Kebijakan dan Praktik Sumber
Daya Manusia
Bab 17
Sasaran Pembelajaran
Sesudah mempelajari bab ini Anda akan dapat:
 Mengidentifikasi metode seleksi awal yang sangat berguna.
 Mengidentifikasi metode seleksi substantif yang sangat berguna.
 Mendefinisikan seleksi kontingen.
 Membandingkan empat tipe utama dari pelatihan.
 Mengontraskan metode pelatihan secara formal dengan informal.
 Mengontraskan pelatihan di tempat kerja (on-the-job training)
dengan pelatihan kerja lapangan (off-the-job training).
 Membuat daftar mengenai metode dalam melakukan evaluasi atas
kinerja.
 Memperlihatkan bagaimana para manajer dapat meningkatkan
evaluasi kinerja.
 Menggambarkan peranan kepemimpinan dalam organisasi-
organisasi.
Perusahaan-perusahaan yang semakin beralih menjauh dari para agen
perekrutan di luar dan bergantung pada para eksekutif mereka sendiri
serta para profesional sumber daya manusia untuk mencari orang-
orang yang memiliki talenta. Mereka juga menggunakan alat bantu
online yang bervariasi meliputi situs pencarian pekerjaan dan media
sosial untuk memasukkan aplikasi.
Beberapa organisasi mempelopori metode-metode yang unik seperti
misalnya lomba pemrogaman secara online yang menyamar sebagai
pertandingan untuk mengidentifikasi para individual dengan keahlian-
keahlian yang unggul yang yakin untuk melamar posisi-posisi tersebut.
Bagaimana Bekerjanya Proses Pemilihan
Sebagian besar organisasi akan mengikuti suatu proses, yaitu:
1. Pemilihan awal: Mengidentifikasi metode pemilihan awal
yang paling bermanfaat. Terbagi atas; formulir lamaran
pekerjaan dan pemeriksaan latar belakang.
2. Seleksi substantif: Mengidentifikasi metode seleksi substantif
yang sangat bermanfaat, meliputi tes secara tertulis, tes
kinerja, dan wawancara.
3. Seleksi kontingen: Mendefinisikan seleksi kontingen.
Tipe Pelatihan
Beberapa kategori keterampilan yang umum:
1. Keterampilan dasar.
2. Keterampilan teknis.
3. Keterampilan pemecahan permasalahan.
4. Keterampilan interpersonal.
5. Pelatihan kesopanan.
6. Pelatihan etika.
Metode Pelatihan
Secara historis, pelatihan berarti “pelatihan formal,” direncanakan
sebelumnya dan memiliki format yang terstruktur. Namun, sebagian
besar pembelajaran di tempat kerja berlangsung dalam pelatihan
informal—tidak terstruktur, tidak terencana, dan lebih mudah untuk
menyesuaikan dengan situasi dan individu.
Metode pelatihan di tempat kerja meliputi rotasi pekerjaan, program
magang, tugas pengganti, dan program pembimbingan secara
formal. Media pelatihan yang pertumbuhannya paling cepat mungkin
adalah pelatihan yang didasarkan pada komputer, atau e-training.
Mengevaluasi Efektivitas
Efektivitas dari program pelatihan dapat mengacu pada level
kepuasan siswa, jumlah mahasiswa yang mempelajari, sampai
sejauh mana mereka dapat memindahkan bahan material dari
pelatihan ke pekerjaan mereka, atau tingkat pengembalian
keuangan atas investasi dalam pelatihan.
Keberhasilan dari pelatihan juga bergantung pada individu. Jika
para individu tidak termotivasi, maka mereka akan mempelajari
sangat sedikit hal. Agar suatu program pelatihan dapat menjadi
efektif, maka tidak hanya mengajarkan keterampilan semata,
tetapi juga mengubah lingkungan kerja untuk mendukung para
peserta pelatihan.
Apakah yang Dimaksud dengan Kinerja?
