunami berkenaan menghanyutkan ratusan rumah di dua kampung di pesisiran pantai di Pagai dan Silabu yang adalah sebahagian daripada kepulauan Mentawai.

Pegawai di Agensi Pengurusan Bencana Republik terbabit, Ade Edward berkata, jumlah angka mangsa kepada tsunami berkenaan mula diterima dan sehingga kini semakin meningkat dan kemungkinan juga akan bertambah.

Indonesia berada di kawasan yag digelar "Gelungan Api Pasifik' dan kerap terdedah kepada bencana gempa bumi dan aktiviti gungung berapi. - AP

KLiK UnTuK ArTiKeL PeNuH daN uLaSaN...

Tuesday, October 05, 2010

KEMATIAN MENURUT AL-QURAN (2)

Sakaratul Maut Orang-orang Zhalim

Imam Ghazali mengutip sebuah riwayat yang menceritakan tentang keinginan Ibrahim as untuk melihat wajah Malaikatul Maut ketika mencabut nyawa orang zhalim.. Allah SWT pun memperlihatkan gambaran perupaan Malaikatul Maut sebagai seorang pria (lelaki) besar berkulit legam, rambut berdiri, berbau busuk, memiliki dua mata, satu didepan satu dibelakang, mengenakan pakaian serba hitam, sangat menakutkan, dari mulutnya keluar jilatan api, ketika melihatnya Ibrahim as pun pengsan tidak sedarkan diri. Setelah sedar Ibrahim as pun berkata bahawa dengan memandang wajah Malaikatul Maut rasanya sudah cukup bagi seorang pelaku kejahatan untuk menerima ganjaran hukuman kejahatannya, padahal hukuman akhirat Allah jauh lebih dahsyat dari itu.

Kisah ini menggambarkan bahwa melihat wajah Malakatul Maut saja sudah menakutkan apalagi ketika sang Malaikat mulai menyentuh tubuh kita, menarik paksa roh dari tubuh kita, kemudian mulai menghentak-hentak tubuh kita agar roh (yang masih cinta dunia dan enggan meninggalkan dunia) lepas dari tubuh kita ibarat melepas akar serabut-serabut baja yang tertanam sangat dalam di tanah yang terbuat dari timah keras.

Itulah wajah Malaikatul Maut yang akan mendatangi kita kelak dan memisahkan roh dari tubuh kita. Itulah wajah yang seandainya kita melihatnya dalam mimpi sekalipun maka kita tidak akan pernah lagi bisa tertawa dan merasakan kegembiraan sepanjang sisa hidup kita.

Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zalim (berada) dalam tekanan-tekanan sakaratulmaut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya, (sambil berkata): "Keluarkanlah nyawamu". Di hari ini kamu dibalas dengan seksaan yang sangat menghinakan, karena kamu selalu mengatakan terhadap Allah (perkataan)yang tidak benar dan (karena) kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya. (QS Al-An'am 6:93)

(Iaitu) orang-orang yang dimatikan oleh para malaikat dalam keadaan berbuat lalim kepada diri mereka sendiri, lalu mereka menyerah diri(sambil berkata); "Kami sekali-kali tidak mengerjakan sesuatu kejahatan pun". (Malaikat menjawab): "Ada, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang telah kamu kerjakan". Maka masukilah pintu-pintu neraka Jahanam, kamu kekal di dalamnya. Maka amat buruklah tempat orang-orang yang menyombongkan diri itu.. (QS, An-Nahl, 16 : 28-29)

Di akhir sakaratul maut, seorang manusia akan diperlihatkan padanya wajah dua Malaikat Pencatat Amal. Kepada orang zhalim, si malaikat akan berkata, "Semoga Allah tidak memberimu balasan yang baik, engkaulah yang membuat kami terpaksa hadir kami ke tengah-tengah perbuatan kejimu, dan membuat kami hadir menyaksikan perbuatan burukmu, memaksa kami mendengar ucapan-ucapan burukmu. Semoga Allah tidak memberimu balasan yang baik ! " Ketika itulah orang yang sekarat itu menatap lesu ke arah kedua malaikat itu.

Ketika sakaratul maut hampir selesai, dimana tenaga mereka telah hilang dan roh mulai merayap keluar dari jasad mereka, maka tibalah saatnya Malaikatul Maut mengabarkan padanya rumahnya kelak di akhirat. Rasulullah SAW pernah bersabda, "Tak seorangpun diantara kalian yang akan meninggalkan dunia ini kecuali telah diberikan tempat kembalinya dan diperlihatkan padanya tempatnya di syurga atau di neraka".

Dan inilah ucapan malaikat ketika menunjukkan rumah akhirat seorang zhalim di neraka, "Wahai musuh Allah, itulah rumahmu kelak, bersiaplah engkau merasakan siksa neraka". Naudzu bila min dzalik!

Sakaratul Maut Orang-orang Yang Bertaqwa

Sebaliknya Imam Ghazali mengatakan bahwa orang beriman akan melihat rupa Malaikatul Maut sebagai pemuda tampan, berpakaian indah dan menyebarkan wangi yang sangat harum..

Dan dikatakan kepada orang-orang yang bertakwa: "Apakah yang telah diturunkan oleh Tuhanmu?" Mereka menjawab: "(Allah telah menurunkan) kebaikan".. Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini mendapat(pembalasan) yang baik. Dan sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik dan itulah sebaik-baik tempat bagi orang yang bertakwa, (yaitu) surga Adn yang mereka masuk ke dalamnya, mengalir di bawahnya sungai-sungai, di dalam surga itu mereka mendapat segala apa yang mereka kehendaki.. Demikianlah Allah memberi balasan kepada orang-orang yang bertakwa. (Iaitu) orang-orang yang diwafatkan dalam keadaan baik oleh para malaikat dengan mengatakan (kepada mereka): "Assalamu alaikum, masuklah kamu ke dalam surga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan". (QS, An-Nahl, 16 : 30-31-32)

Dan saat terakhir sakaratul mautnya, malaikatpun akan menunjukkan syurga yang akan menjadi rumahnya kelak di akhirat, dan berkata padanya, "Bergembiaralah, wahai sahabat Allah, itulah rumahmu kelak,bergembiralah dalam masa-masa menunggumu".


والله اعلم



KLiK UnTuK ArTiKeL PeNuH daN uLaSaN...

Monday, July 19, 2010

KEMATIAN MENURUT AL-QURAN (1)


Datangnya Kematian Menurut Al Qur'an :

1. Kematian bersifat memaksa dan siap menghampiri manusia walaupun kita berusaha menghindarkan risiko-risiko kematian.

Katakanlah: "Sekiranya kamu berada di rumahmu, nescaya orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu ke luar (juga) ke tempat mereka terbunuh". Dan Allah (berbuat demikian) untuk menguji apa yang ada dalam dadamu dan untuk membersihkan apa yang ada dalam hatimu. Allah Maha Mengetahui isi hati. (QS Ali Imran, 3:154)


2. Kematian akan mengejar siapapun meskipun ia berlindung di balik benteng yang kukuh atau berlindung di balik teknologi kedoktoran yang canggih serta ratusan doktor terbaik yang ada di muka bumi ini.

Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, meskipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kukuh, dan jika mereka memperoleh kebaikan, mereka mengatakan: "Ini adalah dari sisi Allah",dan kalau mereka ditimpa sesuatu bencana mereka mengatakan: "Ini(datangnya) dari sisi kamu (Muhammad)". Katakanlah: "Semuanya (datang) dari sisi Allah". Maka mengapa orang-orang itu (orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan sedikit pun? (QS An-Nisa 4:78)


3. Kematian akan mengejar siapapun walaupun ia lari menghindar.

Katakanlah: "Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan". (QS al-Jumu'ah, 62:8)

4. Kematian datang secara tiba-tiba.

Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui(dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (QS, Luqman 31:34)

5. Kematian telah ditentukan waktunya, tidak dapat ditunda atau dipercepat

Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS, Al-Munafiqun, 63:11)

Dahsyatnya Rasa Sakit Saat Sakaratul Maut

Sabda Rasulullah SAW : "Sakaratul maut itu sakitnya sama dengan tusukan tiga ratus pedang" (HR Tirmidzi)

Sabda Rasulullah SAW : "Kematian yang paling ringan ibarat sebatang pohon penuh duri yang menancap di selembar kain sutera. Apakah batang pohon duri itu dapat diambil tanpa membawa serta bagian kain sutera yang tersobek ?" (HR Bukhari)

Atsar (pendapat) para sahabat Rasulullah SAW . Ka'b al-Ahbar berpendapat : "Sakaratul maut ibarat sebatang pohon berduri yang dimasukkan kedalam perut seseorang. Lalu, seorang lelaki menariknya dengan sekuat-kuatnya sehingga ranting itupun membawa semua bagian tubuh yang menyangkut padanya dan meninggalkan yang tersisa".

Imam Ghazali berpendapat : "Rasa sakit yang dirasakan selama sakaratul maut menghujam jiwa dan menyebar ke seluruh anggota tubuh sehingga bagian orang yang sedang sekarat merasakan dirinya ditarik-tarik dan dicerabut dari setiap urat nadi, urat saraf, persendian,dari setiap akar rambut dan kulit kepala hingga kaki".

Imam Ghazali juga mengutip suatu riwayat ketika sekelompok Bani Israil yang sedang melalui sebuah pekuburan berdoa pada Allah SWT agar Ia menghidupkan satu mayat dari pekuburan itu sehingga mereka boleh mengetahui gambaran sakaratul maut. Dengan izin Allah melalui suatu cara tiba-tiba mereka dihadapkan pada seorang lelaki yang muncul dari salah satu tanah perkuburan. "Wahai manusia !", kata lelaki tersebut. "Apa yang kalian kehendaki dariku? Limapuluh tahun yang lalu aku mengalami kematian, namun hingga kini rasa perih bekas sakaratul maut itu belum juga hilang dariku."

Proses sakaratul maut bisa memakan waktu yang berbeza untuk setiap orang, dan tidak dapat dihitung dalam ukuran detik seperti hitungan waktu dunia ketika kita menyaksikan detik-detik terakhir kematian seseorang. Mustafa Kamal Attaturk, Bapa modernisasi (sekularisasi) Turki, yang mengganti Turki dari negara bersyariat Islam menjadi negara sekular, dikhabarkan mengalami proses sakaratul maut selama 6 bulan, seperti dilaporkan oleh salah satu keturunannya melalui sebuah mimpi.

Rasa sakit sakaratul maut dialami setiap manusia, dengan berbagai macam tingkat rasa sakit, ini tidak terkait dengan tingkat keimanan atau kezhaliman seseorang selama ia hidup. Sebuah riwayat bahkan mengatakan bahwa rasa sakit sakaratul maut merupakan suatu proses pengurangan kadar seksaan akhirat kita kelak. Demikianlah rencana Allah S.W.T. (bersambung)

والله اعلم

KLiK UnTuK ArTiKeL PeNuH daN uLaSaN...

