BAB I
SISTEM KONTROL
Kata kontrol sering kita dengar dalam pembicaraan sehari-hari. Kata
kontrol disini dapat diartikan "mengatur", dan apabila kita persempit lagi arti
penggunaan kata kontrol dalam teknik listrik adalah : Suatu peralatan atau
kelompok peralatan yang digunakan untuk mengatur fungsi suatu mesin untuk
menetapkan tingkah laku mesin tersebut sesuai dengan yang diinginkan. Sistem
yang mempunyai kemampuan untuk melakukan start, mengatur dan
memberhentikan suatu proses untuk mendapatkan output sesuai dengan yang
diinginkan disebut " Sistem Kontrol ". Dan pada umumnya sebuah sistem kontrol
adalah merupakan suatu kumpulan peralatan electric / electronic, peralatan
mekanik, atau peralatan listrik lainnya yang digunakan untuk menjamin
stabilitas, transisi yang halus serta akurasi sebuah proses.
Setiap sistem kontrol memiliki tiga element pokok, yaitu : input, proses, dan
output. Pada umumnya input berasal dari transducer. Transducer ini adalah
suatu alat yang dapat merubah kuantitas fisik menjadi sinyal listrik. Beberapa
contoh dari tranducer diantaranya dapat berupa : tombol tekan, sakelar batas,
termostat, straingages, dsb. Tranducer ini mengirimkan informasi mengenai
kuantitas yang diukur. Proses didalam sistem kontrol ini dapat berupa rangkaian
kontrol dengan menggunakan peralatan kontrol yang dirangkai secara listrik.
Dan ada pula yang menggunakan peralatan kontrol dengan sistem
pemrograman yang dapat diperbaharui atau lebih populer disebut dengan
nama PLC ( Programmable Logic Controller ).
Pada kontrol dengan sistem pemrograman yang dapat diperbaharui,
program kontrol disimpan dalam sebuah unit memori dan memungkinkan atau
dapat merubah program yang telah ditulis sebelumnya, yaitu dengan cara
melakukan pemrograman ulang sesuai dengan yang diinginkan. Tugas dari
bagian proses adalah memproses data yang berasal dari input dan kemudian
sebagai hasilnya adalah berupa respon (output).
TNA 1
Sinyal yang berasal dari bagian proses ini berupa sinyal listrik yang
kemudian dipakai untuk mengaktifkan peralatan output seperti : motor,
solenoid, lampu, katup, dsb. Dengan menggunakan peralatan output ini kita
dapat merubah besaran / kuantitas listrik ke dalam kuantitas fisik.
A. KONTROL LOOP TERBUKA
Sistem kontrol loop terbuka adalah merupakan suatu proses dalam
suatu sistem yang mana variabel input akan berpengaruh pada output
yang dihasilkan. Gambar berikut ini menunjukan blok diagram dari sistem
loop terbuka, yang mungkin dapat membantu anda dalam memahami
sistem kontrol tersebut. Jika kita lihat dari blok diagram, pada sistem
kontrol loop terbuka di sini tidak ada informasi yang diberikan ke
peralatan kontrol yang berasal dari peralatan output (variabel yang
dikontrol), sehingga tidak dapat diketahui dengan tepat apakah output
yang diinginkan sesuai dengan keinginan atau tidak. Terutama apabila
terjadi gangguan dari luar yang dapat mempengaruhi output. Oleh
karena itu pada sistem ini akan terjadi kesalahan yang cukup besar oleh
karena tidak adanya koreksi.
Gangguan
System
Yang
Di kontrol
(
Gambar 1. Block Diagram Kontrol Loop Terbuka
Peralatan
Control
proses )
Output
VariableSetting
TNA 2
B. KONTROL LOOP TERTUTUP
Kontrol loop tertutup adalah sebuah proses yang mana variabel
yang dikontrol secara terus menerus disensor kemudian dibandingkan
dengan kuantitas referensi. Adapun variabel yang dikontrol ini dapat
berupa hasil pengukuran seperti misalnya pengukuran temperatur,
kelembaban, posisi mekanik, kecepatan putaran, dsb.