Para peneliti sekarang telah mengenali tiga tipe utama dari perilaku yang
memengaruhi kinerja di tempat kerja:
1. Kinerja tugas (task performance) adalah kombinasi dari efektivitas
dengan efisiensi pada saat melakukan tugas pokok pekerjaan Anda.
2. Kewargaan (citizenship) adalah tindakan-tindakan yang membentuk
lingkungan psikologis dari organisasi, seperti misalnya membantu orang
lain ketika tidak diminta.
3. Kontraproduktivitas (counterproductivity) adalah tindakan-tindakan yang
secara aktif dapat merusak organisasi, meliputi pencurian, bersikap
agresif terhadap para rekan kerja, atau terlambat atau tidak hadir.
Tujuan dari Evaluasi Kinerja
Evaluasi kinerja memiliki sejumlah tujuan:
1. Membantu manajemen dalam mengambil keputusan dalam hal
sumber daya manusia yang umum mengenai promosi, pemindahan,
dan pemecatan.
2. Mengidentifikasi kebutuhan akan pelatihan dan pengembangan.
3. Menentukan keterampilan dan kompetensi karyawan dengan tepat
untuk program remedial dapat dikembangkan.
4. Menyediakan umpan balik kepada karyawan mengenai bagaimana
organisasi memandang kinerja mereka dan sering kali menjadi dasar
bagi alokasi pemberian imbalan, meliputi manfaat kenaikan gaji.
Apa yang Kita Evaluasi?
Kriteria manajemen dalam memilih untuk melakukan evaluasi akan memiliki
pengaruh yang besar terhadap apa yang para karyawan kerjakan. Tiga set
kriteria yang sangat populer adalah:
1. Hasil tugas individu
2. Perilaku
3. Sifat
Siapa yang Harus Melakukan Evaluasi?
Siapa yang harus melakukan evaluasi atas kinerja karyawan?
Berdasarkan tradisi, tugas tersebut diberikan kepada para manajer
karena mereka memegang tanggung jawab atas kinerja dari para
karyawan mereka.
Para rekan dan bahkan para bawahan diminta untuk mengambil
bagian dalam proses, dan para karyawan yang berperan serta
dalam evaluasi mereka sendiri.
Metode Evaluasi Kinerja
Teknik yang spesifik untuk melakukan evaluasi:
1. Esai tertulis: Mungkin metode yang paling sederhana adalah
untuk menulis penggambaran secara naratif mengenai kelebihan
dari seorang karyawan, kelemahan, kinerja masa lalu, potensial,
dan saran-saran untuk peningkatan.
2. Insiden yang sangat penting adalah cara untuk melakukan
evaluasi atas perilaku yang merupakan kunci dalam membedakan
di antara melaksanakan suatu pekerjaan secara efektif dengan
melaksanakannya secara tidak efektif.
3. Skala penilaian secara grafis adalah metode evaluasi yang
penilai akan menilai faktor-faktor kinerja pada suatu skala
inkremental.
5. Skala pemeringkatan yang ditentukan dengan perilaku
adalah skala yang menggabungkan elemen-elemen utama dari
insiden yang sangat penting dengan pendekatan skala penilaian
dengan grafik. Penilai menilai para karyawan yang didasarkan
pada hal-hal di sepanjang rangkaian, tetapi poin-poin merupakan
contoh dari perilaku aktual pada pekerjaan tertentu dan
bukannya deskripsi umum atau sifat.
6. Perbandingan yang dipaksakan adalah metode evaluasi kinerja yakni
kinerja karyawan dibuat dalam perbandingan secara eksplisit terhadap
yang lainnya (seperti misalnya seorang karyawan akan menilai tiga dari
10 karyawan dalam unit kerjanya).
Saran untuk Meningkatkan Evaluasi Kinerja
Meskipun tidak ada perlindungan yang menjamin evaluasi kinerja yang
akurat, maka saran-saran berikut ini dapat membuat proses menjadi
lebih objektif dan adil:
1. Gunakan penilai yang banyak.
2. melakukan evaluasi secara selektif.