Tuesday, April 13, 2010

WATAK-WATAK SYAITHAN LA'NATULLAH




Ini adalah beberapa watak syaitan sebagai contoh :

1. Cubaan merosakkan aqidah tauhid yang benar. Inilah tujuan utama syaitan agar manusia sesat daripada kebenaran. Sebagai contoh sebagaimana yang diceriatkan dalam hadis bahawa syaitan agar menimbulkan persoalan dalam diri setiap orang tentang siapakah yang membuat benda ini dan siapa pula yang menjadikannya? Akhirnya sampai kepada kesimpulan bahawa setiap benda ada penciptanya. Ketika itu syaitan agar menimbulkan soalan tentang siapakah yang menjadikan tuhanmu? Oleh itu, Nabi s.a.w. menasihatkan agar memohon perlindungan kepada Allah. (Mafhum hadis riwayat Bukhari).

2. Syaitan akan mengikat setiap manusia ketika tidur dengan tiga ikatan. Inilah antara sebab yang menyebabkan manusia rasa malas dan letih untuk bangun pagi bersolat Subuh. Apabila jaga dan menyebut Allah, maka akan terputuslah satu tali. Apabila berwudhuk maka putuslah tali kedua. Apabila bersolat maka putuslah tali ketiga. Ketika itu barulah manusia berasa bersemangat dan segar. (Mafhum hadis riwayat Bukhari).

Oleh itu, apabila bangun bacalah doa bangun tidur atau sekurang-kurangnya sebutlah nama Allah. Kemudian segera berwudhuk dan bersolat.

3. Tujuan syaitan mengikat dengan tiga ikatan agar manusia tidak dapat bangun malam untuk bertahajud dan solat Subuh pada waktunya. Oleh itu, beberapa perkara boleh dibuat bagi menghalangnya iaitu :
- Berwudhuk sebelum tidur kerana sabda Nabi s.a.w. :

إِذَا أَتَيْتَ إِلَى مَضْجَعِكَ فَتَوَضَّأْ وُضُوْءَكَ لِلصَّلاَةِ

“Apabila engkau datang ke tempat tidurmu maka berwudhuklah seperti wudhuk solat”.

- Membaca dua ayat terakhir daripada surah al-Baqarah kerana sabda Nabi s.a.w. :

الآيَتَانِ مِنْ آخِرِ سُوْرَةِ الْبَقَرِةِ مَنْ قَرَأَهُمَا فِى لَيْلَةٍ كَفَتَاهُ

“Dua ayat daripada akhir surah al-Baqarah, sesiapa membacanya pada malam nescaya memadailah baginya”. (Riwayat Bukhari).

- Membaca ayat Kursi.
- Boleh juga bertasbih, bertahmid dan bertakbir 33 kali setiap satu.

4. Orang yang tidak dapat bangun malam adalah rugi kerana sabda Nabi s.a.w. :

ذَاكَ رَجُلٌ بَالَ الشَّيْطَانُ فِى أُذُنَيْهِ

“Itulah orang yang mana syaitan telah kencing dalam telinganya”. (Riwayat Muslim).

Makna kencing boleh difahami secara zahir. Boleh juga difahami bahawa syaitan berjaya menghalangnya daripada mendengar azan dan zikir.

5. Syaitan juga membawa mimpi-mimpi ngeri bagi menjadikan manusia berada dalam sedih. Seorang lelaki menceritakan kepada Nabi s.a.w. bahawa dia melihat dalam mimpi bahawa kepala telah dipukul. Nabi s.a.w. menasihatkannya dengan sabdanya :

لاَ تُحَدِّثِ النَّاسَ بِتَلَعُّبِ الشَّيْطَانِ بِكَ فِى مَنَامِكَ

“Jangan kamu ceritakan kepada manusia dengan permainan syaitan kepadamu dalam tidurmu”. (Riwayat Muslim).

6. Syaitan ketawa apabila seseorang menguap kerana ia tanda kemalasan. Sabda Nabi s.a.w. :

وَأَمَّا التَّثَاؤُبُ فَهُوَ مِنَ الشَّيْطَانِ فَلْيَرُدَّهُ مَا اسْتَطَاعَ

“Adapun menguap maka ia dari syaitan maka tolaklah ia semampunya”. (Riwayat Muslim).

Sebenarnya syaitan mungkin masuk ke dalam badan manusia ketika menguap apabila mulut tidak di tutup. Sabda Nabi s.a.w. :

إِذَا تَثَاءَبَ أَحَدُكُمْ فَلْيُمْسِكْ بِيَدِهِ عَلَى فِيْهِ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَدْخُلُ

“Apabila seseorang kamu menguap maka letakkanlah tangannya atas mulutnya kerana syaitan akan masuk”. (Riwayat Muslim).

7. Syaitan juga bertenggek atas batang hidung setiap manusia. Sebab itu digalakkan membersihkan hidung kerana diriwayatkan sabda Nabi s.a.w. :

إِذَا اسْتَيْقَظَ أَحَدُكُمْ مِنْ مَنَامِهِ فَلْيَسْتَنْثِرْ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَبِيْتُ عَلَى خَيَاشِيْمِهِ

“Apabila seseorang kamu bangun daripada tidur maka bersihkanlah hidungnya tiga kali kerana syaitan bermalam di atas hidungnya”.

8. Syaitan mewaswaskan manusia. Asalnya syaitan ingin merosakkan manusia tetapi jika manusia itu seorang mukmin, maka syaitan hanya mampu menimbulkan was was dalam hatinya. Pun begitu penyakit was was perlu diubati kerana ia berpunca daripada syaitan.

9. Was was yang paling utama ialah ketika solat. Seorang sahabat mengadu masalah ini ketika solat kepada Nabi s.a.w. Sabda Nabi s.a.w. :

ذَاكَ شَيْطَانٌ يُقَالُ لَهُ خَنْزَب فَإِذَا أَحْسَسْتَهُ فَتَعَوَّذْ بِاللهِ مِنْهُ وَاتْفُلْ عَلَى يَسَارِكَ ثَلاَثًا

“Itulah syaitan yang dipanggil Khanzab. Apabila kamu merasainya maka berlindunglah kepada Allah dan ludahlah di sebelah kirimu sebanyak tiga kali”. (Riwayat Muslim).

Biasa juga syaitan akan mengkhayalkan seseorang yang bersolat. Misalnya dia mencari sesuatu benda seperti kunci tetapi tidak dijumpai. Apabila bersolat barulah dia teringat di mana kunci itu berada. Oleh itu dia akan terfikir macam mana kunci itu berada di situ. Akhirnya dia tidak khusyuk dalam solat. Sabda Nabi s.a.w. :

إِنَّ أَحَدَكُمْ إِذَا قَامَ يُصَلِّي جَاءَهُ الشَّيْطَانُ فَلَبَّسَ عَلَيْهِ حَتَّى لاَ يَدْرِي كَمْ صَلَّى ، فَإِذَا وَجَدَ ذَلِكَ أَحَدُكُمْ فَلْيَسْجُدْ سَجْدَتَيْنِ وَهُوَ جَالِسٌ

“Sesungguhnya apabila seseorang kamu bangun untuk bersolat, syaitan akan datang kepadanya lalu mewaswaskannya hingga dia tidak sedari berapa rakaat yang dia telah tunaikan. Maka apabila kamu mendapati berlaku yang demikian maka sujudlah dua kali sujud dalam keadaan duduk”. (Riwayat Muslim).

10. Lupa juga berpunca daripada syaitan. Firman Allah menceritakan kalam sahabat Nabi Musa a.s. :

وَمَا أَنْسَانِيْهُ إِلاَّ الشَّيْطَانُ

“Dan tidaklah membuat aku lupa melainkan syaitan”. (Surah al-Kahfi : 63).

Begitu juga ingatan Nabi Yusuf kepada teman penjaranya agar menyebut kisahnya kepada raja namun dia terlupa. Firman Allah :

وَقَالَ لِلَّذِي ظَنَّ أَنَّهُ نَاجٍ مِنْهُمَا اذْكُرْنِي عِنْدَ رَبِّكَ فَأَنْسَاهُ الشَّيْطَانُ

“Dan Yusuf berkata kepada salah seorang temannya yang disangkanya akan keluar dari penjara agar menyebutnya kepada rajanya lalu syaitan telah melupakannya”. (Surah Yusuf : 42).

Akhirnya tujuan utama ialah agar lupa kepada Allah. Firman Allah :

اسْتَحْوَذَ عَلَيْهِمُ الشَّيْطَانُ فَأَنْسَاهُمْ ذِكْرَ اللهِ

“Syaitan menguasai atas mereka lalu syaitan melupakan mereka daripada mengingati Allah”. (Surah al-Mujadalah : 19).

11. Syaitan juga akan berusaha agar umat Islam sentiasa berada dalam permusuhan dan persengketaan sesama sendiri. Sabda Nabi s.a.w. :

إِنَّ الشَّيْطَانَ قَدْ أَيِسَ أَنْ يَعْبُدَهُ الْمُصَلُّوْنَ فِى جَزِيْرَةِ الْعَرَبِ وَلَكِنْ فِى التَّحْرِيْشِ بَيْنَهُمْ

“Sesungguhnya syaitan telah putus asa agar manusia beriman menyembahnya di tanah Arab tetapi masih mampu mewujudkan persengketaan sesama mereka”. (Riwayat Muslim).

Oleh kerana itu, setiap muslim dilarang membuat apa-apa tindakan yang boleh menyalakan api permusuhan seperti mengacukan senjata kepada muslim yang lain. Sabda Nabi s.a.w. :

لاَ يُشِيْرَنَّ أَحَدُكُمْ إِلَى أَخِيْهِ بِالسِّلاَحِ فَإِنَّهُ لاَ يَدْرِي لَعَلَّ الشَّيْطَانَ أَنْ يَنْزِغَ فِى يَدِهِ فَيَقَع فِى حَفْرَةٍ مِنَ النَّارِ

“Janganlah seseorang kamu mengacukan kepada saudaranya dengan senjata. Kemungkinan dia tidak menyedari bahawa syaitan akan menarik tangannya lalu dia terjatuh dalam lubang neraka”. (Riwayat Bukhari).

12. Akhir sekali, syaitan sentiasa bekerja bagi menyesatkan manusia. Apa yang disebutkan sebelum ini hanya sekadar beberapa peranan syaitan sahaja. Lebih umum apa yang digambarkan dalam satu hadis :

إِذَا أَصْبَحَ إِبْلِيْسُ بَثَّ جُنُوْدَهُ فِى اْلأَرْضِ فَيَقُوْلُ : مَنْ أَضَلَّ مُسْلِمًا أَلْبَسْتُهُ التَّاجَ. فَيَقُوْلُ لَهُ الْقَائِلُ : لَمْ أَزَلْ بِفُلاَنٍ حَتَّى طَلَّقَ امْرَأَتَهُ...لَمْ أَزَلْ بِفُلاَنٍ حَتَّى زَنَى... لَمْ أَزَلْ بِفُلاَنٍ حَتَّى شَرِبَ الْخَمْرَ.... لَمْ أَزَلْ بِفُلاَنٍ حَتَّى قَتَلَ...