Kemudian hasil pengukuran tadi diumpan balikan ke pembanding
( comparator ). Pembanding ini dapat berupa peralatan mekanik, listrik /
elektronik, atau pneumatik. Pada alat pembanding ini antara kuantitas
referensi dengan sinyal sensor yang berasal dari variabel yang dikontrol
dibandingkan, dan sebagai hasilnya adalah sinyal kesalahan. Sinyal
kesalahan ini hasilnya bisa positif atau negatif, secara matematis sinyal
kesalahan ini seperti ditunjukan pada persamaan dibawah.
Error = harga hasil pengukuran variabel yang dikontrol - set point
Gangguan
Gambar 2. Block Diagram Kontrol Loop Tertutup
Peralatan
Control
System
Yang
Di kontrol
( proses )
Setting
Sensor
Output
Variable
Umpan balik
TNA 3
Apabila kita lihat gambar blok diagram, maka pada blok peralatan
kontrol dapat berupa peralatan yang dapat bekerja secara mekanik,
listrik / elektronik, ataupun pneumatik, yang mana pada blok ini menerima
sinyal kesalahan dan menghasilkan sinyal output yang kemudian
diberikan pada bagian proses untuk memperbaiki kesalahan sampai hasil
/ produk betul-betul sesuai dengan yang diinginkan atau kesalahan sama
dengan nol. Demikian mekanisme sistem kontrol tertutup, dan mekanisme
tersebut bekerja secara terus-menerus (berkelanjutan).
TNA 4
BAB II
MENGENAL PLC
A. PENGERTIAN PLC
PLC ( PROGRAMMABLE LOGIC CONTROLLER ) adalah suatu
peralatan control yang tercipta dari hasil perpaduan antara teknologi
computer “solid – state” dan “ tradisional sequence controller “ control
manual.
Secara khusus PLC adalah special purpose yaitu computer yang
dirancang khusus untuk mengoperasikan suatu masalah tertentu yang
berhubungan dengan pengontrolan atau pengendali dan masalah kerja
mesin atau proses dalam suatu industri.
Menurut NEMA ( National Electrical Manufacturesers Association )
memberi pengertian PLC yaitu “ Suatu peralatan listrik yang beroperasi
digital dengan menggunakan programmable memory untuk penyimpanan
instruksi-instruksi internal sebagai pengganti kerja dari peralatan yang
mempunyai fungsi spesifik, seperti :logic, sequence, timer, counter, dan
aritmatichs, untuk mengontrol kerja dari mesin-mesin atau proses, melalui
modul input output secara analog – digital “.1
)
Pada dasarnya PLC mempunyai fungsi untuk menggantikan kerja
relay - relay mekanik dan timer, tetapi karena adanya keunggulan dari
peralatan mikroprosesor yang membangun perangkat keras dari PLC,
maka PLC dapat melakukan operasi-operasi aritmatik, mengkonversikan
data analog ke digital atau dari digital ke analog, membandingkan data
dan dapat menyelesaikan masalah-masalah control yang bersifat
kompleks.
TNA 5
PLC beroperasi dengan cara memeriksa input dari sebuah proses
guna mengetahui statusnya kemudian sinyal input ini diproses
berdasarkan instruksi logika yang telah diprogram dalam memori.
Antarmuka ( interface ) yang terpasang di PLC memungkinkan PLC
dihubungkan secara langsung ke actuator atau transducer tanpa
memerlukan relay.
Untuk menyesuaikan dengan keadaan kerjanya, maka PLC
dirancang untuk dapat beroperasi pada lingkungan industri yang
berdebu dan tingkat polusi yang tinggi, dengan perubahan suhu 0oC
sampai 60oC dan kelembaban relative antara 0% sampai 95%.2). Karena
dengan menggunakan PLC banyak keuntungan yang sangat
mempengaruhi proses produksi di perusahaan.
Adapun keuntungan dengan menggunakan PLC adalah :
1. Lebih murah biaya dibandingkan system control yang
menggunakan banyak relay ( control manual ).
