2
Most read
3
Most read
4
Most read
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
. Masalah ketenagakerjaan merupakan permasalahan nasional dengan
tingkat pengangguran terbuka sebesar 6.56% atau sebanyak 7.70 juta pencari kerja
(BPS 08/2011). Sangat kompleksnya pemasalahan dibidang ketenagakerjaan,
khususnya menyangkut tingginya tingkat pengangguran mendorong pemerintah
untuk terus menerus mencari solusi guna mengantisipasi permasalahan tersebut
melalui berbagai kebijakan. Dari satu sisi permasalahan masive berupa
“rendahnya tingkat keterserapan tamatan sekolah oleh industri” selalu menjadi
topik hangat. Sedangkan disisi lain, kapasitas penyerapan tenaga kerja di industri,
jika dihitung berdasarkan kuantitatif, juga tidak akan mampu menyerap seluruh
pencari kerja yang disuplai oleh institusi pendidikan setiap tahunnya
Institusi pendidikan kejuruan (SMK) mempunyai peranan yang sangat
penting sebagai pencetak sumber daya manusia (SDM) terampil dalam menopang
kinerja industri. Akan tetapi dengan semakin berkembangnya teknologi pada era
globalisasi ini dan semakin tingginya tuntutan kompetensi sumber daya manusia
(SDM) di dunia industri memaksa institusi pendidikan kejuruan (SMK) mampu
mencetak sumber daya manusia (SDM) yang memiliki kualifikasi dan daya saing
sesuai dengan permintaan dunia industri saat ini.
Untuk meningkatkan keberterimaan lulusan institusi pendidikan kejuruan
(SMK) di bidang industri yang sudah sangat maju ini, pemerintah dalam hal ini
Direktorat Pembinaan SMK memprogramkan metoda belajar melalui konsep
“Teaching Factory“ (TEFA) untuk SMK, mengadopsi konsep “dual-system” yang
telah teruji diterapkan di negara seperti Jerman, Austria dan Swiss. Kebijakan ini
bertujuan meningkatkan kompetensi lulusan SMK yang sesuai dengan permintaan
industri dan sekaligus penguatan dalam hal pembekalan entrepreuneurship, yang
diharapkan mampu menjawab permasalahan ketenagakerjaan di Indonesia.
Penerapan konsep Teaching Factory diharapkan menjadikan terbentuknya suatu
interface antara dunia pendidikan dan dunia industri, sehingga terjadi check and
balance terhadap proses pendidikan di institusi pendidikan yang berorientasi
kebutuhan pasar kerja. Kualitas Pengajar SMK yang mayoritas masih kurang
berpengalaman di industri juga akan meningkat dengan adanya transfer teknologi
dari industri. Konsep pembelajaran melalui Teaching Factory yang berbasis
produksi / jasa, akan memberikan kompetensi tambahan terutama pada “Soft
Skill” seperti kewirausahaan, berkomunikasi dengan pelanggan, bagaimana
berkompetisi dan sebagainya.
Akan tetapi pada kenyataannya kemampuan tiap – tiap institusi pendidikan
kejuruan (SMK) berbeda – beda dilihat dari segi kesiapan dan ketersediaan sarana
– prasarana, finansial, dan sember daya manusia (SDM) maupun fasilitas untuk
menerapkan “Teaching Fatory” disekolahnya. Sedangkan tanpa kita sadari saat ini
telah terjadi kesenjangan (gap) yang sangat lebar antara Institusi pendidikan
vokasi dengan Industri. Hal ini terjadi manakala industri sudah menerapkan
teknologi digital (computerized) sementara institusi pendidikan masih berada pada
teknologi manual, sehingga membuat rendahnya tingkat keberterimaan lulusan
SMK ketika mereka harus memasuki dunia industri yang sudah serba digital.
CNC (Computerized Numerical Control) merupakan salah satu contoh
peralatan industri yang sudah menerapkan teknologi digital. CNC (Computerized
Numerical Control) merupakan peralatan industri yang banyak dipakai di dunia
industri khususnya di Indonesia. Untuk mendekatkan tingkat keberterimaan
lulusan SMK di Industri tentu harus diikuti oleh penguasaan teknologi digital
pada semua SMK, sehingga lulusan SMK memiliki pengetahuan serta
kemampuan dan dapat beradabtasi dengan dunia industri saat ini yang sudah
menggunakan banyak peralatan digital.
Melihat dari segi kemampuan tiap – tiap sekolah dalam hal ketersediaan
fasilitas maupun finansial Institusi Pendidikan Kejuruan (SMK) yang tidak merata
untuk menerapkan sistem “Teaching Factory”, maka dari itu dibutuhkan peran
aktif pemerintah dalam hal ini Direktorat Pembinaan SMK untuk membantu
pengadaan peralatan digital dalam hal ini mesin CNC (Computerized Numerical
Control) untuk institusi – institusi pendidikan kejuruan (SMK) yang berfungsi
menunjang terlaksananya proses kegiatan belajar mengajar yang berbasis pada
“Teaching Factory” demi terbentuknya lulusan – lulusan SMK yang memiliki
kemampuan serta keahlian seperti yang diinginkan oleh dunia industri.