“Apabila pagi menjelma, Iblis akan menghantar tenteranya di bumi lalu bertitah : “Sesiapa yang berjaya menyesatkan seorang muslim, aku akan pakaikan kepadanya mahkota”. Selepas itu ada yang berkata : “Aku sentiasa bersama fulan hinggalah dia menceraikan isterinya”. Ada yang berkata : “Aku sentiasa bersama fulan hinggalah dia berzina”. Ada yang berkata : “Aku sentiasa bersama fulan hinggalah dia minum arak”. Ada yang berkata : “Aku sentiasa bersama fulan hinggalah dia membunuh”…(Riwayat Ahmad).

والله اعلم

KLiK UnTuK ArTiKeL PeNuH daN uLaSaN...

Monday, March 22, 2010

HADIS : BAHAYA LIDAH


Di bawah ini mafhum hadis Rasulullah saw tentang kepentingan dan kewajipan menjaga tutur kata dan percakapan agar tidak melanggar syariat dan agama.

1- Daripada Sahl bin Saad: Rasulullah saw bersabda ”Sesiapa yang dapat memberi jaminan kepadaku bahawa dia akan menjadi apa yg berada di antara dua janggutnya (misai dan janggut) dan apa yang ada antara kedua kakinya (alat kelamin) maka aku jamin syurga kepadanya” (Bukhari: 314 dan Tarmizi:2408)

2- Daripada Abu Hurairah: Seorang sahabat telah bertanya Rasulullah saw tentang apa yang boleh memasukkan manusia ke dalam syurga. Baginda menjawab ”Takwa kepada Allah dan akhlak yang baik”. Baginda ditanya tentang apa yang akan memasukkan manusia ke dalam neraka. Baginda menjawab ”Mulut (lidah) dan faraj (alat kelamin)” (Fathu Bari. Jld 8:316)

3- Daripada Uqbah bin Amir: Rasulullah saw bersabda ”Kamu perlu menahan lidah, melapangkan keluargamu dan menangisi kesalahanmu” (Tarmizi:2406)

4- Daripada Abu Said al-Khudri: Rasulullah saw bersabda ”Bila pagi telah tiba seluruh anggota badan anak Adam akan mengingkari lidahnya. Semuanya berkata: Hendaklah engkau (wahai lidah) bertakwa kepada Allah mengenai kami. Kami ini (anggota badan) tergantung kepadamu, jika engkau lurus, maka luruslah kami dan jika engkau bengkok, maka bengkoklah kami. (Tarmizi:2407)-Lihat Sahih al-Jami’:351)

5- Daripada Malik bin Dinar: Rasulullah saw bersabda ”Apabila engkau merasakan kekerasan dalam hatimu, kelemahan pada tubuhmu dan kesempitan rezekimu maka ketahuilah bahawa engkau telah berkata sesuatu yang tidak berguna bagimu” (Minhajul Abidin, hal-139)

6- Daripada Ibnu Masud: Demi Allah, di muka bumi ini tiada sesuatu yang memerlukan sujud lebih lama melainkan lidah” (lihat al-Targhib, jld 3:526-oleh al-Mundziri)

7- Daripada Anas bin Malik: Rasulullah saw bertemu dgn Abu Dzar ”Wahai Abu Dzar, mahukah kamu ku tunjukkan dua keadaan yang keduan-duanya lebih ringan dipikul di atas bahuku tetapi lebih berat timbangannya drp yang lain. Abu Dzar berkata ”Ya ”. Baginda bersabda ”Kamu harus berakhlak mulia, banyakkan diam, dan demi Allah yang nyawaku ada padaNya, tidak ramai manusia yang berperangai seperti itu. (Lihat Takhrijul Hadis. Hal-1938)

والله اعلم

KLiK UnTuK ArTiKeL PeNuH daN uLaSaN...

Tuesday, March 16, 2010

RENUNGAN : 11 GOLONGAN AHLI NERAKA



Firman Allah swt dalam surah al-Naba ayat 18:-

"Yaitu hari (yang pada waktu itu) ditiup sangkakala lalu kamu datang berkelompok-kelompok."

Adalah diriwayatkan bahawa ayat yang tersebut diatas pernah ditanyakan oleh Saidina Muaz bin Jabal, katanya, "Ya Rasulullah, apa maksudnya ayat ini?" Maka Rasulullah saw menangis sebelum menjawab soalan tersebut kerana inilah yang selalu dibimbangkan oleh baginda. Lalu baginda menjawab:

"Ya Muaz, umatku kelak apabila bangkit dari kubur akan menjadi 12 golongan. Sebanyak 11 golongan akan memasuki neraka dan hanya 1 golongan sahaja yang akan memasuki syurga. Adapun 11 golongan yang memasuki neraka adalah seperti berikut:-

1.Mereka yang tidak mempunyai kaki dan tangan. Ini adalah kerana mereka suka menyakiti hati jiran tetangga.

2.Mereka yang menyerupai babi. Ini adalah balasan bagi orang yang suka melengah-lengahkan solat lima waktu.

3.Mereka yang perutnya besar seperti gunung dan dipenuhi dengan ular dan kala. Inilah balasan bagi mereka yang enggan mengeluarkan zakat.

4.Mereka yang keluar darah dari mulutnya. Inilah balasan mereka yang berdusta.

5.Mereka yang berbau busuk seluruh badannya. Ini adalah balasan mereka yang mengaut keuntungan dalam jual beli atas penipuan.

6.Mereka yang dicincang-cincang pada tengkuk dan bahu. Ini adalah balasan mereka yang menyaksikan maksiat atau perbuatan jahat.

7.Mereka yang keluar dengan tidak berlidah dan keluar nanah dan darah dari mulut. Ini balasan mereka yang tidak mahu menyaksikan kebenaran.

8.Mereka yang keluar dalam keadaan terbalik iaitu kepala dibawah dan kakinya keatas. Ini adalah balasan mereka yang berzina serta mati sebelum bertaubat.

9.Mereka yang berwajah hitam, bermata biru dan perutnya penuh api. Ini balasan mereka yang memakan harta anak yatim secara zalim.

10.Mereka yang kulitnya penuh kudis dan penyakit2 lain yang menjijikkan. Ini adalah balasan mereka yang berani melawan kedua ibu bapanya.

11.Meraka yang buta matanya dan hatinya, giginya seperti tanduk, bibirnya berjuntai hingga keperut, dari perut dan pehanya keluar kotoran. Ini adalah balasan mereka minum minuman keras.

Dan satu golongan yang masuk ke syurga ialah:

12.Mereka yang wajahnya bagaikan bulan purnama, berjalan di atas titian Mustaqim pantas seperti kilat. Ini balasan orang yang beramal salih dan menjauhi maksiat serta mendirikan solat lima waktu dan mati dalam keadaan bertaubat."

والله اعلم

KLiK UnTuK ArTiKeL PeNuH daN uLaSaN...

Thursday, February 11, 2010

PANDUAN WANITA SOLEHAH : 8 SIFAT PAKAIAN WANITA


Assalamualaikum warahmatullah... sahabat-sahabat rahimakumullah... berikut sedikit panduan dan cara berpakaian seorang wanita sebagaimana yang dituntut oleh Islam. Semoga bermanfaat untuk diri, keluarga dan masyarakat seluruhnya. Andai kita senantiasa berfikir dan melaksanakan tanggungjawab sebagai seorang muslim mu'min... Allah S.W.T akan memberikan ketenangan jiwa yang berpanjangan... seterusnya menempatkan kita dalam golongan mereka yang patuh kepada setiap perintah dan laranganNya.. InsyaAllah.. Ameen Ya Rabb.

1. Pakaian itu mestilah menutup aurat

Rasulullah saw bersabda :

Telah berkata Aisyah .R.anha : Sesungguhnya, Asma binti Abu Bakar menemui Nabi saw dengan memakai busana yang nipis. Maka nabi berpaling daripadanya dan bersabda : Wahai Asma : , sesungguhnya apabila wanita itu telah baligh (sudah haid) tidak boleh dilihat daripadanya kecuali ini dan ini , sambil mengisyaratkan kepada muka dan tapak tangannya.

2. Pakaian itu tidak terlalu nipis sehingga tampak bayangan tubuh badan dari luar

Dua orang ahli neraka yang belum pernah aku (Rasulullah S.A.W) lihat adalah : kaum yang memegang pecut bagai ekor lembu digunakan untuk memukul orang (tanpa alasan), orang perempuan yang berpakaian tetapi telanjang bagaikan merayu-rayu melenggok-lenggok membesarkan cemaranya bagaikan punuk unta yang mereng. Mereka tidak akan masuk syurga dan tidak akan dapat mencium bau syurga, sedangkan bau syurga dapat dicium dari jarak yang sangat jauh.(Riwayat Muslim)

3. Pakaian itu tidak ketat atau sempit , tetapi longgar atau selesa dipakai.Ia menutup bahagian-bahagian bentuk tubuh yang menggiurkan nafsu lelaki dan ia menutup aspek kehaiwanan dari insan itu.

Dalam sebuah riwayat dari Abdullah bin Abi Salamah bahawa Umar Bin Khattab r.a menghadiahkan kepada seseorang dengan pakaian nipis buatan Mesir Lama, kemudian berkata , Jangan dipakaikan kepada isteri-isteri kamu! Lalu seseorang berkata : “Ya Amirul Mukminin aku telah memakainya untuk isteriku, kemudian memutarkan badannya tetapi tidak kelihatan auratnya , selanjutnya Umar berkata, : Memanglah auratnya tidak nampak, tetapi bentuk tubuhnya nampak..

4. Warna pakaian itu suram atau gelap, seperti warna hitam atau kelabu asap atau perang sehingga tiada bernafsu lelaki melihatnya ( terutamanyya pakaian seperti jilbab atau abaya) .

Menurut Ibnu Kathir di dalam tafsirnya pakaian wanita-wanita pada zaman Nabi S.A.W ketika mereka keluar rumah berwarna hitam)

5. Pakaian itu tidak sekali-kali disemerbakkan dengan bau-bauan yang harum, demikian juga tubuh badan wanita itu, kerana bau-bauan ini ada pengaruhnya atas nafsu kelamin lelaki yang ajnabi. Perempuan yang memakai bau-bauan ketika keluar rumah sehingga lelaki mencium baunya disifatkan oleh Rasulullah S.A.W dalam satu hadis sebagai zaniyah, yakni pelacur atau penzina.

“Wanita apabila memakai wangi-wangian , kemudian berjalan melintasi kaum lelaki maka dia itu begini dan begini iaitu pelacur”.
(Riwayat Abu Dawud dan Tirmizi)

6. Pakaian itu tidak bertashabbuh (menyerupai) dengan pakaian lelaki.

Telah berkata Ibnu Abbas : “Rasulullah S.A.W telah melaknat lelaki yang menyerupai wanita dan wanita-wanita yang menyerupai lelaki”
(Riwayat Bukhari)

7. Pakaian itu tiada bertashabbuh dengan pakaian permpuan-perempuan kafir dan musyrik

8. Pakaian itu bukanlah libasu sh-shuhrah, yakni pakaian untuk bermegah-megah , untuk menunjuk-nunjuk atau bergaya.

Walau bagaimanapun.. Islam sama sekali tidak melarang umatnya berpakaian cantik dan berjenama, asalkan tidak bersifat membazir (diluar kemampuan orang yang memakainya), menutup aurat dan mematuhi criteria-kriteria yang telah disebutkan di atas.


Wallahu 'alam

KLiK UnTuK ArTiKeL PeNuH daN uLaSaN...