2. Lebih mudah dalam pemprograman dan dapat dengan mudah
diubah rangkaian sistemnya.
3. Lebih aman , praktis , dan handal dari rangkaian control manual.
4. Mempunyai prinsip seperti computer.
5. Lebih mudah dalam melacak gangguan rangkaian control yang
dibuatnya.
TNA 6
B. PRINSIP KERJA PLC
Prinsip kerja dari PLC secara umum adalah menerima sinyal – sinyal
analog dari peralatan Input luar yang berupa : saklar, tombol – tombol ,
overload, sensor, dan lain –lain. Sinyal analog ini oleh modul input akan
dirubah menjadi sinyal – sinyal digital.
Pada sistem yang akan dikontrol mempunyai sinyal – sinyal / pulsa
dalam tiap input dan output, baik berupa sinyal analog maupun sinyal
digital. Sinyal – sinyal digital ini akan diolah oleh unit pemproses utama
yaitu “ Central Processing Unit “ ( CPU ), sesuai dengan perintah program
yang telah ditetapkan atau diprogram pada memory. Selanjutnya CPU
akan mengambil keputusan – keputusan yang kemudian akan
dipindahkan ke modul Output masih berupa sinyal – sinyal digital.
Input Devices
SistemP
L Yang dikontrol
C
Output Devices
Gambar 1. Block diagram Prinsip Kerja PLC
Modul Output akan merubah sinyal –sinyal digital menjadi sinyal –
sinyal analog. Sinyal – sinyal analog inilah yang menggerakkan relay –
relay atau kontaktor, yang merupakan peralatan output luar. Peralatan
output luar ini yang nantinya akan menggerakkan mesin – mesin atau
sistem yang dikontrolnya.
Dari gambar diatas dapat dilihat bahwa sistem yang akan dikontrol
diterima oleh input devices dalam bentuk sinyal analog yang selanjutnya
TNA 7
dikirimkan ke PLC untuk dirubah dalam bentuk sinyal digital. Setelah
diolah oleh PLC kemudian dikeluarkan kembali dalam bentuk sinyal
analog melalui output device.
C. PERANGKAT KERAS PLC
Pada dasarnya perangkat keras yang dimiliki oleh sebuah PLC
adalah sama dan tidak jauh berbeda dengan perangkat keras yang
dimiliki oleh Personal Computer ( PC ). Akan tetapi memiliki perbedaan
dalam pembagian unit – unitnya. Dalam perangkat keras dari PLC ini
mempunyai tiga bagian utama dan besar, yaitu : 3)
• Bagian Input Output ( I / O ).
• Processor .
• Programming Devices.
Bagian – bagian tersebut mempunyai fungsi dan tugas masing –
masing dalam setiap pengoperasian dari PLC tersebut.
D. SISTEM PENUNJANG PLC LAINNYA
Selain perangkat keras, PLC juga mempunyai perangkat penunjang
lainya yang juga penting dalam sistem pengoperasiannya. Perangkat
atau sistem penunjang ini merupakan bagian terluar dari PLC yang
menghubungkan dengan rangkaian ataupun interkoneksi program yang
ada di PLC. Selain itu juga mempunyai bagian Unit Catu Daya atau Power
Supply yang akan menghidupkan untuk sistem operasional PLC tersebut.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa PLC hampir mempunyai
kesamaan dengan Personal Computer dalam hal perangkat – perangkat yang
ada padanya. Sehingga membuat kita harus lebih faham tentang komputer
dulu ( pengoperasiannya ) sebelum kita menjadi programmer PLC yang
sebenarnya.