B. Tujuan
Tujuan dari proposal ini adalah :
1. Memohon bantuan peralatan peralatan CNC (Computerized Numerical
Control) di SMK.
2. Mendukung upaya pemerintah untuk menerapkan program “Teaching
Factory”di SMK.
3. Membekali dan meningkatkan kemampuan siswa maupun guru dalam
penguasaan teknologi teknologi digital (CNC) dalam era masyarakan
ekonomi ASEAN.
4. Meningkatkan daya saing lulusan SMK di dunia kerja atau industri
BAB II
PROFIL DAN PROGRAM KERJA SEKOLAH
A. Profil Umum Sekolah
1. Visi Sekolah
TAQWA, TERAMPIL, MANDIRI
2. Misi Sekolah
 Menyiapkan tenaga kerja yang berakhlaq mulia, berima dan
bertaqwa kepada Allah SWT, sesuai dengan ketentuan hukum
Agama Islam.
 Menyiapakan tenaga kerja yang terampil, cakap, berdisiplin
tinggi dan bertanggung jawab serta mempunyai rasa percaya
diri.
 Menyiapkan tenaga kerja tingkat menengah untuk memenuhi
kebutuhan dunia kerja / industri yang mengembangkan sikap
profesionalisme.
 Menyiapkan tenaga kerja yang mandiri, mampu berkompetisi,
dan berjiwa wiraswasta.
3. Tujuan Sekolah
Terwujudnya Manusia Muslim Yang Berakhlaq Mulia,
Cakap, Percaya Pada Diri Sendiri, Berguna Bagi Masyarakat dan
Negara
B. Data Sekolah
SMK Muhammadiyah 2 Borobudur adalah sebuah SMK
dibawah Majelis Dikdasmen Yayasan Muhammadiyah Kabupaten
Magelang yang memperikan pengajaran baik pengetahuan umum
maupun produktif sebagai skill siswa dan terutama pendidikan
agama Islam sebagai bekal penting dalam mengembangkan akhlak
dan moral siswa. Alumni siswa SMK Muhammadiyah 2 Borobudur
mudah terserap oleh berbagai lapangan pekerjaan dan industri sperti
: PT. PAMA PERSADA NUSANTARA, PT. EPSON, PT.ADM (Astra
Daihatsu Motor) PT. AHM (Astra Honda Motor) dan lain sebagainya.
Selain itu, siswa juga dapat mengembangkan keterampilan yang
didapatkan dengan membuka peluang usaha sendiri seperti : Jasa
Bengkel Motor, Las dan Bubut dan lain sebagainya.
C. Program Keahlian atau Kompetensi Keahlian dan Data Siswa
PROGRAM KEAHLIAN (JURUSAN) :
1. TEKNIK PEMELIHARAAN MEKANIK INDUSTRI
2. TEKNIK MEKANIK OTOMOTIF KENDARAAN RINGAN
Tabel Jumlah siswa SMK Muhammadiyah 2 Borobudur 2014/2015
No. Kelas Jumlah Total
1
X MA 28
55
X MB 27
X OA 37
109X OB 36
X OC 36
Jumlah Kelas X 164 164
2
XI MA 37
75
XI MB 38
XI OA 34
100XI OB 35
XI OC 31
Jumlah Kelas XI 175 175
3
XII MA 36
73
XII MB 37
XII OA 39
117XII OB 40
XII OC 38
Jumlah Kelas XII 190 190
Total 529 529
D. Data Sarana dan Prasarana Sekolah
SMK Muhammadiyah 2 Borobudur memiliki sarana dan
prasarana pendidikan yang lengkap untuk menunjang program
pembelajaran diantaranya:
1. Ruang Kelas yang representatif
2. Laboratorium Bengkel
3. Laboratorium Komputer
4. Tempat Ibadah, Kantin, Perpustakaan
5. Bursa Kerja Khusus (BKK)
6. Bengkel Unit Produksi
7. Kondisi sekolah yang aman dan nyaman, serta jauh dari polusi
dan kebisingan kendaraan bermotor.
8. Lapangan Olah raga
E. Sasaran Kebutuhan Sekolah
F. Analisis Kesiapan Fungsi Sekolah
BAB III
RENCANA PELAKSANAAN PENGADAAN PERALATAN
CNC (Computerized Numerical Control)
A. Panitia Pengadaan Peralatan CNC (Computerized Numerical Control)
Untuk optimalisasi kegiatan dalam melaksanakan pegadaan peralatan CNC
(Computerized Numerical Control) di SMK,oleh karena itu Kepala Sekolah SMK
membentuk panitia untuk memantau dan meninjau pengadaan peralatan tersebut.