3. Melatih para penilai.
4. Memberikan karyawan dengan proses hukum.
Menyediakan Umpan Balik atas Kinerja
Sebuah hasil tinjauan yang efektif—yaitu karyawan memandang
penilaian yang adil, manajer yang jujur, dan iklim akan menjadi
konstruktif—dapat menyisakan perasaan bersemangat kepada
karyawan, diberitahukan mengenai bidang-bidang yang memerlukan
perbaikan, dan ditetapkan untuk mengoreksi mereka.
Variasi secara Internasional dalam Penilaian Kinerja
Dengan kata lain, negara-negara yang tegas akan memandang
kinerja sebagai tanggung jawab individu, serta keinginan terhadap
kepastian mengenai di mana orang berada, menjadi lebih cenderung
untuk menggunakan penilaian kinerja yang formal.
Pada sisi yang lain, penilaian kinerja dalam budaya yang tinggi
penghindaran terhadap ketidakpastian juga akan digunakan dengan
lebih sering untuk tujuan komunikasi dan pengembangan
(sebagaimana dibandingkan dengan digunakan untuk tujuan
pemberian imbalan dan promosi).
Merancang dan Mengelola Program Manfaat
Secara ideal, program manfaat harus disesuaikan secara unik dengan budaya
organisasional, yang mencerminkan nilai dari organisasi, memperlihatkan
kelayakan ekonomi, dan berkesinambungan dalam jangka panjang. Manfaat-
manfaat seperti itu akan cenderung meningkatkan kesejahteraan secara
psikologis dari karyawan, sehingga meningkatkan kinerja organisasional.
Menyusun Rancangan dan Menegakkan Kebijakan Ketenagakerjaan
Kadang kala, manajer sumber daya manusia perlu untuk mengambil tindakan
bahkan ketika manajer langsung dari karyawan tidak menyetujuinya, terutama
jika kepatuhan dengan undang-undang yang dipermasalahkan.
Mengelola Konflik antara Pekerjaan dan Kehidupan
Organisasi memodifikasi tempat kerja mereka dengan pilihan
penjadwalan dan manfaat untuk mengakomodasi kebutuhan yang
bervariasi dari beranekaragam tenaga kerja.
Organisasi lainnya lebih memilih inisiatif-inisiatif untuk
mengintegrasikan pekerjaan dengan kehidupan pribadi, seperti
misalnya tempat penitipan anak, fasilitas kebugaran, dan piknik
keluarga yang didanai oleh perusahaan. Secara rata-rata, sebagian
besar orang lebih memilih organisasi yang memberikan dukungan
bagi keseimbangan antara pekerjaan dengan kehidupan.
Mediasi, Penghentian, dan Pemecatan
Departemen-departemen sumber daya manusia menjadi
pusat perhatian ketika kejadian yang tidak menyenangkan
seperti misalnya pertikaian, kinerja di bawah standar, dan
terjadi perampingan.
Manajer perlu untuk dapat mempercayai SDM untuk
mengetahui undang-undang dan merepresentasikan
perspektif dari perusahaan. Profesional sumber daya
manusia harus terlatih dengan baik dalam teknik-teknik
mediasi dan bergantung pada kebijakan perusahaan untuk
mencari penyelesaian secara positif.

More Related Content

PPTX
PPTX
PPTX
PPTX
PPTX
PPTX
PPTX
PPTX

What's hot (20)

PDF
6. PERSEPSI DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN INDIVIDU
PPTX
Chapter 5 motivasi dari konsep ke aplikasi
DOC
12. motivasi
PDF
PDF
PPTX
PPTX
Ppt modul 5
PPTX
Pendidikan organisasi
PDF
Organizational behavior
PPTX
PPTX
Perilaku Organisasi - Motivasi konsep dan penerapan
PPTX
motivasi dalam organisasi
PDF
Memotivasi Pegawai (Pengantar Manajemen)
DOCX
Interaksi antar sistem variabel faktor manusia dalam rangka efektivitas dan e...