TNA 8

More Related Content

DOC
Dcs ( data control system)
PPT
SISTEM KONTROL
DOCX
Sistem Kontrol (Distributed Control System dan Programable Logic Controller)
DOCX
Sistem kendali terbuka
PDF
15.04.146 jurnal eproc
PPTX
5 peralatan otomasi industri
PPTX
Pengontrolan PID pada Mesin Listrik
PPTX
Sistem kendali di industri
Dcs ( data control system)
SISTEM KONTROL
Sistem Kontrol (Distributed Control System dan Programable Logic Controller)
Sistem kendali terbuka
15.04.146 jurnal eproc
5 peralatan otomasi industri
Pengontrolan PID pada Mesin Listrik
Sistem kendali di industri

What's hot (20)

PPTX
Sistem kontrol proses
PDF
Bab 12 teknik pengaturan otomts
PDF
Pengenalan pada plc
PPTX
Presentasi
PDF
PPTX
Definisi definisi sistem kendali
DOCX
Pengertian plc
DOCX
Alat penyortir botol minum berbasis plc
DOCX
Artikel plc
DOCX
alat pencampur minuman berbasis PLC
PDF
Fungsi alih sistem kontrol
DOCX
alat pemindah barang microcontroler berbasis PLC
PDF
Perancangan Sistem Kontrol Otomatis Mesin Perontok Bulu Ayam Berbasis PLC
PDF
Sistem kendali otomatis
DOCX
Sistem kendali
DOCX
Alat pembengkok plat berbasis plc
DOCX
Pengertian plc dan jenis
DOC
160124864 bab-i-konsep-dasar-pengendalian-proses
PDF
4 klsisfikasi sistem kontrol otomatis
PPT
Sistem kontrol proses
Bab 12 teknik pengaturan otomts
Pengenalan pada plc
Presentasi
Definisi definisi sistem kendali
Pengertian plc
Alat penyortir botol minum berbasis plc
Artikel plc
alat pencampur minuman berbasis PLC
Fungsi alih sistem kontrol
alat pemindah barang microcontroler berbasis PLC
Perancangan Sistem Kontrol Otomatis Mesin Perontok Bulu Ayam Berbasis PLC
Sistem kendali otomatis
Sistem kendali
Alat pembengkok plat berbasis plc
Pengertian plc dan jenis
160124864 bab-i-konsep-dasar-pengendalian-proses
4 klsisfikasi sistem kontrol otomatis
Ad

Viewers also liked (13)

PDF
51270766 pengenalan-plc
PDF
Basic PLC
DOC
Plc omron
DOC
MODUL PLC (Programmable Logic Control) DIDIK
PDF
Pendahuluan plc
PPTX
Plc (PROGRAMMABLE LOGIC CONTROLLER)
DOC
Programmable Logic Controller
PPTX
Plc bab 3
PDF
PLC - Programmable Logic Controller
PPTX
Programmable logic controller
PPTX
INDUSTRIAL AUTOMATION USING PLC
PPTX
PLC LADDER DIAGRAM
51270766 pengenalan-plc
Basic PLC
Plc omron
MODUL PLC (Programmable Logic Control) DIDIK
Pendahuluan plc
Plc (PROGRAMMABLE LOGIC CONTROLLER)
Programmable Logic Controller
Plc bab 3
PLC - Programmable Logic Controller
Programmable logic controller
INDUSTRIAL AUTOMATION USING PLC
PLC LADDER DIAGRAM
Ad

Similar to Mengenal PLC (20)

PPT
ppt-plc-logic.ppt
DOCX
Proposal tugas akhir jadi
PDF
PDF
aplikasi PLC omron CP1L
PPTX
2. plc fix
PPTX
PRESENTASI Sistem kendali elektronika.pptx
PPTX
Pengenalan PLC pada Matakuliah Otomasi Industri
PPT
10.-Programable-Logic-Controller (1).ppt
PPT
10.-Programable-Logic-Controller.ppt
PPT
10.-Programable-Logic-Controller (1).ppt
PPT
10.-Programable-Logic-Controller (1).ppt
PPT
Belajar Mudah PLC Untuk Otomasi pada Industri.ppt
PPT
3.-Teori-Dasar-Otomasi.ppt Mikell P Groover, Automation, Production Systems, ...