Adapun susunanya panitia sebagai berikut:
Tabel 1. Susuan Kepanitiaan Pegadaan Peralatan CNC
No. Nama Jabatan
1.
2.
3.
4.
5.
B. Rencana Pengadaan Peralatan CNC
Tim pengadaan peralatan CNC yang telah dibentuk telah melaksanakan
proses awal, yakni memilih dan menentukan produk peralatan CNC
(Computerized Numerical Control) yang sesuai dengan kebutuhan kegiatan
belajar mengajar di program studi Teknik Permesinan SMK . Peralatan CNC
yang dipilih merupakan mesin CNC lathe dan mesin milling. Mesin tersebut
dipilih dari produsen mesin CNC yang memiliki pengalaman dalam proses
pembuatan sparepart otomotif. Secara teknis mesin – mesin CNC yang dipilih
harus memiliki spesifikasi yang sama dengan mesin – mesin CNC yang
digunakan di dunia industri di Indonesia saat ini. Adapun fungsi untuk CNC lathe
adalah Mesin pemotong logam yang membuat bentuk silindris, dan pembuatan
ulir, produk nya seperti:shaft, ulir, bushing, dan komponen lain yang berbentuk
silndris.yang digerakkan secara otomatis dengan program CNC, cocok untuk
produk presisi dan produksi masal. Digerakkan dengan CNC control GreaMat,
sedangkan untuk CNC Milling berfungsi untuk Mesin pemotong logam 2 axis
untuk membuat cetakan, punch, roda gigi, baut/ulir dengan tingkat kepresisian
dan kecepatan yang tinggi. Cocok untuk produksi spare part otomotif, digerakkan
secara otomatis dengan program CNC control GreaMat. Dapat ditambahkan
rotari table sehingga mesin bisa bergerak 4 axis, untuk pekerjaan pembuatan spare
part atau benda yang rumit. Oleh karena fungsi dari mesin – mesin tersebut adalah
untuk pelatihan berbasis produksi maka mesin tersebut harus memiliki desain
guideway berada di midle (midle guideway) dan Double “V”Guideway agar
mesin lebih stabil. Berikut adalah spesifikasi dari mesin tersebut:
Tabel 2. Spesifikasi Peralatan CNC lathe dan milling
No Type
1 CNC Lathe Slant bed 4- station toolpost (SH) Series SH 300E
Machine Characteristics
Better Chip flow
Ballscrew in the middle of guidways
Adjustable operation panel box
Ergonomic design
Less torsion, better accuracy
CNC Control Gmat turning
Spesification
1. Chuck size 6"
2. Max. swing dia. Overbed : ǿ300mm
3. Max .Lenght of workpiece : ǿ280mm, 350(collet)
4. Max .dia. Of turning : ǿ200mm
5. Max. swing dia. Over slide : ǿ140mm
Spindle
1. Spindle bore : ǿ48
2. max. dia of throught hole : ǿ40
3. Spindle speed : 3500 rpm
4. Main motor power : 3.7 kW
Axis
1. X axis travel 300mm
2. Z axis travel 280mm , 350 (collet)
3. X/Z rapid traverse 8/12 m/min
Standard Features
Manual 3 Jaw Chuck
Auto Lubrication system
Auto Coolant System
Manual Tail stock
4 stations auto toolpost plus 2 stations
gang tools
Spesification
30° Slant bed get toolpost close to
operator
2 CNC Vertical Machining center (GVM) Series GVM320E
Machine Characteristics:
Specialized Machine for Dies and Mold
3 axes all linear guideways
Fast rapid traverse
High quality casting material
Direct drive feeding system
full enclosed guaard cover
Spesification
Table
1. Table size : 600mmx280mm
2. T slot : 14x3x81mm
3. Max load : 250kg
Travel
1. X/Y/Z travel 320/240/450
2. Spindle nose to table : 50-500mm
3. Spindle center to column : 280mm
4. Guideway type : LM: X/Y/Z
Spindle 400/250/80mm
1. Spindle type : BT30
2. Spindle servo motor : 5.5kW
3. Spindle speed : 8000 rpm
Feed and ATC
1. X/Y/Z axis rapid traverse : 20/20/20 m/min
2. ATC capacity/type : 12 / Drum
Dimension and Weight
1. Dimension : 2100x1900x2500mm
2. Weight : 2000kg
Standard Features:
ATC
Lubrication system
Handheld MPG
Air gun
Electricaal cabinet air conditioned
Operation door safety switch
Chip conveyor
Controller GreaMat 805Ma
Gambar 1. CNC lathe SH-300E
Gambar 2. CNC Milling GVM-320E
C. Rancangan Anggaran Pengadaan Peralatan CNC
Berikut merupakan rancangan anggara untuk pengadaan peralatan CNC:
Tabel 3. Rancangan Anggaran Pengadaan Peralatan CNC
*Harga belum termasuk PPN 10%
Instalasi - - - -
Training - - - -
Instalasi - - - -
Training - - - -
985,000,000
Total Harga
(Rp)
No Jenis CNC Merk/ Type/ Co.