Thursday, January 28, 2010

BALA ALLAH : PERSOALAN DAN PUNCA BERLAKU



Kenapa Allah SWT menurunkan bala ke atas hamba-Nya? Adakah bala yang ditimpakan itu membuktikan kemarahan Allah ke atas diri kita yang terpaksa menanggung risiko akibat perbuatan orang lain?

Apabila dilihat telatah, gelagat dan perwatakan umat Islam hari ini memperlihatkan benar-benar mereka mengundang bala daripada Allah SWT.

Kita amat berharap agar bala yang ditimpakan tidak berulang lagi dari semasa kesemasa. Hakikatnya ramai manusia yang tidak langsung mengambil I’tibar dari peristiwa bala tersebut. Sebahagian manusia masih meneruskan aktiviti keseronokan dunia mereka tanpa memikirkan persoalan hidup dan mati, dosa dan pahala, syurga mahupun neraka. Mungkin mereka ini hanya akan sedar apabila di soal oleh para malaikat di alam kubur tentang amalan silam yang mereka lakukan semasa masih hidup di dunia.

Bermacam-macam persoalan timbul mengenai bala yang merisaukan banyak pihak. Apakah sebenarnya bala itu? “Bala” yang diambil daripada perkataan Arab iaitu 'bala' bermakna hukuman daripada Allah akibat salah laku manusia kerana mengingkari sepenuhnya atau sebahagian daripada perintah Allah SWT.

Bala ini pernah terjadi di zaman para Anbiya' sebelum Nabi Muhammad S.A.W, seperti yang diceritakan oleh Allah dalam al-Quran menerusi ayat 133 surah Al-'Araf yang bermaksud:

"Telah Kami kirimkan ke atas mereka (umat Nabi Musa) ribut taufan, belalang, kutu, katak dan darah, sebagai tanda yang cukup jelas keingkaran mereka terhadap ajaran Nabi Ibrahim, mereka menyombong diri dan sesungguhnya mereka adalah golongan penjenayah (yang melakukan kerosakan di muka bumi)".

Begitu juga Allah menceritakan mengenai kaum Nabi Luth yang melakukan perbuatan terkutuk yang disifatkan oleh Nabi Luth sendiri sebagai perbuatan yang tidak pernah berlaku di dunia sebelum itu, maka Allah musnahkan mereka tanpa memberi peluang untuk mereka bertaubat ke jalan kebenaran, sila rujuk ayat 81 surah al-'Araf~.

Kesalahan yang patut terima hukuman

Sesungguhnya bala tidak akan diturunkan oleh Allah ke atas manusia, melainkan kerana didahului dengan kesalahan yang dilakukan oleh mereka. Bezanya umat nabi-nabi terdahulu dikirimkan bala tanpa memberitahu isyarat kehadirannya, namun bagi umat Nabi Muhammad S.A.W, isyarat atau tanda-tanda kehadiran bala itu dapat dikesan oleh mereka yang kuat berpegang kepada agama dengan pelbagai kaedah, pendekatan dan bentuk tertentu. Begitu juga bentuk bala yang Allah turunkan, tidaklah seteruk dan sehebat kaum-kaum terdahulu. Kisah Kaum Ad yang ditimpakan angin puting beliung yang dasyat, kisah banjir besar sehingga menenggelamkan gunung ganang di zaman Nabi Nuh , kisah Kaum Thamud yang ditimpakan Allah halilintar dan gempa bumi yang amat luar biasa, serta pengajaran kepada kisah Kaum Luth yang diterbalikkan negeri mereka sudah pasti menginsafkan hamba-hamba Allah yang beriman dan bertaqwa kepadaNya.

Kehidupan seperti Kaum Nabi Luth juga wujud pada zaman sekarang

Jelas di sini bahawa kesalahan umat terdahulu hingga ditimpakan pelbagai bentuk bala daripada Allah, kerana melakukan perkara-perkara yang bercanggah dengan ajaran nabi-nabi mereka, tetapi kita perlu ingat, bahawa Allah Yang Maha Berkuasa boleh mengirim bala kepada kita serupa dengan apa yang pernah berlaku pada zaman lampau dan juga mampu mengirim bala yang tidak pernah ketika itu.

Ini dapat kita lihat pada hari ini seperti penyakit HIV, selesema burung yang menggerunkan banyak pihak, penyakit kaki, tangan dan mulut dan macam-macam lagi, ia dikirimkan agar manusia kembali ke pangkal jalan.

Sepatutnya sebagai umat Nabi Muhammad S.A.W. kita berjaya meloloskan diri daripada bala-bala yang disebutkan di atas, tetapi kenapa berlaku juga? Ia merupakan satu persoalan yang patut segera mencari jawapannya.

Ini tidak lain kalau tidak kita melakukan perkara yang menyanggah tuntutan agama, terdapat selain kita yang sanggup menggadai maruah agama.

Mari kita selidik secara halus tindakan manusia hari ini yang mengundang bala daripada Allah, program hiburan keterlaluan walaupun telah disanggah dan diingatkan oleh golongan ulama khususnya para mufti seperti JomHeboh, Mentor musim kedua, Akademi Fantasia musim keempat, kelima dan banyak lagi.

Lupa dosa pahala... lupa pula harga diri.

Cuba kita perhatikan reaksi manusia selepas tamat program-program seumpama itu, Beberapa tahun lalu laporan akhbar arus perdana menyebut, 70 pasangan Melayu daripada peringkat usia 15-40 tahun disaman atas pelbagai kesalahan hingga ibu bapa mereka turut dipanggil ke pejabat agama.

Kesalahan mereka yang dikenal pasti kerana meminum arak, berkhalwat dan bermacam-macam jenis maksiat yang canggih-canggih, ini tidak termasuk laporan yang menyebut 21 kes anak luar nikah berlaku dalam tempoh sebulan baru-baru ini.

Kita dikejutkan dengan berita seorang ibu muda yang sanggup menjerut leher kedua anak lelakinya dengan wayar seterika hingga membawa kepada kematian.

Laporan akhbar arus perdana juga ada menyebut mengenai gejala samseng pelajar-pelajar perempuan yang memukul, menerajang rakan mereka di alat sulitnya hingga menyukarkannya untuk menduduki peperiksaan SPM, terdapat juga gejala samseng ini menular di sekolah-sekolah menengah hingga ada pelajar perempuan yang mengugut rakan mereka untuk menyebarkan gambar bogelnya setelah dia dipaksa berbuat demikian atas kesalahan yang kecil dan bermacam-macam lagi. Harus diingat, perkara-perkara sebegini janganlah dianggap sepele (remeh), bahkan ianya menjadi pendorong kepada kemurkaan Allah S.W.T.


Faktor atau punca berlaku bala

Dalam kesempatan ini, marilah menyelongkar pendekatan daripada hadis-hadis sohih Nabi Muhammad s.a.w. sejak 14 abad yang lalu yang menyebut secara jelas faktor, sebab atau punca berlaku bala yang dikirim oleh Allah SWT ke atas umat baginda:

1- Ilmu Islam beransur hilang sedikit demi sedikit.

2- Umat Islam sanggup mengikuti jejak langkah Yahudi dan Nasrani dalam tindakan, teladan, pertuturan dan cara hidup mereka.

3- Muncul golong anti hadis (yang tidak dibendung).

4- Umat Islam yang terlalu banyak bergelumang dalam keseronokan.

Perbuatan ini jelas mengundang kemurkaan Allah S.W.T

5- Terlampau mewah.

6- Menghimpun harta sebanyak mungkin (hingga lupa untuk menggarap ilmu agama).

7- Tipu menipu dalam perkara dunia.

8- Saling bertengkar dalam urusan remeh-temeh (yang sepatutnya boleh dimaafkan).

9- Tersebar luas hasad dengki serta hasut menghasut di kalangan mereka.

10- Islam dianggap sebagai agama asing atau berdagang di negara umat Islam sendiri.

11- Berleluasa amalan rasuah dengan pelbagai bentuk dan helah.

12- Orang yang baik terlalu sedikit, malah orang yang jahat semakin ramai.

13- Muncul orang yang tidak peduli sumber harta yang diperolehinya.

14- Riba wujud di mana-mana.

15- Ramai yang minum arak dan menamakannya sebagai bukan arak.

16- Golongan lelaki semakin sedikit dan golongan wanita semakin ramai.

17- Golongan lelaki yang menyerupai wanita dan sebaliknya.

18- Ibu melahirkan tuannya.

19- Bangunan pencakar langit.

20- Muncul ramai ahli ibadat tapi jahil dan ramai golongan ulama tapi fasiq.

21- Orang yang berpegang dengan Islam bagai menggenggam bara api.

22- Berlaku peperangan demi peperangan.

23- Masa akan menjadi singkat.

24- Muncul galian-galian bumi.

25- Ujian yang dahsyat terhadap iman.

26- Peperangan di kawasan sungai Furat kerana menyebut kekayaan.

27- Ketiadaan iman untuk bersolat jamaah.

28- Al-Quran akan hilang dan ilmu akan diangkat menghadap Allah.

29- Bermegah-megah dengah keindahan masjid dan kosong dengan pengisian agama.

30- Menggadai agama kerana dunia.

31- Pelaksanaan haji dan umrah bukan kerana Allah.

32- Harta negara bertukar tangan di kalangan pemimpin.

33- Sesuatu amanah dianggap sebagai batu loncatan untuk mengaut keuntungan.

34- Bayaran zakat dianggap sebagai denda/saman.

35- Suami yang terlalu tunduk kepada isteri.

36- Anak-anak yang menderhaka terhadap ibu mereka.

37- Muncul ramai orang yang patuh dan setia yang tidak berbelah bagi kepada kawan dan rakan.

38- Golongan bapa yang hampa kerana disia-siakan oleh anak-anak mereka sendiri.

39- Berlaku pertengkaran dalam masjid.

40- Apabila orang yang rendah maruahnya dipilih menjadi ketua sesuatu kaum.

41- Apabila orang memuliakan orang lain kerana takutkan kejahatannya.

42- Apabila minuman keras tersebar luas.

43- Ramai golongan lelaki yang memakai sutera.

44- Artis-artis wanita diagung-agungkan.

45- Alat-alat muzik diguna-pakai (sebagai mata pencarian).

46- Kesilapan manusia hari ini mengutuk generasi terdahulu.

Apabila perkara yang disebutkan itu berlaku, maka kata Nabi, tunggulah ketika itu akan datang kepada manusia angin panas, ribut taufan, puting beliung dan bahaya-bahaya yang lain serta hingga berlaku penukaran corak dan rupa. Nau’dzubillahi min dzalik..
والله اعلم

KLiK UnTuK ArTiKeL PeNuH daN uLaSaN...

Sunday, January 17, 2010

SETIAP KERJA ITU BOLEH JADI PAHALA.. BOLEH JUGA JADI DOSA


Allah telah berfirman di dalam Al Quran, surah al Baqarah ayat 21 yang bermaksud:


"Wahai sekelian manusia, sembahlah tuhanmu yang telah menciptakan kamu dan orang-orang yang sebelum kamu agar kamu bertakwa."