PPTX
Sistem Kendali_Pertemuan22222222222.pptx
PPT
PPTX
Pertemuan 2_Pengantar PLC.pptx
RTF
Document riyan
PDF
Pengertian kontrol
DOCX
Laporan akhir scada
PDF
12362 34780-1-pb
ppt-plc-logic.ppt
Proposal tugas akhir jadi
aplikasi PLC omron CP1L
2. plc fix
PRESENTASI Sistem kendali elektronika.pptx
Pengenalan PLC pada Matakuliah Otomasi Industri
10.-Programable-Logic-Controller (1).ppt
10.-Programable-Logic-Controller.ppt
10.-Programable-Logic-Controller (1).ppt
10.-Programable-Logic-Controller (1).ppt
Belajar Mudah PLC Untuk Otomasi pada Industri.ppt
3.-Teori-Dasar-Otomasi.ppt Mikell P Groover, Automation, Production Systems, ...
Sistem Kendali_Pertemuan22222222222.pptx
Pertemuan 2_Pengantar PLC.pptx
Document riyan
Pengertian kontrol
Laporan akhir scada
12362 34780-1-pb

More from Billy Alhamra (12)

PDF
Struktur karakteristik dan aplikasi thyristor
PDF
M04b dasar program c
PDF
M04a sekilastentang c
PDF
M05c perulangan2
PDF
M05b perulangan
PDF
M03b algoritma lanjutan
PDF
M05a pengambilan keputusan
PPT
M03a algoritma
PDF
04 input output
PDF
02 pengantar hardware
PDF
03 pengantar software
PDF
01 sejarah komputer
Struktur karakteristik dan aplikasi thyristor
M04b dasar program c
M04a sekilastentang c
M05c perulangan2
M05b perulangan
M03b algoritma lanjutan
M05a pengambilan keputusan
M03a algoritma
04 input output
02 pengantar hardware
03 pengantar software
01 sejarah komputer

Recently uploaded (20)

PPT
Ekonomi terkait pembuatan galangan kapal
PDF
4. Melakukan Pengawasan Operasi Boiler.pdf
PPTX
Terminal-Peti-Kemas dan Pusat Aktivitas.pptx
PPTX
Pertemuan 1_Pengantar, Sejarah dan Terminologi.pptx
PPT
Permennakerrrr 03 thn 1985 ttg Asbes.ppt
PPTX
generator sebagai bagian pebangkit listrik
PPTX
2. LAPORAN KESELAMATAN DAN KESIHATAN BAGI BULAN JUN-JUL 2025.pptx
PDF
3. Materi pelatihan Mengawasi Operasi Boiler.pdf
PPTX
TENTANG INFORMATIKA XI-15 CITRA DINI .I..pptx
PPTX
Forcasting dan perencanaan kapasitas produksi
PPTX
presentasi Ahli Muda Geoteknik jenjang 7.pptx
PPT
K3 KEBAKARAN pada pabrik kelapa sawit.ppt
PPTX
PPT. tenik Pengetahuan_Dasar_Pemetaan.pptx
PPTX
Pengantar Mekanika Teknik II [Shared].pptx
PPTX
pcm pendopo ujung berung bandung tes.pptx
PPT
DASAR K3 PRESENTASI.ppthadadadadnbadadnandjandjadnadj
PDF
2. materi pelatihan Mengoperasikan Boiler.pdf
PPT
243024168-Manajemen-Tanggap-Darurat-di-Indonesia-ppt.ppt
PPTX
Kualitas, Kekuatan, dan Optimasi Rancangan.pptx
PPTX
Terminal-Peti-Kemas-Pusat-Aktivitas-Logistik.pptx
Ekonomi terkait pembuatan galangan kapal
4. Melakukan Pengawasan Operasi Boiler.pdf
Terminal-Peti-Kemas dan Pusat Aktivitas.pptx
Pertemuan 1_Pengantar, Sejarah dan Terminologi.pptx
Permennakerrrr 03 thn 1985 ttg Asbes.ppt
generator sebagai bagian pebangkit listrik
2. LAPORAN KESELAMATAN DAN KESIHATAN BAGI BULAN JUN-JUL 2025.pptx
3. Materi pelatihan Mengawasi Operasi Boiler.pdf
TENTANG INFORMATIKA XI-15 CITRA DINI .I..pptx
Forcasting dan perencanaan kapasitas produksi
presentasi Ahli Muda Geoteknik jenjang 7.pptx
K3 KEBAKARAN pada pabrik kelapa sawit.ppt
PPT. tenik Pengetahuan_Dasar_Pemetaan.pptx
Pengantar Mekanika Teknik II [Shared].pptx
pcm pendopo ujung berung bandung tes.pptx
DASAR K3 PRESENTASI.ppthadadadadnbadadnandjandjadnadj
2. materi pelatihan Mengoperasikan Boiler.pdf
243024168-Manajemen-Tanggap-Darurat-di-Indonesia-ppt.ppt
Kualitas, Kekuatan, dan Optimasi Rancangan.pptx