PDF
PDF
Bab 1 yusra
PPTX
Motivasi Dalam Organisasi
DOCX
Makalah 1 uts
DOCX
Makalah uas evkikomp
PPTX
Motivasi dalam manajemen
6. PERSEPSI DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN INDIVIDU
Chapter 5 motivasi dari konsep ke aplikasi
12. motivasi
Ppt modul 5
Pendidikan organisasi
Organizational behavior
Perilaku Organisasi - Motivasi konsep dan penerapan
motivasi dalam organisasi
Memotivasi Pegawai (Pengantar Manajemen)
Interaksi antar sistem variabel faktor manusia dalam rangka efektivitas dan e...
Bab 1 yusra
Motivasi Dalam Organisasi
Makalah 1 uts
Makalah uas evkikomp
Motivasi dalam manajemen
Ad

Similar to Bab 17 (20)

PPTX
Kebijakan dan praktik sumber daya manusia
PPTX
Presentasi Manajemen Sumber Daya Manusia
PPTX
SISTEM ORGANISASI, KEBIJAKAN DAN PRAKTIK SDM.pptx
PPTX
Penilaian kinerja
DOCX
Makalah evaluasi kinerja dan kompensasi sebelum ust
DOCX
makalah 1 ( UTS )
DOCX
Nasrulloh makalah uts
DOCX
Mevi ramadhan (11150143) makalah uts
DOCX
Makalah penilaian kinerja
DOCX
Makalah uts neng-juati_7c-msdm
PPTX
Sistim Penilaian Kinerja _Training "PERFORMANCE MANAGEMENT (Manajemen Kinerja)".
DOCX
Uas evaluasi kinerja ayi suhandi 11141098 7 y
PPTX
Nasoro abdah (11150100) framework 7 o msdm
DOCX
Makalah msdm
PDF
715-P06.pdfjjhjhhhkjhjkjjkjkkhjkhjkhkjhjhjkhjh
DOCX
Tugas makalah 1 pak ade fauzi
DOCX
Agus nurrochman makalah ke 1
DOCX
Makalah ke 1
DOCX
Evaluasi kinerja dan kompensasi
DOCX
Makalah 1 evaluasi kinerja ayyu tugas 1
Kebijakan dan praktik sumber daya manusia
Presentasi Manajemen Sumber Daya Manusia
SISTEM ORGANISASI, KEBIJAKAN DAN PRAKTIK SDM.pptx
Penilaian kinerja
Makalah evaluasi kinerja dan kompensasi sebelum ust
makalah 1 ( UTS )
Nasrulloh makalah uts
Mevi ramadhan (11150143) makalah uts
Makalah penilaian kinerja
Makalah uts neng-juati_7c-msdm
Sistim Penilaian Kinerja _Training "PERFORMANCE MANAGEMENT (Manajemen Kinerja)".
Uas evaluasi kinerja ayi suhandi 11141098 7 y
Nasoro abdah (11150100) framework 7 o msdm
Makalah msdm
715-P06.pdfjjhjhhhkjhjkjjkjkkhjkhjkhkjhjhjkhjh
Tugas makalah 1 pak ade fauzi
Agus nurrochman makalah ke 1
Makalah ke 1
Evaluasi kinerja dan kompensasi
Makalah 1 evaluasi kinerja ayyu tugas 1
Ad

More from YUSRA FERNANDO (20)

PDF
Vs Code - Keyboard-Shortcuts-Windows.pdf
PDF
Chp 03 - Software PTI - (Shared).pdf
PDF
Chp 04 - Hardware PTI - (Shared).pdf
PDF
7. DATA RESOURCE MANAGEMENT.pdf
PDF
8. IT and Decision Making.pdf
PDF
06 - IT Infrastructure (shared).pdf
PDF
Fox, Richard - Information Technology _ An Introduction for Today’s Digital W...