Jumlah
(Unit)
Harga (Rp)
1
2
Jumlah
380,000,000 380,000,000
GreaMat/GVM320E/
China-Taiwan
1 605,000,000 605,000,000
CNC Lathe Slant bed 4- station
toolpost (SH) Series
CNC Vertical Machining center
(GVM) Series
GreaMat/SH300E/
China-Taiwan
1
BAB IV
PENUTUP
Dengan diadakannya peralatan CNC (Computerized Numerical Control) di
SMK diharapkan Institusi Pendidikan Kejuruan (SMK) dapat berperan serta
mengaplikasikan sistem pembelajaran “Teaching Factory” sehingga diharapakan
dapat menambah kualitas sekolah, siswa, guru maupun lulusan SMK dalam
bersaing di dunia kerja maupun industri saat ini. Diharapkan sekolah dapat
memenuhi sarana belajar siswa sehingga sekolah dapat memberikan Standar
Pelayanan Minimal (SPM) dan dapat terus berkembang sehingga dapat berprestasi
baik bidang akademik maupun non akademik, siap kerja dan menjadi tenaga kerja
yang handal dan terpercaya.
Demikian proposal kami, besar harapan kami adanya peran serta Direktorat
Pembinaan SMK untuk mendukung terwujudnya lulusan SMK yang berkompeten
dalam bidang industri.
Mukhtarom79@gmail.com
SMK 3 PURBALINGGA

More Related Content

DOCX
PROPOSAL PENGEMBANGAN TEACHING FACTORY.docx
PPTX
PPT aksi nyata modul 1.4 budaya positif.pptx
PPTX
Power point materi seo
PPTX
Presentasi Penjualan
PPTX
TUGAS KONEKSI ANTAR MATERI 3.1.pptx
PDF
2.1.a.9. KONEKSI ANTAR MATERI.pdf
DOCX
Proposal pkwu 4
PPTX
materi rapat tp 2024-2025 pengenalan dan rencana kerja 1 tahun
PROPOSAL PENGEMBANGAN TEACHING FACTORY.docx
PPT aksi nyata modul 1.4 budaya positif.pptx
Power point materi seo
Presentasi Penjualan
TUGAS KONEKSI ANTAR MATERI 3.1.pptx
2.1.a.9. KONEKSI ANTAR MATERI.pdf
Proposal pkwu 4
materi rapat tp 2024-2025 pengenalan dan rencana kerja 1 tahun

What's hot (20)

PPTX
Program Teaching Factory SMK
DOCX
Program kerja pkl
DOCX
Proposal resmi tefa multimedia
DOCX
Struktur kurikulum smk teknik otomotif
PPTX
SMK PK rev3.pptx
PDF
Format Kajian Penyelarasan_Kur Merdeka TBSM.pdf
PDF
Aksi Nyata Menyebarkan Pemahaman Mengapa Kurikulum Perlu Berubah?.pdf
DOCX
Laporan Prakerin Siswa SMK
DOCX
Surat pernyataan kesediaan bekerjasama
PPTX
Powerpoint Materi Modul Ajar.pptx
DOCX
Proposal kegiatan pkl
DOC
Struktur kurikulum-tkr-2013
DOCX
Contoh Laporan Prkatek Kerja Industri (PRAKERIN) SMK TKJ
DOCX
Buku jurnal pkl siswa
DOCX
5 template pemetaan kompetensi dasar dalam kegiatan pkl
DOCX
KRITERIA PENILAIAN LOMBA KEBERSIHAN KELAS
DOCX
LKPD MENGANALISIS PEMASARAN ONLINE.docx
PDF
Laporan PRAKERIN
DOC
Lembaran p engesahan ptk
DOCX
BAB I KURIKULUM KTSP 2022-2023 TB.docx
Program Teaching Factory SMK
Program kerja pkl
Proposal resmi tefa multimedia
Struktur kurikulum smk teknik otomotif
SMK PK rev3.pptx
Format Kajian Penyelarasan_Kur Merdeka TBSM.pdf
Aksi Nyata Menyebarkan Pemahaman Mengapa Kurikulum Perlu Berubah?.pdf
Laporan Prakerin Siswa SMK
Surat pernyataan kesediaan bekerjasama
Powerpoint Materi Modul Ajar.pptx
Proposal kegiatan pkl
Struktur kurikulum-tkr-2013
Contoh Laporan Prkatek Kerja Industri (PRAKERIN) SMK TKJ
Buku jurnal pkl siswa
5 template pemetaan kompetensi dasar dalam kegiatan pkl
KRITERIA PENILAIAN LOMBA KEBERSIHAN KELAS
LKPD MENGANALISIS PEMASARAN ONLINE.docx
Laporan PRAKERIN
Lembaran p engesahan ptk
BAB I KURIKULUM KTSP 2022-2023 TB.docx
Ad

Similar to Proposal smk (20)

DOCX
LAPORAN PKL MOH. QHOBUS FAUZI (new).docx
PPTX
KEGIATAN Sinkronisasi SMKN KLAIBARU 2021.pptx
DOCX
Buku panduan-prakerin
PDF
Laporan Praktik Industri SMKN Blambangan Umpu
DOCX
Laporan PKL Atri Yuliansyah 2011/2012
DOCX
Proposal pratik industri edit
PDF
Institusi dan sistem dalam ptv- RBTS3013
PPTX
