Jump to ratings and reviews

Why Nations Fail: The Origins of Power, Prosperity, and Poverty

Dalam era globalisasi seperti sekarang ini, mengapa masih ada negara yang kaya dan negara yang miskin? Mengapa kesenjangan pendapatan dan sosial antara negara kaya dan negara miskin bisa sangat jauh berbeda, sampai-sampai eksistensi negara miskin dibayangi oleh cap “Negara Gagal”?

Sebagai contoh, lihat saja negara Korea. Walau mereka sama (baik dari segi budaya, suku, ras, dan etnik), situasi kehidupan antara Korea Utara dan Korea Selatan sangat jauh berbeda. Saat ini, Korea Utara termasuk ke dalam deretan negara paling miskin di dunia berdasarkan pendapatan per kapitanya. Warganya hidup melarat dan dicekam oleh rezim pemerintahan yang otoriter. Sementara itu, warga Korea Selatan hidup makmur sejahtera dan dilindungi oleh pemerintah yang responsif serta mengayomi seluruh kebutuhan warganya. Pun bisa menjadi negara di benua Asia yang berhasil mencengangkan dunia dengan pertumbuhan ekonominya dalam satu dasawarsa ini.

Apakah yang menyebabkan kesenjangan antara negara miskin dan kaya begitu menganga? Faktor budaya, letak geografis, atau perbedaan iklim? Ternyata tidak. Semua faktor itu tidak ada sangkut-pautnya dengan kesenjangan yang terjadi di negara kaya dan miskin.

Dalam buku ini, Daron Acemoglu dan James A. Robinson memaparkan dengan sangat berani bahwa institusi politik-ekonomi suatu negaralah yang menjadi penentu. Negara yang institusi politik-ekonominya bersifat inklusif, cenderung berpotensi untuk menjadi negara kaya. Sementara negara yang institusi politik-ekonominya bersifat ekstraktif, cenderung tinggal menunggu waktu untuk terseret ke dalam jurang kemiskinan, instabilitas politik, dan menjadi negara gagal.

Tapi, apakah sesederhana itu? Ternyata tidak... Temukan semuanya dalam buku yang sangat mencerahkan ini.

529 pages, Hardcover

First published March 1, 2012

Loading...
Loading...

About the author

Daron Acemoğlu

99 books2,120 followers
Daron Acemoglu is the Elizabeth and James Killian Professor of Economics at the Massachusetts Institute of Technology. In 2005 he won the prestigious John Bates Clark medal, awarded to the best economist under 40.

Ratings & Reviews

What do you think?

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
25,855 (38%)
4 stars
26,102 (38%)
3 stars
11,554 (17%)
2 stars
2,936 (4%)
1 star
923 (1%)
Displaying 1 - 2 of 2 reviews
Profile Image for Javier Ramalleira.
203 reviews
July 30, 2023
Neste libro os autores teorizan que a clave de que unha sociedade prospere (que directamente linkan ao crecemento económico) é que conte con institucións plurais e democráticas tanto no poder político como económico.

Para ilustrar a súa teoría, fan unha serie de relatos históricos de diversas sociedades, convenientemente escollidas, para apoiar a súa teoría.

Cun claro sesgo a favor do neoliberalismo económico, e cun claro desprezo ante as economías centralizadas, deciden pasar de puntillas sobre a economía de China.

As estrelas que lle dou lévaas porque me ilustrou sobre a construcción histórica de nacións que non coñecía demasiado ben, sobre todo no continente africano.

Case 500 páxinas que francamente só vos recomendo se queredes que despois nos xuntemos para tomar unhas cañas e rajar.
Displaying 1 - 2 of 2 reviews