PDF
Bab 1 pengantar desain web
PDF
Chapter 3.3 css - tugas css (shared)
PDF
Javascript yusra 2021 (shared)
PDF
3. latihan css 01 (shared)
PDF
2 property css (shared)
PDF
Css pengenalan css
PPTX
Chapter 1 introduction html (shared)
PDF
Chapter 00 introduction - web desain -(shared)
PDF
Kepribadian dan Nilai
PDF
Emosi dan Suasana Hati
PDF
Sikap dan Kepuasan Kerja
PDF
Konsep Dasar Perilaku Organisasi
PDF
Konsep Dasar Perilaku Organisasi
Vs Code - Keyboard-Shortcuts-Windows.pdf
Chp 03 - Software PTI - (Shared).pdf
Chp 04 - Hardware PTI - (Shared).pdf
7. DATA RESOURCE MANAGEMENT.pdf
8. IT and Decision Making.pdf
06 - IT Infrastructure (shared).pdf
Fox, Richard - Information Technology _ An Introduction for Today’s Digital W...
Bab 1 pengantar desain web
Chapter 3.3 css - tugas css (shared)
Javascript yusra 2021 (shared)
3. latihan css 01 (shared)
2 property css (shared)
Css pengenalan css
Chapter 1 introduction html (shared)
Chapter 00 introduction - web desain -(shared)
Kepribadian dan Nilai
Emosi dan Suasana Hati
Sikap dan Kepuasan Kerja
Konsep Dasar Perilaku Organisasi
Konsep Dasar Perilaku Organisasi

Recently uploaded (20)

PDF
Pemasaran dalam dunia kewirausahaan dan teknologi
PPTX
bab 2 kls 11.pptxjyeruotfjbkjxzgdwaowpoihd
PPTX
KIMIA ANALISIS KUALITATIF FISIK (Print Edition) (1).pptx
PDF
Custom Aneka Powerbank Promosi: Strategi Branding Efektif Masa Kini
PDF
KATALOG PRODUK OBATAPPS diperguruan tinggi.pdf
PDF
Aneka Souvenir Pin & Gantungan Kunci Custom: Pilihan Kreatif yang Semakin Pop...
PDF
Modul Ajar Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) - Kegiatan Ekonomi - Fase ...
PDF
JOBSHEET-Perawatan-Berkala-Motor-4-Tak YES.pdf
PPT
MATERI PASAR DESA sinar harapan 1234.ppt
PPTX
Keuangan XI MP Pertemuan ke 4 materi tentang keuangan.pptx
PPTX
PPT MMD KECAMATAN 2022bhhsuuuhdhhdhdhhd.pptx
PPTX
2023-03-01 Kebijakan Umum DAK Fisik Subbidang SMK.pptx
PDF
Strategi Logistik Pengiriman Alat Berat dari Belitung ke Loleba
PDF
Cream Brown Illustrative Group Project Presentation.pdf
PPTX
PKN KELOMPsdadadadadadadadadadadaOK 2.pptx
DOCX
RENCANA KERJA TAHUNAN 2018 ekolah menengah Atas Nur Ilmi
PPTX
SAK Entitas Privat Detail Mulai 1 Januari 2025
PPTX
Bimbingan teknis Dinas pendidikan provinsi Jawa Barat
PDF
Materi KELOMPOK 6_POP_KONSOLIDASI_PPT.pdf
PDF
How to understanding Accounting Principle
Pemasaran dalam dunia kewirausahaan dan teknologi
bab 2 kls 11.pptxjyeruotfjbkjxzgdwaowpoihd
KIMIA ANALISIS KUALITATIF FISIK (Print Edition) (1).pptx
Custom Aneka Powerbank Promosi: Strategi Branding Efektif Masa Kini
KATALOG PRODUK OBATAPPS diperguruan tinggi.pdf
Aneka Souvenir Pin & Gantungan Kunci Custom: Pilihan Kreatif yang Semakin Pop...
Modul Ajar Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) - Kegiatan Ekonomi - Fase ...