Luaran Vokasi di Era Modern saat ini yang dibutuhkan
PDF
DT-Fashion.pdf
PDF
GrandDesignTeachingFactory_ArieWibowo.pdf
PDF
Tentang SMK Prakarya Internasional [SMK PI]
DOCX
Report latihan industri
DOCX
contoh laporan pkl smk auto matsuda jurusan tkr
PDF
E brochure SMK Pi 2016
PDF
E BROCHURE SMK PI 2016
PPTX
Pengembangan-Teaching-Factory-SMK-4-0.pptx
PDF
Bahan Bacaan Sekolah Menengah Kejuruan Pusat Keunggulan.pdf
PDF
Materi dari UT ke SMK untuk meningkatkan Kemitraan SMK dengan IDUKA.pdf
PPTX
presentasi untuk pendaftaran siswa baru PPDB.pptx
PDF
Panduan_Pengembangan_TeFa.pdf
LAPORAN PKL MOH. QHOBUS FAUZI (new).docx
KEGIATAN Sinkronisasi SMKN KLAIBARU 2021.pptx
Buku panduan-prakerin
Laporan Praktik Industri SMKN Blambangan Umpu
Laporan PKL Atri Yuliansyah 2011/2012
Proposal pratik industri edit
Institusi dan sistem dalam ptv- RBTS3013
Luaran Vokasi di Era Modern saat ini yang dibutuhkan
DT-Fashion.pdf
GrandDesignTeachingFactory_ArieWibowo.pdf
Tentang SMK Prakarya Internasional [SMK PI]
Report latihan industri
contoh laporan pkl smk auto matsuda jurusan tkr
E brochure SMK Pi 2016
E BROCHURE SMK PI 2016
Pengembangan-Teaching-Factory-SMK-4-0.pptx
Bahan Bacaan Sekolah Menengah Kejuruan Pusat Keunggulan.pdf
Materi dari UT ke SMK untuk meningkatkan Kemitraan SMK dengan IDUKA.pdf
presentasi untuk pendaftaran siswa baru PPDB.pptx
Panduan_Pengembangan_TeFa.pdf
Ad

Proposal smk

  • 1. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang . Masalah ketenagakerjaan merupakan permasalahan nasional dengan tingkat pengangguran terbuka sebesar 6.56% atau sebanyak 7.70 juta pencari kerja (BPS 08/2011). Sangat kompleksnya pemasalahan dibidang ketenagakerjaan, khususnya menyangkut tingginya tingkat pengangguran mendorong pemerintah untuk terus menerus mencari solusi guna mengantisipasi permasalahan tersebut melalui berbagai kebijakan. Dari satu sisi permasalahan masive berupa “rendahnya tingkat keterserapan tamatan sekolah oleh industri” selalu menjadi topik hangat. Sedangkan disisi lain, kapasitas penyerapan tenaga kerja di industri, jika dihitung berdasarkan kuantitatif, juga tidak akan mampu menyerap seluruh pencari kerja yang disuplai oleh institusi pendidikan setiap tahunnya Institusi pendidikan kejuruan (SMK) mempunyai peranan yang sangat penting sebagai pencetak sumber daya manusia (SDM) terampil dalam menopang kinerja industri. Akan tetapi dengan semakin berkembangnya teknologi pada era globalisasi ini dan semakin tingginya tuntutan kompetensi sumber daya manusia (SDM) di dunia industri memaksa institusi pendidikan kejuruan (SMK) mampu mencetak sumber daya manusia (SDM) yang memiliki kualifikasi dan daya saing sesuai dengan permintaan dunia industri saat ini. Untuk meningkatkan keberterimaan lulusan institusi pendidikan kejuruan (SMK) di bidang industri yang sudah sangat maju ini, pemerintah dalam hal ini Direktorat Pembinaan SMK memprogramkan metoda belajar melalui konsep “Teaching Factory“ (TEFA) untuk SMK, mengadopsi konsep “dual-system” yang telah teruji diterapkan di negara seperti Jerman, Austria dan Swiss. Kebijakan ini bertujuan meningkatkan kompetensi lulusan SMK yang sesuai dengan permintaan industri dan sekaligus penguatan dalam hal pembekalan entrepreuneurship, yang diharapkan mampu menjawab permasalahan ketenagakerjaan di Indonesia. Penerapan konsep Teaching Factory diharapkan menjadikan terbentuknya suatu interface antara dunia pendidikan dan dunia industri, sehingga terjadi check and