Terminal-Peti-Kemas-Pusat-Aktivitas-Logistik.pptx

Mengenal PLC

  • 1. BAB I SISTEM KONTROL Kata kontrol sering kita dengar dalam pembicaraan sehari-hari. Kata kontrol disini dapat diartikan "mengatur", dan apabila kita persempit lagi arti penggunaan kata kontrol dalam teknik listrik adalah : Suatu peralatan atau kelompok peralatan yang digunakan untuk mengatur fungsi suatu mesin untuk menetapkan tingkah laku mesin tersebut sesuai dengan yang diinginkan. Sistem yang mempunyai kemampuan untuk melakukan start, mengatur dan memberhentikan suatu proses untuk mendapatkan output sesuai dengan yang diinginkan disebut " Sistem Kontrol ". Dan pada umumnya sebuah sistem kontrol adalah merupakan suatu kumpulan peralatan electric / electronic, peralatan mekanik, atau peralatan listrik lainnya yang digunakan untuk menjamin stabilitas, transisi yang halus serta akurasi sebuah proses. Setiap sistem kontrol memiliki tiga element pokok, yaitu : input, proses, dan output. Pada umumnya input berasal dari transducer. Transducer ini adalah suatu alat yang dapat merubah kuantitas fisik menjadi sinyal listrik. Beberapa contoh dari tranducer diantaranya dapat berupa : tombol tekan, sakelar batas, termostat, straingages, dsb. Tranducer ini mengirimkan informasi mengenai kuantitas yang diukur. Proses didalam sistem kontrol ini dapat berupa rangkaian kontrol dengan menggunakan peralatan kontrol yang dirangkai secara listrik. Dan ada pula yang menggunakan peralatan kontrol dengan sistem pemrograman yang dapat diperbaharui atau lebih populer disebut dengan nama PLC ( Programmable Logic Controller ). Pada kontrol dengan sistem pemrograman yang dapat diperbaharui, program kontrol disimpan dalam sebuah unit memori dan memungkinkan atau dapat merubah program yang telah ditulis sebelumnya, yaitu dengan cara melakukan pemrograman ulang sesuai dengan yang diinginkan. Tugas dari bagian proses adalah memproses data yang berasal dari input dan kemudian sebagai hasilnya adalah berupa respon (output). TNA 1
  • 2. Sinyal yang berasal dari bagian proses ini berupa sinyal listrik yang kemudian dipakai untuk mengaktifkan peralatan output seperti : motor, solenoid, lampu, katup, dsb. Dengan menggunakan peralatan output ini kita dapat merubah besaran / kuantitas listrik ke dalam kuantitas fisik. A. KONTROL LOOP TERBUKA Sistem kontrol loop terbuka adalah merupakan suatu proses dalam suatu sistem yang mana variabel input akan berpengaruh pada output yang dihasilkan. Gambar berikut ini menunjukan blok diagram dari sistem loop terbuka, yang mungkin dapat membantu anda dalam memahami sistem kontrol tersebut. Jika kita lihat dari blok diagram, pada sistem kontrol loop terbuka di sini tidak ada informasi yang diberikan ke peralatan kontrol yang berasal dari peralatan output (variabel yang dikontrol), sehingga tidak dapat diketahui dengan tepat apakah output yang diinginkan sesuai dengan keinginan atau tidak. Terutama apabila terjadi gangguan dari luar yang dapat mempengaruhi output. Oleh karena itu pada sistem ini akan terjadi kesalahan yang cukup besar oleh karena tidak adanya koreksi. Gangguan System Yang Di kontrol ( Gambar 1. Block Diagram Kontrol Loop Terbuka Peralatan Control proses ) Output VariableSetting TNA 2