JOBSHEET-Perawatan-Berkala-Motor-4-Tak YES.pdf
MATERI PASAR DESA sinar harapan 1234.ppt
Keuangan XI MP Pertemuan ke 4 materi tentang keuangan.pptx
PPT MMD KECAMATAN 2022bhhsuuuhdhhdhdhhd.pptx
2023-03-01 Kebijakan Umum DAK Fisik Subbidang SMK.pptx
Strategi Logistik Pengiriman Alat Berat dari Belitung ke Loleba
Cream Brown Illustrative Group Project Presentation.pdf
PKN KELOMPsdadadadadadadadadadadaOK 2.pptx
RENCANA KERJA TAHUNAN 2018 ekolah menengah Atas Nur Ilmi
SAK Entitas Privat Detail Mulai 1 Januari 2025
Bimbingan teknis Dinas pendidikan provinsi Jawa Barat
Materi KELOMPOK 6_POP_KONSOLIDASI_PPT.pdf
How to understanding Accounting Principle

Bab 17

  • 1. Kebijakan dan Praktik Sumber Daya Manusia Bab 17 Sasaran Pembelajaran Sesudah mempelajari bab ini Anda akan dapat:  Mengidentifikasi metode seleksi awal yang sangat berguna.  Mengidentifikasi metode seleksi substantif yang sangat berguna.  Mendefinisikan seleksi kontingen.  Membandingkan empat tipe utama dari pelatihan.  Mengontraskan metode pelatihan secara formal dengan informal.
  • 2.  Mengontraskan pelatihan di tempat kerja (on-the-job training) dengan pelatihan kerja lapangan (off-the-job training).  Membuat daftar mengenai metode dalam melakukan evaluasi atas kinerja.  Memperlihatkan bagaimana para manajer dapat meningkatkan evaluasi kinerja.  Menggambarkan peranan kepemimpinan dalam organisasi- organisasi.
  • 3. Perusahaan-perusahaan yang semakin beralih menjauh dari para agen perekrutan di luar dan bergantung pada para eksekutif mereka sendiri serta para profesional sumber daya manusia untuk mencari orang- orang yang memiliki talenta. Mereka juga menggunakan alat bantu online yang bervariasi meliputi situs pencarian pekerjaan dan media sosial untuk memasukkan aplikasi. Beberapa organisasi mempelopori metode-metode yang unik seperti misalnya lomba pemrogaman secara online yang menyamar sebagai pertandingan untuk mengidentifikasi para individual dengan keahlian- keahlian yang unggul yang yakin untuk melamar posisi-posisi tersebut.
  • 4. Bagaimana Bekerjanya Proses Pemilihan Sebagian besar organisasi akan mengikuti suatu proses, yaitu: 1. Pemilihan awal: Mengidentifikasi metode pemilihan awal yang paling bermanfaat. Terbagi atas; formulir lamaran pekerjaan dan pemeriksaan latar belakang. 2. Seleksi substantif: Mengidentifikasi metode seleksi substantif yang sangat bermanfaat, meliputi tes secara tertulis, tes kinerja, dan wawancara. 3. Seleksi kontingen: Mendefinisikan seleksi kontingen.
  • 5. Tipe Pelatihan Beberapa kategori keterampilan yang umum: 1. Keterampilan dasar. 2. Keterampilan teknis. 3. Keterampilan pemecahan permasalahan. 4. Keterampilan interpersonal. 5. Pelatihan kesopanan. 6. Pelatihan etika.
  • 6. Metode Pelatihan Secara historis, pelatihan berarti “pelatihan formal,” direncanakan sebelumnya dan memiliki format yang terstruktur. Namun, sebagian besar pembelajaran di tempat kerja berlangsung dalam pelatihan informal—tidak terstruktur, tidak terencana, dan lebih mudah untuk menyesuaikan dengan situasi dan individu. Metode pelatihan di tempat kerja meliputi rotasi pekerjaan, program magang, tugas pengganti, dan program pembimbingan secara formal. Media pelatihan yang pertumbuhannya paling cepat mungkin adalah pelatihan yang didasarkan pada komputer, atau e-training.