  • 2. balance terhadap proses pendidikan di institusi pendidikan yang berorientasi kebutuhan pasar kerja. Kualitas Pengajar SMK yang mayoritas masih kurang berpengalaman di industri juga akan meningkat dengan adanya transfer teknologi dari industri. Konsep pembelajaran melalui Teaching Factory yang berbasis produksi / jasa, akan memberikan kompetensi tambahan terutama pada “Soft Skill” seperti kewirausahaan, berkomunikasi dengan pelanggan, bagaimana berkompetisi dan sebagainya. Akan tetapi pada kenyataannya kemampuan tiap – tiap institusi pendidikan kejuruan (SMK) berbeda – beda dilihat dari segi kesiapan dan ketersediaan sarana – prasarana, finansial, dan sember daya manusia (SDM) maupun fasilitas untuk menerapkan “Teaching Fatory” disekolahnya. Sedangkan tanpa kita sadari saat ini telah terjadi kesenjangan (gap) yang sangat lebar antara Institusi pendidikan vokasi dengan Industri. Hal ini terjadi manakala industri sudah menerapkan teknologi digital (computerized) sementara institusi pendidikan masih berada pada teknologi manual, sehingga membuat rendahnya tingkat keberterimaan lulusan SMK ketika mereka harus memasuki dunia industri yang sudah serba digital. CNC (Computerized Numerical Control) merupakan salah satu contoh peralatan industri yang sudah menerapkan teknologi digital. CNC (Computerized Numerical Control) merupakan peralatan industri yang banyak dipakai di dunia industri khususnya di Indonesia. Untuk mendekatkan tingkat keberterimaan lulusan SMK di Industri tentu harus diikuti oleh penguasaan teknologi digital pada semua SMK, sehingga lulusan SMK memiliki pengetahuan serta kemampuan dan dapat beradabtasi dengan dunia industri saat ini yang sudah menggunakan banyak peralatan digital. Melihat dari segi kemampuan tiap – tiap sekolah dalam hal ketersediaan fasilitas maupun finansial Institusi Pendidikan Kejuruan (SMK) yang tidak merata untuk menerapkan sistem “Teaching Factory”, maka dari itu dibutuhkan peran aktif pemerintah dalam hal ini Direktorat Pembinaan SMK untuk membantu pengadaan peralatan digital dalam hal ini mesin CNC (Computerized Numerical Control) untuk institusi – institusi pendidikan kejuruan (SMK) yang berfungsi menunjang terlaksananya proses kegiatan belajar mengajar yang berbasis pada
  • 3. “Teaching Factory” demi terbentuknya lulusan – lulusan SMK yang memiliki kemampuan serta keahlian seperti yang diinginkan oleh dunia industri. B. Tujuan Tujuan dari proposal ini adalah : 1. Memohon bantuan peralatan peralatan CNC (Computerized Numerical Control) di SMK. 2. Mendukung upaya pemerintah untuk menerapkan program “Teaching Factory”di SMK. 3. Membekali dan meningkatkan kemampuan siswa maupun guru dalam penguasaan teknologi teknologi digital (CNC) dalam era masyarakan ekonomi ASEAN. 4. Meningkatkan daya saing lulusan SMK di dunia kerja atau industri
  • 4. BAB II PROFIL DAN PROGRAM KERJA SEKOLAH A. Profil Umum Sekolah 1. Visi Sekolah TAQWA, TERAMPIL, MANDIRI 2. Misi Sekolah  Menyiapkan tenaga kerja yang berakhlaq mulia, berima dan bertaqwa kepada Allah SWT, sesuai dengan ketentuan hukum Agama Islam.  Menyiapakan tenaga kerja yang terampil, cakap, berdisiplin tinggi dan bertanggung jawab serta mempunyai rasa percaya diri.  Menyiapkan tenaga kerja tingkat menengah untuk memenuhi kebutuhan dunia kerja / industri yang mengembangkan sikap profesionalisme.  Menyiapkan tenaga kerja yang mandiri, mampu berkompetisi, dan berjiwa wiraswasta. 3. Tujuan Sekolah Terwujudnya Manusia Muslim Yang Berakhlaq Mulia, Cakap, Percaya Pada Diri Sendiri, Berguna Bagi Masyarakat dan Negara B. Data Sekolah SMK Muhammadiyah 2 Borobudur adalah sebuah SMK dibawah Majelis Dikdasmen Yayasan Muhammadiyah Kabupaten Magelang yang memperikan pengajaran baik pengetahuan umum maupun produktif sebagai skill siswa dan terutama pendidikan agama Islam sebagai bekal penting dalam mengembangkan akhlak dan moral siswa. Alumni siswa SMK Muhammadiyah 2 Borobudur mudah terserap oleh berbagai lapangan pekerjaan dan industri sperti : PT. PAMA PERSADA NUSANTARA, PT. EPSON, PT.ADM (Astra