Seruan ini Allah tujukan kepada semua manusia tidak kira orang Islam, orang yang beriman, orang yang durhaka atau pun orang kafir. Pendek kata, setiap manusia adalah dikehendaki oleh Allah supaya menyembahNya. Ada pun menyembah Allah itu bererti mengabdikan diri atau memberi baktinya kepada Allah swt.


Pengabdian diri ini adalah dikehendaki oleh Allah secara total dan menyeluruh di dalam setiap aspek kehidupan manusia itu. Ini berdasarkan firman Allah swt dalam surah AzZuriat ayat 56 yang bermaksud:


"Tidak Aku jadikan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepada Aku."


Dalam ertikata yang lain, setiap jin dan manusia ini adalah dijadikan khusus untuk beribadah kepada Allah. Ertinya, apa saja yang dibuat oleh manusia, ia mesti merupakan ibadahnya atau pengabdiaan dirinya atau amal baktinya kepada Allah swt. Tidak kiralah samada usahanya itu berupa usahanya dalam mencari rezeki, dalam membangunkan rumahtangga, dalam mengatur pendidikan anak-anak, dirinya atau pun keluarganya, dalam mengatur pergaulan masyarakat, dalam berekonomi, berjual beli, dalam berjuang dan berjihad dan dalam apa saja baik dalam tidur atau makan minum kita seharian, semuanya mestilah menjadi ibadah kepada Allah.


Ini jelas Allah gambarkan dalam sepotong firmannya yang lain dalam surah Ali Imran ayat 191 yang bermaksud:


"Orang yang mengingati Allah sambil berdiri dan duduk dan dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi seraya berkata, `Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia belaka'."


Jadi, Allah tuntut dari setiap manusia supaya sentiasa, setiap saat dan ketika memberikan ibadah dan amal baktinya kepada Allah. Kerana itu, haruslah kita mengetahui bagaimana kita hendak mengisi setiap usaha dan ikhtiar kita agar ia menjadi ibadah kita kepada Allah swt.


Ibadah terbahagi kepada tiga: petama ibadah asas, dan kedua ialah ibadah furu' (cabang) yakni amalan-amalan utama dan yang ketiga ialah ibadah umum.


Ibadah asas ialah ibadah utama dan penting. Termasuk di dalamnya ialah keenam-enam rukun iman dan kelima-lima rukun Islam. Hukumnya fardhu ain yakni tiap-tiap orang wajib menyakini dan beramal dengannya. Tanpa ibadah asas seseorang itu tidak beriman (kafir).


Ibadah cabang atau ibadah furu' ialah yang berkaitan dengan fardhailull `amal (amalan utama). Diantaranya seperti sembahyang dhuha, sembahyang witir, sembahyang tahajjud, zikir yang tertentu dan lain-lainnya.


Manakala ibadah umum termasuklah semua kegiatan hidup kita yang kita lakukan setiap hari. Bermula dari kita mengatur diri, anak isteri rumahtangga, kampung halaman hinggalah kepada soal-soal pendidikan, ekonomi, masyarakat, politik, persoalan dalam dan luar negeri. Kalaulah semua dapat kita aturkan sebagaimana yang Allah kehendaki maka ia akan jadi ibadah yakni kita akan diberi pahala. Sebaliknya kalau kita cuai mengatur hidup kita tidak mengikut syariat, maka rugilah kita.


Kita hanya dapat pahala dari sembahyang, puasa, zakat, haji, zikir, wirid (fadhailull a'mal) tapi tidak pernah mengutip pahala dari amalan-amalan yang lebih banyak kita buat tiap-tiap hari itu.


Sebenarnya apa saja kerja yang kita lakukan untuk jadi ibadah, ia mesti menempuh lima syarat. Apabila setiap kerja kita, yang kita lakukan menepati kehendak kelima-lima syarat itu, maka ia akan diterima sebagai ibadah, sebagai amal bakti dan sebagai satu pengabdian diri kita kepada Allah swt.


Syarat itu ialah:


1. Niat mesti betul


2. Perkara yang dibuat sah / halal ikut syariat


3. Perlaksanaan mesti betul.


4. Natijah mesti betul


5. Tidak meninggalkan perkara yang asas (ibadah asas).


Supaya lebih difahami saya akan buat satu tamsilan atau ibarat bagaimana sesuatu kerja itu boleh jadi ibadah. Kalau faham tamsil ini maka ribuan kerja lain boleh dikiaskan supaya jadi ibadah. Untuk tamsil ini saya pilih bidang perniagaan sesuai dengan selera masyarakat kita yang sedang sibuk berjuang untuk meninggikan taraf ekonomi melalui bidang ini.


Perniagaan itu luas. Jadi saya bincang tentang berniaga kedai runcit, bagaimana perniagaan itu boleh jadi ibadah:


1. Niat berniaga mesti betul. Misalnya hatinya berkata begini, "Di tempat ini ramai umat Islam, tapi satu pun tak ada kedai runcit. Ini hal fardhu kifayah. Kalau tak selesai ertinya semua umat Islam di sini menanggung dosa. Kalau begitu aku nak buka kedai runcit." Itu adalah niat yang betul, yang tidak betul hatinya berkata, "Aku nak berniaga supaya untung, bila untung aku nak ek," Mana boleh niat nak sombong. Itu niat tak betul.


2. Perkara yang diniagakan sah atau halal menurut Islam, seperti gula, garam, asam, kicap dan keperluan-keperluan lain. Barang-barang yang tidak boleh jual ialah todi, "anchor beer", "tiger beer", dadah, tiket loteri, rokok dan lain-lain.


3. Perlaksanaan atau pengendalian kedai hendaklah dijalankan mengikut syariat. Timbangan mesti betul, sukatannya pun betul, tidak ada penipuan dan tidak ada unsur-unsur riba.


4. Natijah mesti betul. Hasil keuntungan mestilah disalurkan kepada kehendak syariat. Bila mendapat untung, cukup haul maka keluarkan zakat. Bantu fakir miskin, derma masjid dan surau, korban untuk jihad fisabilillah dan sebagainya. Natijah yang tidak betul ialah digunakan keuntungan dari perniagaan itu ke meja judi, ke tempat- tempat disco, kelab-kelab malam, ke tempat pelesiran dan lain-lain lagi.


5. Berniaga jangan sampai tidak sembahyang. Mentang-mentang hendak menegakkan fardhu kifayah, fardhu ain tak payah. Mana boleh fardhu ain tak payah, ia lebih utama daripada fardhu kifayah. Ertinya fardhu ain lebih utama dari fardhu kifayah. Orang yang berniaga tapi tak sembahyang, tidak akan dapat pahala apa-apa. Perniagaan yang diaturkan oleh orang-orang yang tak sembahyang tidak diterima sebagai ibadah di sisi Allah. Sebaliknya seorang yang berniaga mengikut syariat dengan menunaikan kelima-lima syarat itu dianggap ia telah berbakti, beribadah dan mengabdikan diri ke pada Allah swt.


Kalau sepuluh jam dia berniaga maka sepuluh jam pulalah dia dalam beribadah, yakni sepuluh jam dia diberi pahala. Kalaulah ada dalam masa yang sama seorang lain beriktikaf di masjid, sembahyang sunat, baca Quran, zikir, wirid, maka di sisi Allah sipeniaga itu adalah lebih baik daripada orang yang beriktikaf kerana orang berniaga tidak boleh menyesal atau rasa bersalah, sebab dia berkedai tidak dapat beriktikaf. Sebab orang yang di dalam masjid dia beramal untuk dirinya sedangkan orang yang berkedai itu berkhidmat untuk orang lain.


Islam memandang mulia kepada orang yang berbuat amal untuk masyarakat.


Sabda baginda yang bermaksud:

"Sebaik-baik manusia ialah manusia yang banyak manfaatnya pada manusia."


Daripada contoh usaha ikhtiar yang menempuh 5 syarat ini, maka bolehlah kita kiaskan dengan lain-lain usaha ikhtiar kita, seperti menyusun rumahtangga, berpendidikan, berpolitik, berjuang dan berjihad dan lain-lainnya. Di situ nanti kita akan dapat menilai yang mana kalau seluruhnya tidak menempuh 5 syarat, ia tidak jadi ibadah.


*Sekarang ini banyak sosial net atau jaringan sosial yang tumbuh hasil dari perkembangan teknologi semasa seperti blog, twitter, facebook, myspace dan lain-lain. Seharusnya medan ini digunakan untuk menyebarkan dakwah Islamiah dengan lebih berkesan agar ianya menjadi ibadah berpahala dan bukannya perbuatan sia-sia yang mendatangkan dosa.

والله اعلم


KLiK UnTuK ArTiKeL PeNuH daN uLaSaN...

Sunday, January 03, 2010

RENUNGAN : HAMPIR TIBA SUATU MASA....


Oleh : Ustaz Aziz Setiawan (Indonesia)


Rasulullah saw bersabda: “Apabila umatku sudah mengagungkan dunia maka akan dicabutlah kehebatan Islam; dan apabila mereka meninggalkan aktivitas amar ma’ruf nahi munkar, maka akan diharamkan keberkahan wahyu; dan apabila umatku saling mencaci, maka jatuhlah mereka dalam pandangan Allah.”


"Hampir tiba suatu masa dimana berbagai bangsa/kelompok mengeroyok kamu, bagaikan orang-orang yang kelaparan mengerumuni hidangan mereka." Seorang sahabat bertanya: "Apakah karena jumlah kami yang sedikit pada hari itu?" Nabi SAW menjawab: "(Tidak) Bahkan jumlah kamu pada hari itu sangat banyak (mayoritas), tetapi (kualitas) kamu adalah buih, laksana buih di waktu banjir, dan Allah mencabut rasa gentar terhadap kamu dari hati musuh-musuh kamu, dan Allah akan menanamkan penyakit "al wahnu". Seorang bertanya, "Apakah al wahnu itu Ya Rasulallah?" Rasulullah menjawab: "Cinta dunia dan takut mati." (HR Abu Dawud).


Al-Quran dan Kehancuran Peradaban


Beberapa ayat al-Quran memberikan penjelasan tentang kehancuran suatu bangsa. Penjelasan al-Quran ini sangatlah penting untuk menjadi pelajaran, khususnya bagi kaum Muslimin, agar mereka tidak mengulang kembali tindakan-tindakan yang dilakukan oleh umat terdahulu, yang dapat menghancurkan peradaban mereka.


Allah SWT berfirman:


“Andaikan penduduk suatu wilayah mau beriman dan bertaqwa, maka pasti akan Kami buka pintu-pintu barokah dari langit dan bumi. Tetapi mereka mendustakan (ajaran-ajaran Allah), maka Kami azab mereka, karena perbuatan mereka sendiri” (QS Al A’raf:96)


Maka apabila mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan tiba-tiba (sekonyong-konyong), maka ketika itu mereka terdiam dan berputus asa. (QS al-An’am:44).


Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah), tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepatutnya berlaku keputusan Kami terhadap mereka, kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya. (QS al-Isra’:16)


Ayat-ayat dalam al-Quran yang menjelaskan tentang kehancuran suatu negeri itu bercerita, bahwa kehancuran suatu kaum berhubungan dengan hal-hal:


(1) sikap kaum yang melupakan peringatan Allah SWT, sehingga mereka lupa diri dan hidupnya dihabiskan untuk sekedar mencari kesenangan demi kesenangan (hedonisme). Hal ini juga disebutkan dalam al-Quran surat at-Taubah ayat 24.