  • 3. B. KONTROL LOOP TERTUTUP Kontrol loop tertutup adalah sebuah proses yang mana variabel yang dikontrol secara terus menerus disensor kemudian dibandingkan dengan kuantitas referensi. Adapun variabel yang dikontrol ini dapat berupa hasil pengukuran seperti misalnya pengukuran temperatur, kelembaban, posisi mekanik, kecepatan putaran, dsb. Kemudian hasil pengukuran tadi diumpan balikan ke pembanding ( comparator ). Pembanding ini dapat berupa peralatan mekanik, listrik / elektronik, atau pneumatik. Pada alat pembanding ini antara kuantitas referensi dengan sinyal sensor yang berasal dari variabel yang dikontrol dibandingkan, dan sebagai hasilnya adalah sinyal kesalahan. Sinyal kesalahan ini hasilnya bisa positif atau negatif, secara matematis sinyal kesalahan ini seperti ditunjukan pada persamaan dibawah. Error = harga hasil pengukuran variabel yang dikontrol - set point Gangguan Gambar 2. Block Diagram Kontrol Loop Tertutup Peralatan Control System Yang Di kontrol ( proses ) Setting Sensor Output Variable Umpan balik TNA 3
  • 4. Apabila kita lihat gambar blok diagram, maka pada blok peralatan kontrol dapat berupa peralatan yang dapat bekerja secara mekanik, listrik / elektronik, ataupun pneumatik, yang mana pada blok ini menerima sinyal kesalahan dan menghasilkan sinyal output yang kemudian diberikan pada bagian proses untuk memperbaiki kesalahan sampai hasil / produk betul-betul sesuai dengan yang diinginkan atau kesalahan sama dengan nol. Demikian mekanisme sistem kontrol tertutup, dan mekanisme tersebut bekerja secara terus-menerus (berkelanjutan). TNA 4
  • 5. BAB II MENGENAL PLC A. PENGERTIAN PLC PLC ( PROGRAMMABLE LOGIC CONTROLLER ) adalah suatu peralatan control yang tercipta dari hasil perpaduan antara teknologi computer “solid – state” dan “ tradisional sequence controller “ control manual. Secara khusus PLC adalah special purpose yaitu computer yang dirancang khusus untuk mengoperasikan suatu masalah tertentu yang berhubungan dengan pengontrolan atau pengendali dan masalah kerja mesin atau proses dalam suatu industri. Menurut NEMA ( National Electrical Manufacturesers Association ) memberi pengertian PLC yaitu “ Suatu peralatan listrik yang beroperasi digital dengan menggunakan programmable memory untuk penyimpanan instruksi-instruksi internal sebagai pengganti kerja dari peralatan yang mempunyai fungsi spesifik, seperti :logic, sequence, timer, counter, dan aritmatichs, untuk mengontrol kerja dari mesin-mesin atau proses, melalui modul input output secara analog – digital “.1 ) Pada dasarnya PLC mempunyai fungsi untuk menggantikan kerja relay - relay mekanik dan timer, tetapi karena adanya keunggulan dari peralatan mikroprosesor yang membangun perangkat keras dari PLC, maka PLC dapat melakukan operasi-operasi aritmatik, mengkonversikan data analog ke digital atau dari digital ke analog, membandingkan data dan dapat menyelesaikan masalah-masalah control yang bersifat kompleks. TNA 5