  • 5. Daihatsu Motor) PT. AHM (Astra Honda Motor) dan lain sebagainya. Selain itu, siswa juga dapat mengembangkan keterampilan yang didapatkan dengan membuka peluang usaha sendiri seperti : Jasa Bengkel Motor, Las dan Bubut dan lain sebagainya. C. Program Keahlian atau Kompetensi Keahlian dan Data Siswa PROGRAM KEAHLIAN (JURUSAN) : 1. TEKNIK PEMELIHARAAN MEKANIK INDUSTRI 2. TEKNIK MEKANIK OTOMOTIF KENDARAAN RINGAN Tabel Jumlah siswa SMK Muhammadiyah 2 Borobudur 2014/2015 No. Kelas Jumlah Total 1 X MA 28 55 X MB 27 X OA 37 109X OB 36 X OC 36 Jumlah Kelas X 164 164 2 XI MA 37 75 XI MB 38 XI OA 34 100XI OB 35 XI OC 31 Jumlah Kelas XI 175 175 3 XII MA 36 73 XII MB 37 XII OA 39 117XII OB 40 XII OC 38 Jumlah Kelas XII 190 190 Total 529 529
  • 6. D. Data Sarana dan Prasarana Sekolah SMK Muhammadiyah 2 Borobudur memiliki sarana dan prasarana pendidikan yang lengkap untuk menunjang program pembelajaran diantaranya: 1. Ruang Kelas yang representatif 2. Laboratorium Bengkel 3. Laboratorium Komputer 4. Tempat Ibadah, Kantin, Perpustakaan 5. Bursa Kerja Khusus (BKK) 6. Bengkel Unit Produksi 7. Kondisi sekolah yang aman dan nyaman, serta jauh dari polusi dan kebisingan kendaraan bermotor. 8. Lapangan Olah raga E. Sasaran Kebutuhan Sekolah F. Analisis Kesiapan Fungsi Sekolah
  • 7. BAB III RENCANA PELAKSANAAN PENGADAAN PERALATAN CNC (Computerized Numerical Control) A. Panitia Pengadaan Peralatan CNC (Computerized Numerical Control) Untuk optimalisasi kegiatan dalam melaksanakan pegadaan peralatan CNC (Computerized Numerical Control) di SMK,oleh karena itu Kepala Sekolah SMK membentuk panitia untuk memantau dan meninjau pengadaan peralatan tersebut. Adapun susunanya panitia sebagai berikut: Tabel 1. Susuan Kepanitiaan Pegadaan Peralatan CNC No. Nama Jabatan 1. 2. 3. 4. 5. B. Rencana Pengadaan Peralatan CNC Tim pengadaan peralatan CNC yang telah dibentuk telah melaksanakan proses awal, yakni memilih dan menentukan produk peralatan CNC (Computerized Numerical Control) yang sesuai dengan kebutuhan kegiatan belajar mengajar di program studi Teknik Permesinan SMK . Peralatan CNC yang dipilih merupakan mesin CNC lathe dan mesin milling. Mesin tersebut dipilih dari produsen mesin CNC yang memiliki pengalaman dalam proses pembuatan sparepart otomotif. Secara teknis mesin – mesin CNC yang dipilih harus memiliki spesifikasi yang sama dengan mesin – mesin CNC yang digunakan di dunia industri di Indonesia saat ini. Adapun fungsi untuk CNC lathe adalah Mesin pemotong logam yang membuat bentuk silindris, dan pembuatan ulir, produk nya seperti:shaft, ulir, bushing, dan komponen lain yang berbentuk silndris.yang digerakkan secara otomatis dengan program CNC, cocok untuk produk presisi dan produksi masal. Digerakkan dengan CNC control GreaMat,
  • 8. sedangkan untuk CNC Milling berfungsi untuk Mesin pemotong logam 2 axis untuk membuat cetakan, punch, roda gigi, baut/ulir dengan tingkat kepresisian dan kecepatan yang tinggi. Cocok untuk produksi spare part otomotif, digerakkan secara otomatis dengan program CNC control GreaMat. Dapat ditambahkan rotari table sehingga mesin bisa bergerak 4 axis, untuk pekerjaan pembuatan spare part atau benda yang rumit. Oleh karena fungsi dari mesin – mesin tersebut adalah untuk pelatihan berbasis produksi maka mesin tersebut harus memiliki desain guideway berada di midle (midle guideway) dan Double “V”Guideway agar mesin lebih stabil. Berikut adalah spesifikasi dari mesin tersebut:
  • 9. Tabel 2. Spesifikasi Peralatan CNC lathe dan milling No Type 1 CNC Lathe Slant bed 4- station toolpost (SH) Series SH 300E Machine Characteristics Better Chip flow Ballscrew in the middle of guidways Adjustable operation panel box Ergonomic design Less torsion, better accuracy CNC Control Gmat turning Spesification 1. Chuck size 6" 2. Max. swing dia. Overbed : ǿ300mm 3. Max .Lenght of workpiece : ǿ280mm, 350(collet) 4. Max .dia. Of turning : ǿ200mm 5. Max. swing dia. Over slide : ǿ140mm Spindle 1. Spindle bore : ǿ48 2. max. dia of throught hole : ǿ40 3. Spindle speed : 3500 rpm 4. Main motor power : 3.7 kW Axis 1. X axis travel 300mm 2. Z axis travel 280mm , 350 (collet) 3. X/Z rapid traverse 8/12 m/min Standard Features Manual 3 Jaw Chuck Auto Lubrication system Auto Coolant System Manual Tail stock 4 stations auto toolpost plus 2 stations gang tools Spesification 30° Slant bed get toolpost close to operator
  • 10. 2 CNC Vertical Machining center (GVM) Series GVM320E Machine Characteristics: Specialized Machine for Dies and Mold 3 axes all linear guideways Fast rapid traverse High quality casting material Direct drive feeding system full enclosed guaard cover Spesification Table 1. Table size : 600mmx280mm 2. T slot : 14x3x81mm 3. Max load : 250kg Travel 1. X/Y/Z travel 320/240/450 2. Spindle nose to table : 50-500mm 3. Spindle center to column : 280mm 4. Guideway type : LM: X/Y/Z Spindle 400/250/80mm 1. Spindle type : BT30 2. Spindle servo motor : 5.5kW 3. Spindle speed : 8000 rpm Feed and ATC 1. X/Y/Z axis rapid traverse : 20/20/20 m/min 2. ATC capacity/type : 12 / Drum Dimension and Weight 1. Dimension : 2100x1900x2500mm 2. Weight : 2000kg Standard Features: ATC Lubrication system Handheld MPG Air gun Electricaal cabinet air conditioned Operation door safety switch Chip conveyor Controller GreaMat 805Ma
  • 11. Gambar 1. CNC lathe SH-300E Gambar 2. CNC Milling GVM-320E
  • 12. C. Rancangan Anggaran Pengadaan Peralatan CNC Berikut merupakan rancangan anggara untuk pengadaan peralatan CNC: Tabel 3. Rancangan Anggaran Pengadaan Peralatan CNC *Harga belum termasuk PPN 10% Instalasi - - - - Training - - - - Instalasi - - - - Training - - - - 985,000,000 Total Harga (Rp) No Jenis CNC Merk/ Type/ Co. Jumlah (Unit) Harga (Rp) 1 2 Jumlah 380,000,000 380,000,000 GreaMat/GVM320E/ China-Taiwan 1 605,000,000 605,000,000 CNC Lathe Slant bed 4- station toolpost (SH) Series CNC Vertical Machining center (GVM) Series GreaMat/SH300E/ China-Taiwan 1
  • 13. BAB IV PENUTUP Dengan diadakannya peralatan CNC (Computerized Numerical Control) di SMK diharapkan Institusi Pendidikan Kejuruan (SMK) dapat berperan serta mengaplikasikan sistem pembelajaran “Teaching Factory” sehingga diharapakan dapat menambah kualitas sekolah, siswa, guru maupun lulusan SMK dalam bersaing di dunia kerja maupun industri saat ini. Diharapkan sekolah dapat memenuhi sarana belajar siswa sehingga sekolah dapat memberikan Standar Pelayanan Minimal (SPM) dan dapat terus berkembang sehingga dapat berprestasi baik bidang akademik maupun non akademik, siap kerja dan menjadi tenaga kerja yang handal dan terpercaya. Demikian proposal kami, besar harapan kami adanya peran serta Direktorat Pembinaan SMK untuk mendukung terwujudnya lulusan SMK yang berkompeten dalam bidang industri.