(2) tindakan elite-elite atau pembesar masyarakat yang melupakan Allah SWT dan membuat kerusakan di muka bumi. Apabila di dalam suatu peradaban sudah tampak dominan adanya para pembesar, tokoh masyarakat, orang-orang kaya yang bergaya hidup mewah, atau sesiapa saja yang bermewah-mewah dalam hidupnya, maka itu pertanda kehancuran peradaban itu sudah dekat.Akan tetapi, dari kedua hal tersebut, inti dari kehancuran peradaban atau bangsa, adalah kehancuran iman dan kehancuran akhlak. Apabila iman kepada Allah SWT sudah rosak, maka secara otomatis pula akan terjadi pembangkangan terhadap aturan-aturan Allah SWT.


Rasulullah saw berkata:


“Apabila perzinahan dan riba sudah melanda suatu negeri, maka penduduk negeri itu telah menghalalkan turunnya azab Allah atas mereka sendiri.” (HR Thabrani dan al-Hakim).


Dalam sejarah manusia, berbagai kehancuran peradaban di muka bumi sudah begitu banyak terjadi.


Dan Allah SWT menganjurkan kaum Muslimin agar mengambil pelajaran (hikmah) dari peristiwa-peristiwa sejarah tersebut.


“Maka berjalanlah di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana hasilnya orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul Allah SWT) (QS an-Nahl:36)


Sebagai misal, Kaum ‘Ad, telah dihancurkan oleh Allah SWT karena berlaku takabbur dan merasa paling berkuasa dan paling kuat. Mereka merasa tidak ada lagi yang dapat mengalahkan mereka, sehingga mereka berkata: “Siapa yang lebih hebat kekuatannya dari kami?” (QS Fusshhilat:15).


Begitu juga kehancuran yang menimpa Fir’aun, Namrudz, dan sebagainya. Di masa Rasulullah saw, kaum Muslim yang jumlahnya sangat besar dan berlipat-lipat daripada kaum kuffar, hampir saja dikalahkan dalam Perang Hunain (QS at-Taubah:25).


Sejarah juga mencatat, bagaimana Peradaban Islam di Spanyol yang sangat agung dan sudah bertahan selama 800 tahun (711-1492) dapat dihancurkan dan akhirnya kaum Muslimin dimusnahkan dari bumi Spanyol. S.M. Imamuddin menyebutkan beberapa faktor penyebab kehancuran peradaban Islam di Spanyol. Yang terpenting adalah adanya perpecahan dan kecemburuan antar suku. Bahkan ada beberapa penguasa Muslim di Spanyol, seperti Ma’mun dari Toledo dan Dinasti Nasrid, mendapatkan kekuasaan dengan bantuan kekuatan Kristen untuk menghancurkan kekuatan Muslim lainnya.1 Sejarah jatuhnya Palestina ke tangan Zionis Yahudi juga boleh dijadikan pelajaran bagi kaum Muslimin. Bagaimana suatu kaum Yahudi yang minoritas dari segi jumlah tetapi dapat mengalahkan kaum Muslim yang sangat besar.


Kehancuran dan kejatuhan berbagai kaum, negeri, bangsa, dan peradaban, inilah yang sepatutnya direnungkan secara mendalam dan sungguh-sungguh oleh kaum Muslimin, khususnya para ulama dan cendekiawan Muslim di wilayah Peradaban Melayu. Apakah gejala-gejala kehancuran suatu negeri atau peradaban seperti yang disebutkan dalam al-Quran dan pernah terjadi dalam sejarah manusia sudah ditemukan dalam wilayah peradaban Melayu? Kalau gejala-gejala itu sudah ada, bagaimana cara menghindarkannya?Yang jelas, jatuh bangunnya suatu peradaban, pada dasarnya tergantung pada kondisi manusia-manusia dalam peradaban itu sendiri. Kekalahan dan kehancuran suatu peradaban adalah disebabkan oleh tindakan mereka sendiri, yang menciptakan ”kondisi layak kalah” (al-qabiliyyah lil-hazimah).


Allah SWT menegaskan:”Yang demikian itu karena Allah sekali-kali tidak akan mengubah nikmat yang telah dianugerahkan-Nya kepada suatu kaum, sampai mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri.” (QS al-Anfal:53).


Wallahu a'lam


KLiK UnTuK ArTiKeL PeNuH daN uLaSaN...

Thursday, December 17, 2009

BERZINA?? : TAK TAKUT KE DENGAN ANCAMAN ALLAH??

Penduduk Lihat Hukuman Rejam

Hadith :
Rasulullah s.a.w bersabda, maksudnya:” Sesungguhnya tujuh petala langit dan bumi sama mengutuk orang yang selalu berzina dan bau kemaluan pelacur di dalam neraka dapat mengganggu ahli neraka kerana sangat busuknya. ”

MOHAMED ditanam dalam lubang di Afgoye, pada Ahad lalu.


MOGADISHU - Sekumpulan militan Islam memaksa penduduk melihat mereka merejam seorang lelaki sehingga mati kerana berzina di Somalia, lapor
sebuah akhbar semalam. Kumpulan itu turut membunuh seorang lelaki kerana didakwa sebagai pembunuh.

Menurut beberapa saksi, hukuman itu mencetuskan pertempuran senjata antara kumpulan tersebut dengan kumpulan lain dengan mengakibatkan tiga militan terbunuh. Kejadian berlaku di Afgoye, 32 kilometer dari sini pada Ahad lalu. "Tiga anggota pejuang kumpulan Hizbul Islam terbunuh dan lima lagi cedera apabila mereka saling bergaduh antara satu sama lain," kata seorang pekedai, Halima Osman.

"Sebahagian anggota kumpulan itu mahu menangguhkan hukuman manakala yang lain menentangnya. "Anggota-anggota itu kemudian berbalas tembakan. "Kumpulan yang menentang hukuman itu tewas dan kemudian melarikan diri," tambahnya.

Sebelum dijatuhkan hukuman mengikut undang-undang syariah, Hakim Osman Siidow Hasan memberitahu penduduk, dua lelaki itu mengaku melakukan kesalahan selepas siasatan dilakukan. Seorang wanita yang mengaku melakukan hubungan seks di luar nikah turut dihukum 100 kali sebatan. "Ini merupakan hari penghakiman," kata Osman kepada orang ramai.
"Kami telah melakukan siasatan dan mereka sudah mengaku," tambahnya. Hukuman itu dibuat selepas pertempuran antara kumpulan yang menentang dan kumpulan yang mahu hukuman itu dilaksanakan dengan segera berakhir.

Seorang anggota keluarga mangsa yang dibunuh kemudian menembak mati penembaknya yang telah ditangkap.

Pesalah zina tersebut, Mohamed Abukar Ibrahim ditanam di dalam lubang sehingga ke dada dan direjam sehingga dia mati. "Saya tidak sanggup untuk melihatnya," kata seorang lelaki, Ali Gabow.
Menurutnya, seorang wanita yang mengaku berzina itu dihukum 100 kali sebatan kerana dia menyatakan dirinya masih belum berkahwin. - Agensi-
http://www.kosmo.com.my/kosmo/content.asp?y=2009&dt=1215&pub=Kosmo&sec=Dunia&pg=du_01.htm
(gambar-BEBERAPA orang merejam Mohamed sehingga dia mati.)

KLiK UnTuK ArTiKeL PeNuH daN uLaSaN...

Wednesday, December 16, 2009

HINDARI BERBURUK SANGKA (1)

Dalam surah al-Hujaraat (QS49), Allah SWT menekankan tentang ukhuwah, baik sesama Muslim mahupun sesama manusia. Ukhuwah, yang biasa diertikan 'persaudaraan, diambil dari akar kata yang pada mulanya bererti 'memperhatikan'. Makna asal kata ini memberi kesan bahawa persaudaraan mengharuskan adanya perhatian dari semua pihak yang merasa bersaudara. Perhatian itu dicurahkan kerana adanya persamaan antara pihak-pihak yang bersaudara, sehingga makna asal tersebut kemudian berkembang dan pada akhirnya bererti 'persamaan dan keserasian' dengan pihak lain. Bahkan mencakup persamaan dalam salah satu sifat seperti kemanusiaan, suku, agama, profession, perasaan dan sebagainya. Dalam kamus-kamus bahasa, ditemukan kata 'akh' yang dibentuk dari kata ukhuwah digunakan juga dalam maksud teman akrab atau sahabat, yang tentunya terjalin kerana adanya persamaan antara mereka.

Hubungan yang baik antara satu dengan lain dan khususnya antara muslim yang satu dengan muslim yang lainnya merupakan sesuatu yang harus dijalin dengan sebaik-baiknya. Ini kerana Allah telah menggariskan bahawa setiap mukmin itu bersaudara, seperti dalam firmannya yang bermaksud:

"Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara kerana itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat."
(Surah al-Hujuraat, ayat 10)

Seterusnya, Allah SWT telah memberi amaran :

"Hai orang-orang yang beriman janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olok) wanita-wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olok) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barang siapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim."
(Surah al-Hujuraat, ayat 11)

Itulah sebabnya, segala bentuk sikap dan sifat yang akan memperkukuh dan memantapkan persaudaraan harus suburkan dan dipelihara, sedangkan segala bentuk sikap dan sifat yang dapat merosak ukhuwah harus dihilangkan. Agar hubungan ukhuwah Islamiah itu tetap terjalin dengan baik, salah satu sifat positif yang harus dipenuhi adalah Husnuz zhan iaitu 'berbaik sangka'.

Oleh itu, apabila kita mendapatkan informasi negatif tentang sesuatu yang berkait dengan peribadi seseorang apatah lagi seorang Muslim, maka kita harus melakukan tabayyun (penyelidikan) terlebih dahulu sebelum mempercayainya, apatah lagi memberi respons secara negatif.

Allah berfirman yang maksudnya :

"Wahai orang-orang yang beriman! Jika datang kepada kamu seorang fasiq membawa sesuatu berita, maka selidikilah (untuk menentukan) kebenarannya, supaya kamu tidak menimpakan sesuatu kaum dengan perkara yang tidak dingini dengan sebab kejahilan kamu (mengenainya) sehingga menjadikan kamu menyesali apa yang kamu telah lakukan."
(Surah al-Hujuraat, ayat 6).

Manafaat berbaik sangka

Ada banyak nilai dan manafaat yang diperolehi seseorang muslim apabila memiliki sifat husnuzh zhan kepada orang lain.

PERTAMA, hubungan persahabatan dan persaudaraan akan menjadi lebih baik. Berbaik sangka dalam hubungan sesama Muslim akan menghindari terjadinya keretakan hubungan.

KEDUA, terhindar daripada penyesalan dalam hubungan dengan sesama kita kerana buruk sangka akan membuat seseorang menimpakan keburukkan kepada orang lain, tanpa bukti yang benar.

KETIGA, selalu berbahagia dan bersyukur di atas segala kemajuan yang dicapai oleh orang lain, meskipun kita sendiri belum dapat mencapainya.