  • 7. Mengevaluasi Efektivitas Efektivitas dari program pelatihan dapat mengacu pada level kepuasan siswa, jumlah mahasiswa yang mempelajari, sampai sejauh mana mereka dapat memindahkan bahan material dari pelatihan ke pekerjaan mereka, atau tingkat pengembalian keuangan atas investasi dalam pelatihan. Keberhasilan dari pelatihan juga bergantung pada individu. Jika para individu tidak termotivasi, maka mereka akan mempelajari sangat sedikit hal. Agar suatu program pelatihan dapat menjadi efektif, maka tidak hanya mengajarkan keterampilan semata, tetapi juga mengubah lingkungan kerja untuk mendukung para peserta pelatihan.
  • 8. Apakah yang Dimaksud dengan Kinerja? Para peneliti sekarang telah mengenali tiga tipe utama dari perilaku yang memengaruhi kinerja di tempat kerja: 1. Kinerja tugas (task performance) adalah kombinasi dari efektivitas dengan efisiensi pada saat melakukan tugas pokok pekerjaan Anda. 2. Kewargaan (citizenship) adalah tindakan-tindakan yang membentuk lingkungan psikologis dari organisasi, seperti misalnya membantu orang lain ketika tidak diminta. 3. Kontraproduktivitas (counterproductivity) adalah tindakan-tindakan yang secara aktif dapat merusak organisasi, meliputi pencurian, bersikap agresif terhadap para rekan kerja, atau terlambat atau tidak hadir.
  • 9. Tujuan dari Evaluasi Kinerja Evaluasi kinerja memiliki sejumlah tujuan: 1. Membantu manajemen dalam mengambil keputusan dalam hal sumber daya manusia yang umum mengenai promosi, pemindahan, dan pemecatan. 2. Mengidentifikasi kebutuhan akan pelatihan dan pengembangan. 3. Menentukan keterampilan dan kompetensi karyawan dengan tepat untuk program remedial dapat dikembangkan. 4. Menyediakan umpan balik kepada karyawan mengenai bagaimana organisasi memandang kinerja mereka dan sering kali menjadi dasar bagi alokasi pemberian imbalan, meliputi manfaat kenaikan gaji.
  • 10. Apa yang Kita Evaluasi? Kriteria manajemen dalam memilih untuk melakukan evaluasi akan memiliki pengaruh yang besar terhadap apa yang para karyawan kerjakan. Tiga set kriteria yang sangat populer adalah: 1. Hasil tugas individu 2. Perilaku 3. Sifat Siapa yang Harus Melakukan Evaluasi? Siapa yang harus melakukan evaluasi atas kinerja karyawan? Berdasarkan tradisi, tugas tersebut diberikan kepada para manajer karena mereka memegang tanggung jawab atas kinerja dari para karyawan mereka. Para rekan dan bahkan para bawahan diminta untuk mengambil bagian dalam proses, dan para karyawan yang berperan serta dalam evaluasi mereka sendiri.
  • 11. Metode Evaluasi Kinerja Teknik yang spesifik untuk melakukan evaluasi: 1. Esai tertulis: Mungkin metode yang paling sederhana adalah untuk menulis penggambaran secara naratif mengenai kelebihan dari seorang karyawan, kelemahan, kinerja masa lalu, potensial, dan saran-saran untuk peningkatan. 2. Insiden yang sangat penting adalah cara untuk melakukan evaluasi atas perilaku yang merupakan kunci dalam membedakan di antara melaksanakan suatu pekerjaan secara efektif dengan melaksanakannya secara tidak efektif. 3. Skala penilaian secara grafis adalah metode evaluasi yang penilai akan menilai faktor-faktor kinerja pada suatu skala inkremental.