  • 6. PLC beroperasi dengan cara memeriksa input dari sebuah proses guna mengetahui statusnya kemudian sinyal input ini diproses berdasarkan instruksi logika yang telah diprogram dalam memori. Antarmuka ( interface ) yang terpasang di PLC memungkinkan PLC dihubungkan secara langsung ke actuator atau transducer tanpa memerlukan relay. Untuk menyesuaikan dengan keadaan kerjanya, maka PLC dirancang untuk dapat beroperasi pada lingkungan industri yang berdebu dan tingkat polusi yang tinggi, dengan perubahan suhu 0oC sampai 60oC dan kelembaban relative antara 0% sampai 95%.2). Karena dengan menggunakan PLC banyak keuntungan yang sangat mempengaruhi proses produksi di perusahaan. Adapun keuntungan dengan menggunakan PLC adalah : 1. Lebih murah biaya dibandingkan system control yang menggunakan banyak relay ( control manual ). 2. Lebih mudah dalam pemprograman dan dapat dengan mudah diubah rangkaian sistemnya. 3. Lebih aman , praktis , dan handal dari rangkaian control manual. 4. Mempunyai prinsip seperti computer. 5. Lebih mudah dalam melacak gangguan rangkaian control yang dibuatnya. TNA 6
  • 7. B. PRINSIP KERJA PLC Prinsip kerja dari PLC secara umum adalah menerima sinyal – sinyal analog dari peralatan Input luar yang berupa : saklar, tombol – tombol , overload, sensor, dan lain –lain. Sinyal analog ini oleh modul input akan dirubah menjadi sinyal – sinyal digital. Pada sistem yang akan dikontrol mempunyai sinyal – sinyal / pulsa dalam tiap input dan output, baik berupa sinyal analog maupun sinyal digital. Sinyal – sinyal digital ini akan diolah oleh unit pemproses utama yaitu “ Central Processing Unit “ ( CPU ), sesuai dengan perintah program yang telah ditetapkan atau diprogram pada memory. Selanjutnya CPU akan mengambil keputusan – keputusan yang kemudian akan dipindahkan ke modul Output masih berupa sinyal – sinyal digital. Input Devices SistemP L Yang dikontrol C Output Devices Gambar 1. Block diagram Prinsip Kerja PLC Modul Output akan merubah sinyal –sinyal digital menjadi sinyal – sinyal analog. Sinyal – sinyal analog inilah yang menggerakkan relay – relay atau kontaktor, yang merupakan peralatan output luar. Peralatan output luar ini yang nantinya akan menggerakkan mesin – mesin atau sistem yang dikontrolnya. Dari gambar diatas dapat dilihat bahwa sistem yang akan dikontrol diterima oleh input devices dalam bentuk sinyal analog yang selanjutnya TNA 7
  • 8. dikirimkan ke PLC untuk dirubah dalam bentuk sinyal digital. Setelah diolah oleh PLC kemudian dikeluarkan kembali dalam bentuk sinyal analog melalui output device. C. PERANGKAT KERAS PLC Pada dasarnya perangkat keras yang dimiliki oleh sebuah PLC adalah sama dan tidak jauh berbeda dengan perangkat keras yang dimiliki oleh Personal Computer ( PC ). Akan tetapi memiliki perbedaan dalam pembagian unit – unitnya. Dalam perangkat keras dari PLC ini mempunyai tiga bagian utama dan besar, yaitu : 3) • Bagian Input Output ( I / O ). • Processor . • Programming Devices. Bagian – bagian tersebut mempunyai fungsi dan tugas masing – masing dalam setiap pengoperasian dari PLC tersebut. D. SISTEM PENUNJANG PLC LAINNYA Selain perangkat keras, PLC juga mempunyai perangkat penunjang lainya yang juga penting dalam sistem pengoperasiannya. Perangkat atau sistem penunjang ini merupakan bagian terluar dari PLC yang menghubungkan dengan rangkaian ataupun interkoneksi program yang ada di PLC. Selain itu juga mempunyai bagian Unit Catu Daya atau Power Supply yang akan menghidupkan untuk sistem operasional PLC tersebut. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa PLC hampir mempunyai kesamaan dengan Personal Computer dalam hal perangkat – perangkat yang ada padanya. Sehingga membuat kita harus lebih faham tentang komputer dulu ( pengoperasiannya ) sebelum kita menjadi programmer PLC yang sebenarnya. TNA 8