Buruk sangka salah satu penyakit hati

Buruk sangka adalah satu dari penyakit hati yang amat kronik. Ia bukan sahaja menjarah dengan parah hati dan jiwa pengidapnya, tetapi turut lahir tersendiri, malah ia lahir bersama dengan sifat-sifat mazmumah yang bongkak, dendam, zalim dan sebagainya. Apabila sifat tersebut meneraju dan memacu kehidupan seseorang insan, ia akan menjadi manusia yang sentiasa resah, gelisah dan tidak tenteram, kerana sentiasa mencari keaiban dan kelemahan orang lain, tidak punya masa untuk mengingati Allah SWT.

Buruk sangka yang dimaksudkan di sini ialah buruk sangka yang tidak baik. Ia mengheret sifat-sifat mazmumah yang bersarang di hati, yang akan mempengaruhi anggota-anggota badan yang lain supaya mengikut kehendaknya. Rasulullah SAW dalam sebuah hadisnya menyatakan, :

"Ketahuilah bahawa di dalam badan ada seketul daging, apabila ia baik, baiklah badan seluruhnya dan apabila ia rosak, rosaklah sekaliannya, ketahuilah! Itulah yang dikatakan hati."
(Hadis Riwayat Al-Bukhari Muslim)

Buruk sangka dibahagikan kepada 2 jenis:

1. Buruk sangka yang bertujuan baik, seperti untuk menyedar atau memperbaiki seseorang yang dikatakan melakukan kejahatan.
2. Buruk sangka yang bertujuan jahat demi untuk menjatuhkan maruah dan kedudukan seseorang. Walau apapun tujuannya, buruk sangka tetap memberikan impak yang negatif, jarang ada manusia yang terselamat dari terkena bahana prasangka. Dengan sebab itulah Islam sangat melarang dari berprasangka.

Buruk sangka boleh terjadi dengan berbagai sebab antaranya:

1 - Godaan dan tipu helah syaitan atau iblis.
Buruk sangka adalah jalan terbaik bagi syaitan merangsang manusia untuk bergaduh, mengumpat, melempar tohmahan, membuat pakatan jahat, berpecah belah dan sebagainya.

2 - Kelemahan jiwa.
Jiwa yang lemah akan mendorong seseorang mudah terikut dengan pemikiran yang negatif dan buruk terhadap orang lain.

3 - Perasaan sombong dan bongkak.
Perasaan ini menyebabkan seseorang itu merasakan dirinya lebih baik daripada orang lain. Ia merasa dengki kalau ada orang lain mendahului dalam mengecapi sesuatu kejayaan atau membuat sesuatu kebaikan atau pun mendengar orang memuji musuhnya dihadapannya.
4 - Keburukan batinnya.
Seseorang yang biasa membuat tipu helah dan penipuan akan merasakan orang lain juga sama sepertinya.

Ruginya berburuk sangka

Apabila kita melakukan atau memiliki sifat buruk sangka, ada sejumlah kerugian yang akan kita perolehi, baik dalam kehidupan di dunia mahupun kehidupan di akhirat. Ia adalah wadah kehancuran, mengundang segala macam keruntuhan. Jiwa mangsanya hancur luluh, perasaan amat tertekan, rumahtangga kian runtuh, kedamaian akan musnah, masyarakat menjadi porak-peranda. Kesemuanya itu adalah gara-gara perangai buruk sangka. Justeru, Islam sangat-sangat mendesak umatnya agar mendahulukan bersangka baik daripada cepat bersangka buruk. Satu-satu hukuman tidak harus dijatuhkan hanya berdasarkan kepada sangkaan.

Allah SWT telah mengharamkan sikap buruk sangka terhadap sesama mukmin, kerana ia akan menyebabkan timbulnya fitnah, bukan sahaja di antara seseorang individu dengan individu yang lain tetapi juga dalam masyarakat Muslim amnya. Apabila sikap terkutuk ini terdapat di kalangan kita, ia boleh mengwujudkan perasaan saling tidak percaya, saling meragui, benci-membenci, pertelingkahan, perpecahan dan akhirnya bermusuh-musuhan di antara sesama Islam.

PERTAMA, mendapat dosa. Buruk sangka merupakan sesuatu yang berdosa kerana kita sudah menganggap orang lain tidak baik tanpa dasar yang jelas, berusaha menyelidiki atau mencari-cari keburukkan orang lain dan mengungkapkan segala sesuatu yang buruk tentang orang lain.

Allah SWT telah mengharamkan hamba-Nya yang beriman dari menyimpan perasaan persangkaan atau sangka-sangka buruk terhadap Allah dan terhadap saudara-saudaranya yang seagama. Malah Allah mengharamkan juga segala unsur, bibit atau segala punca yang boleh menyebabkan timbulnya rasa buruk sangka di kalangan muslimin. Pengharaman ini telah ditegaskan di dalam al-Quran dan hadis-hadis Rasulullah SAW sebagaimana firman Allah yang maksudnya:

"Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah kebanyakkan dari sangkaan (supaya kamu tidak menyangka sangkaan yang dilarang) kerana sesungguhnya sebahagian dari sangkaan itu adalah dosa dan janganlah kamu mengintip atau mencari-cari kesalahan dan keaiban orang dan janganlah setengah kamu mengumpat setengahnya yang lain. Adakah seseorang dari kamu suka memakan daging saudaranya yang telah mati? (Jika demikian keadaan mengumpat) maka sudah tentu kamu jijik kepadanya. )Oleh itu, patuhilah larangan-larangan yang tersebut) dan bertakwalah kamu kepada Allah; sesungguhnya Allah penerima taubat, lagi Maha Mengasihani."
(Surah al-Hujuraat, ayat 12)

KEDUA, dusta yang besar. Berburuk sangka akan membuat kita menjadi rugi, kerana apa yang kita kemukakan merupakan suatu dusta yang sebesar-besarnya, perkata ini disabdakan oleh Rasulullah SAW:
"Jauhilah prasangka itu, sebab prasangka itu perbicaraan yang paling dusta."
(Hadis Riwayat Muttaafaqun alaih)

Rasulullah SAW juga telah memberi peringatan tentang sifat-sifat yang patut dihindari oleh setiap Muslim seperti saling dengki-mendengki, marah mahupun bersikap acuh tak acuh. Dari Abu Hurairah r.a., katanya Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud :

"Hindarilah prasangka, kerana prasangka itu berita yang paling bohong. Jangan saling mencari-cari keburukan orang. Jangan saling mengorek rahsia orang dan saling menyaingi. Jangan saling mendengki, jangan saling marah dan jangan saling tak acuh. Tetapi jadilah kamu semua bersaudara sebagai hama-hamba Allah."
(Sahih Muslim)

KETIGA, menimbulkan sifat buruk. Berburuk sangka kepada orang lain tidak hanya berakibat pada penilaian dosa dan dusta yang besar, tetapi jua akan mengakibatkan munculnya sifat-sifat buruk lainnya yang sangat berbahaya, baik dalam perkembangan peribadi mahupun hubungannya dengan orang lain.

Sebuah hadis dari Abdullah bin Umar yang bermaksud :
"Aku melihat Rasulullah SAW sedang tawaf di Kaabah lalu bersabda: Demi jiwa Muhammad yang di tangan-Nya, sesungguhnya kehormatan seseorang mukmin lebih besar di sisi Allah dari engkau (Kaabah) wangnya dan darahnya sehinggalah dia berprangsangka sesamanya yang baik."
(Hadis Riwayat Ibn Majah)

Dari Haritha bin an-Nukman berkata :
"Bersabda Rasulullah SAW: Tiga perkara yang sentiasa ada pada umatku: Kepercayaan sial. Hasad dengki. Prasangka. Beliau bertanya: Apakah yang boleh menghilangkan dari itu (semua) wahai Rasulullah bagi sesiapa yang telah ada pada dirinya perkara-perkara tersebut? Baginda bersabda: Apabila berhasad dengki mintalah ampun, apabila berprasangka janganlah diteruskan dan apabila mempercayai tataiyur hendaklah dihapuskan."
(Hadis Riwayat at-Tabrani)

Semua punca-punca timbulnya buruk sangka yang dijelaskan oleh ayat al-Quran dan hadis-hadis di atas berpangkal dari hati yang rosak dan berpenyakit lantaran kejahilan (tidak berilmu agama). Akhirnya menyebabkan lemah iman, lemah keperibadian, hilang panduan dan tidak tahu ke arah mana mahu dituju sehingga mudah berburuk sangka.

Hal keadaan seperti ini telah dijelaskan oleh Rasulullah SAW yang bermaksud :
"Apabila (seseorang) kurang berilmu akan (mudah) menimbulkan perasaan benci dan tuduhan salah (kepada orang lain). Dan jika pengetahuan tentang athar (hadis dan perbuatan sahabat) hanya sedikit, akan ramai yang mengikut hawa nafsu. Berpunca dari yang demikian, akan engkau temui suatu kaum (kumpulan) yang ramai mencintai (menyebelahi) kaum (kumpulan) yang lain hanya atas dasar hawa nafsu (bukan atas dasar kebenaran al-Quran atau al-Hadis) kerana tidak mengetahui (ilmu)nya dan dalilnya. Sedangkan mereka menyokong atau memusuhi (satu kumpulan) tanpa mengikut (landasan) hadis yang sahih dari Nabi dan dari Salaf ummah ini, mereka tidak mengetahui makna (al-Quran dan al-Hadis) dan tidak mengetahui apa yang dikehendaki (oleh hadis) tersebut dan tidak tahu untuk mempraktikalkannya."
(Hadis Riwayat Imam Malik)

والله اعلم

KLiK UnTuK ArTiKeL PeNuH daN uLaSaN...

Monday, November 23, 2009

RENUNGAN : API NERAKA


Sebagai Renungan:

Diriwayatkan bahawa Rasululallah pernah menceritakan betapa asalnya kejadian api di dunia ini. Setelah nabi adam dihantar ke dunia kerana kesalahanya memakan buah larangan maka Allah swt telah memerintahkan Jibril as supaya mengambil api dari neraka untuk dihantar ke dunia untuk kegunaan nabi adam as. Maka jibril as pun diperintahkan untuk meminta api tersebut daripada malaikat penjaga api neraka iaitu Zabaniah.

Jibril : wahai zabaniah, aku diperintah untuk mengambil sedikit api neraka untuk dihantar ke dunia bagi kegunaan adam as.

Zabaniah : sebanyak mana sedikit itu?

Jibril : sebesar kurma...

Zabaniah : kalau sebesar buah kurma api neraka itu engkau bawa nescaya akan cairlah tujuh
lapis langit dan tujuh lapis bumi akibat kepanasanya.

Jibril : kalau begitu berilah aku sebesar separuh dari buah kurma...

Zabaniah : kalau sebesar separuh buah kurma api neraka ini engkau letakan di dunia nescaya
tidak akan turun walaupun setitik hujan dari langit dan tidak ada suatu pun tumbuhan akan tumbuh di bumi nanti..