  • 12. 5. Skala pemeringkatan yang ditentukan dengan perilaku adalah skala yang menggabungkan elemen-elemen utama dari insiden yang sangat penting dengan pendekatan skala penilaian dengan grafik. Penilai menilai para karyawan yang didasarkan pada hal-hal di sepanjang rangkaian, tetapi poin-poin merupakan contoh dari perilaku aktual pada pekerjaan tertentu dan bukannya deskripsi umum atau sifat. 6. Perbandingan yang dipaksakan adalah metode evaluasi kinerja yakni kinerja karyawan dibuat dalam perbandingan secara eksplisit terhadap yang lainnya (seperti misalnya seorang karyawan akan menilai tiga dari 10 karyawan dalam unit kerjanya).
  • 13. Saran untuk Meningkatkan Evaluasi Kinerja Meskipun tidak ada perlindungan yang menjamin evaluasi kinerja yang akurat, maka saran-saran berikut ini dapat membuat proses menjadi lebih objektif dan adil: 1. Gunakan penilai yang banyak. 2. melakukan evaluasi secara selektif. 3. Melatih para penilai. 4. Memberikan karyawan dengan proses hukum. Menyediakan Umpan Balik atas Kinerja Sebuah hasil tinjauan yang efektif—yaitu karyawan memandang penilaian yang adil, manajer yang jujur, dan iklim akan menjadi konstruktif—dapat menyisakan perasaan bersemangat kepada karyawan, diberitahukan mengenai bidang-bidang yang memerlukan perbaikan, dan ditetapkan untuk mengoreksi mereka.
  • 14. Variasi secara Internasional dalam Penilaian Kinerja Dengan kata lain, negara-negara yang tegas akan memandang kinerja sebagai tanggung jawab individu, serta keinginan terhadap kepastian mengenai di mana orang berada, menjadi lebih cenderung untuk menggunakan penilaian kinerja yang formal. Pada sisi yang lain, penilaian kinerja dalam budaya yang tinggi penghindaran terhadap ketidakpastian juga akan digunakan dengan lebih sering untuk tujuan komunikasi dan pengembangan (sebagaimana dibandingkan dengan digunakan untuk tujuan pemberian imbalan dan promosi).
  • 15. Merancang dan Mengelola Program Manfaat Secara ideal, program manfaat harus disesuaikan secara unik dengan budaya organisasional, yang mencerminkan nilai dari organisasi, memperlihatkan kelayakan ekonomi, dan berkesinambungan dalam jangka panjang. Manfaat- manfaat seperti itu akan cenderung meningkatkan kesejahteraan secara psikologis dari karyawan, sehingga meningkatkan kinerja organisasional. Menyusun Rancangan dan Menegakkan Kebijakan Ketenagakerjaan Kadang kala, manajer sumber daya manusia perlu untuk mengambil tindakan bahkan ketika manajer langsung dari karyawan tidak menyetujuinya, terutama jika kepatuhan dengan undang-undang yang dipermasalahkan.
  • 16. Mengelola Konflik antara Pekerjaan dan Kehidupan Organisasi memodifikasi tempat kerja mereka dengan pilihan penjadwalan dan manfaat untuk mengakomodasi kebutuhan yang bervariasi dari beranekaragam tenaga kerja. Organisasi lainnya lebih memilih inisiatif-inisiatif untuk mengintegrasikan pekerjaan dengan kehidupan pribadi, seperti misalnya tempat penitipan anak, fasilitas kebugaran, dan piknik keluarga yang didanai oleh perusahaan. Secara rata-rata, sebagian besar orang lebih memilih organisasi yang memberikan dukungan bagi keseimbangan antara pekerjaan dengan kehidupan.
  • 17. Mediasi, Penghentian, dan Pemecatan Departemen-departemen sumber daya manusia menjadi pusat perhatian ketika kejadian yang tidak menyenangkan seperti misalnya pertikaian, kinerja di bawah standar, dan terjadi perampingan. Manajer perlu untuk dapat mempercayai SDM untuk mengetahui undang-undang dan merepresentasikan perspektif dari perusahaan. Profesional sumber daya manusia harus terlatih dengan baik dalam teknik-teknik mediasi dan bergantung pada kebijakan perusahaan untuk mencari penyelesaian secara positif.