Memandangkan keadaan yang rumit ini maka jibril as pun menghadap Allah untuk mendapatkan saiz yang perlu dihantar ke dunia. Allah swt pun memerintahkan supaya jibril mengambil sebesar ZARAH sahaja dari api neraka untuk dibawa ke dunia. Maka jibril as pun mengambil api neraka sebesar zarah dari zabaniah tetapi oleh kerana kepanasan yang keterlaluan api neraka sebesar zarah itu terpaksa disejukan dengan mencelupnya sebanyak 70 kali ke dalam sungai di syurga dan sabanyak 70 buah sungai. = 70 x 70

Selepas itu jibril as pun membawa api itu turun ke dunia dan diletakan di atas sebuah bukit yg tinggi, tetapi sejurus setelah diletakan tiba-tiba bukit itu terus meleleh cair maka cepat-cepat jibril mengambil semula api tersebut dan dihantar semula ke neraka.

Hanya sisa-sisanya sajalah yang terdapat di dunia ini seperti api yang sering kita gunakan untuk
berbegai keperluan dan juga api yang terdapat di gunung berapi dan lain lain lagi.

PENGAJARAN : Bayangkanlah kepanasan api neraka yg sebesar zarah yang terpaksa
disejukan dalam 70 buah sungai dengan sebanyak 70 celup setiap sungai dan hanya sisanya saja
itupun manusia tidak dapat bertahan akan kepanasanya bagaimana dengan api di neraka itu sendiri. SEBESAR ZARAH SAHAJA.

Rasulullah s.a.w. bersabda,
maksudnya : "Sesungguhnya orang yang paling aku kasihi di sisiku ialah seorang mukmin yang keadaannya serba sederhana, tetapi rajin mengerjakan solat (wajib dan sunat), dia baik dalam beribadah kepada Tuhan dan selalu taat kepadaNya secara diam-diam"
(Riwayat Tarmizi)

Rasulullah s.a.w. bersabda
maksudnya : "Sesungguhnya orang yang sangat aku kasihi dan terdekat padaku di hari kiamat ialah yang terbaik budi pekertinya. Dan orang yang sangat aku benci dan terjauh daripadaku pada hari kiamat ialah orang yang banyak bercakap, sombong dalam percakapannya dan berlagak menunjukkan kepandaiannya"
(Riwayat Tarmizi)

Rasulullah s.a.w. bersabda
maksudnya : "Barangsiapa yang bertaubat kepada Allah selagi belum terbit matahari dari arah barat, maka Allah menerima taubatnya"
(Riwayat Muslim)

Rasulullah s.a.w. bersabda
maksudnya : "Ingatlah kepada Allah dalam masa senangmu, nescaya Dia akan mengingatimu di masa susah"
(Al-Hadith)

KLiK UnTuK ArTiKeL PeNuH daN uLaSaN...

Monday, November 16, 2009

TAZKIRAH : CERMIN DIRI MELALUI AL-QURAN


SIFAT MAHMUDAH: Amalan membaca al-Quran perlu disemat dalam jiwa anak agar menjadi generasi beriman.

Taraf manusia bukan diukur daripada paras rupa, kekayaan, nasab keturunan MANUSIA adalah makhluk ciptaan Allah terbaik dan paling sempurna kejadiannya berbanding makhluk lain yang menghuni alam ini. Dalam hal ini, Allah mengiktiraf kesempurnaan penciptaan manusia berdasarkan firman-Nya dalam surah al-Tin, ayat 4 bermaksud:

Sesungguhnya Kami menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya (dan berkelengkapan sesuai dengan keadaannya).

Manusia diciptakan daripada beberapa elemen utama hingga mewujudkan identitinya sebagai manusia iaitu jasad, akal, roh, nafsu dan hati. Namun, daripada semua elemen menghiasi seseorang manusia itu, ada satu unsur paling penting dalam ajaran Islam yang diambil kira daripada keseluruhan amalan keagamaan adalah intinya, bukannya kulitnya, bentuk dalamannya bukannya bentuk luarannya dan hatinya bukannya jasadnya atau lisannya.

Oleh itu, Rasulullah bersabda bermaksud:

Sesungguhnya Allah tidak memandang kepada jasad dan rupa bentuk kamu, tidak kepada keturunan dan harta kekayaan kamu, sebaliknya Allah memandang kepada hati kamu. Maka, sesiapa memiliki hati suci bersih, nescaya Allah amat mencintai orang tersebut. Ketahuilah! Wahai Anak Adam bahawa orang yang paling dicintai Allah ialah orang yang paling bertakwa di kalangan kamu.
(Hadis riwayat Muslim dan Tabrani).

Hati manusia juga bertindak sebagai raja bagi keseluruhan anggota tubuh badan yang lain. Dengan kata lain, baik dan buruk, sejahtera atau sengsara, sihat atau sakit dan sebagainya amat bergantung kepada kedudukan hatinya.. Sekiranya baik hati, maka baiklah seluruh anggota tubuh yang lain dan begitulah sebaliknya.
Dalam hal ini, Rasulullah pernah bersabda bermaksud:

Sesungguhnya dalam jasad itu ada segumpal daging. Apabila dia baik, maka baiklah seluruh jasad. Tetapi, apabila dia rosak, maka rosaklah seluruh jasadnya. Ketahuilah bahawa dia itu ialah hati.
(Hadis riwayat Bukhari dan Muslim)

Hati memainkan peranan penting dalam mencerminkan dan menentukan kemuliaan atau kehinaan peribadi serta jati diri seseorang sama ada sebagai seorang yang salih mahu pun sebagai seorang yang toleh. Malahan, hati juga dianggap agen penentu kepada hidup dan matinya jasad manusia. Tidak berfungsinya anggota tubuh badan manusia secara keseluruhannya adalah kerana terlucutnya roh yang bertapak dalam hatinya. Hatilah tempat bertapaknya iman, takwa, sifat mahmudah, niat dan dalam ketika yang lain, di sinilah juga terletaknya kekufuran, nifaq dan sifat mazmumah.

Yang paling menarik, dalam helaian al-Quran perkataan hati biasa disebut sebagai al-qalb yang membawa maksud sesuatu yang tidak tetap, berubah-ubah dan berdolak-dalik. Bertepatan dengan konotasi al-qalb, maka hati begitu mudah berubah-ubah dari satu keadaan ke satu keadaan yang lain. Di dalam hati ada dua unsur kekuatan yang sentiasa berlawanan antara satu sama lain iaitu antara iman dengan kufur, kebaikan dan keburukan, taat dan ingkar, hak dan batil dan sebagainya.

Apabila ditinjau dalam al-Quran, ada banyak rangkaian ayat membicarakan mengenai hal hati terutama hati yang bersih lagi suci daripada sebarang karat dosa dan maksiat. Hati yang bersih lagi suci itu ialah hati yang diterangi dengan cahaya Ilahi dan tidak terselit sedikit pun perasaan keraguan dan kesyirikan dalam hatinya. Seterusnya, hati yang bersih menyakini bahawa segala apa yang wujud di alam semesta ini dicipta Allah yang Maha Berkuasa, sekali gus bertindak sebagai pentadbir mutlak ke atas sekalian alam ini.

Hati yang bersih juga adalah hati yang terhindar daripada sebarang penyakit hati seperti dendam kesumat, dengki, fitnah dan lain-lain lagi sifat yang tercela. Hati yang bersih adalah dipenuhi dengan iman, hidayah petunjuk dan takwa. Di dalamnya, sarat dengan gelora kerinduan, kecintaan, ketaatan dan ketundukan yang kudus kepada Allah. Justeru, hati ialah tempat bertapaknya nilai kebaikan seperti khusyuk, tawaduk, sabar, tawakal, syukur, istiqamah, pemaaf dan lain-lain lagi sifat mahmudah.

Rasulullah amat menggalakkan umatnya memiliki hati yang bersih ini hingga dianggap sebagai seorang manusia terbaik. Dalam hal ini, Baginda pernah ditanya oleh seorang sahabat:

Siapakah manusia yang terbaik. Baginda menjawab: Orang mukmin yang bersih hatinya. Kemudian baginda ditanya lagi: Siapakah orang mukmin yang hatinya bersih? Lantas Nabi pun menjawab: Iaitu orang yang bertakwa, hatinya bersih, tidak melakukan kedurhakaan dan pergkhianatan terhadap Allah, tidak berdendam dan mendengki kepada orang lain.
(Hadis riwayat Ibnu Majah)

Perlu ditegaskan Allah akan memberikan ganjaran kepada setiap hamba-Nya yang berniat melakukan sesuatu kebajikan, tetapi Allah tidak pula mencatatkan keburukan ataupun dosa kepada seorang yang hanya berniat di hatinya untuk melakukan kejahatan dan kejahatan tidak pula dilakukannya di dalam alam realiti. Demikianlah betapa Allah bersifat Maha Pengasih lagi Maha Penyayang terhadap hamba-Nya.

Selanjutnya, Allah hanya akan menilai apa diperbuat dan dilakukannya sebagai balasan dan bekalan pada hari kemudian kelak. Sehubungan itu, orang tidak akan menilai lagi apa terpendam dalam hati seseorang, sebaliknya apa dizahirkan dan dilahirkan melalui anggota tubuh badan seseorang adalah cerminan apa yang tersemat dalam hati itulah yang akan menjadi neraca penilaian.. Oleh itu, amalan tidak beretika dan bermoral yang semakin berleluasa di dalam masyarakat kita itu adalah isyarat hati seseorang kotor, hati ketandusan nilai kerohanian yang luhur dan jauh daripada prinsip ajaran Islam yang sebenarnya.

Pernah berlaku peristiwa seperti diriwayatkan Sahl bin Sa’ad berkata: Ada seorang lelaki yang lalu melewati hadapan Rasulullah, lalu Baginda bertanya kepada sahabat yang duduk di sebelah Baginda: Apakah pendapatmu mengenai orang ini? Maka sahabat itu pun berkata: Dia adalah seorang lelaki daripada kalangan terhormat. Demi Allah! Orang ini sangat layak dinikahi jika dia datang melamar, diberi syafaat jika dia meminta syafaat. Rasulullah pun diam seketika. Kemudian, datang pula seorang lelaki melewati hadapan Baginda. Baginda kembali bertanya: Apakah pendapatmu mengenai orang ini pula? Lantas sahabat itu pun berkata: Wahai Rasulullah! Dia ini adalah daripada kalangan orang fakir miskin. Dia ini sememangnya layak ditolak jika datang melamar, tidak layak diberi syafaat jika dia meminta dan juga tidak layak diberi perhatian jika dia berbicara. Maka Rasulullah bersabda bermaksud: Orang ini (yang kedua) jauh lebih baik daripada orang yang pertama tadi.

Jelas kisah dipaparkan itu bahawa nilai dan taraf seseorang manusia bukannya diukur daripada kebesaran rupa lahiriahnya, bukannya daripada kekayaannya, bukan daripada kemuliaan nasab keturunannya, bukan dari ketrampilannya yang menarik dan bukan pula daripada kemasyhuran atau ketinggian pangkatnya. Sebaliknya, neraca piawaian yang sebenarnya di sisi Allah ialah sepohon iman yang bertapak kukuh di dasar hatinya, buah amal yang dihasilkan pepohon iman dibajai dengan keikhlasan, ketakwaan dan ketundukan yang penuh tulus ke hadrat Allah.

والله اعلم

KLiK UnTuK ArTiKeL PeNuH daN uLaSaN...
Related Posts with Thumbnails