Jaringan Syaraf Tiruan
Rizki Muliono
Biological Inspiration
• Animals are able to react adaptively to
changes in their external and internal
environment, and they use their nervous
system to perform these behaviours.
• The nervous system is build by relatively
simple units, the neurons, so copying their
behavior and functionality should be the
solution.
Human Brain
• Bertugas untuk memproses informasi
• Seperti prosesor sederhana
• Masing-masing cell tersebut berinteraksi
mendukung kinerja otak
• Setiap sel (neuron) memiliki satu nukleus
(soma), bertugas memproses informasi,
informasi diterima oleh dendrit, dan disebarkan
melalui akson
• Pertemuan informasi antar syaraf berada di
sinapsis
Human Brain
• Manusia memiliki krg lbh 10^12 neuron! Dan
6x10^18 sinapsis!
• Informasi yang dikirimkan berupa rangsangan
dengan sebuah batas ambang (threshold)
– Pada batas tertentu, syaraf lain akan teraktifasi dan
merespon
• Hubungan antar syaraf terjadi secara dinamis
• Otak manusia memiliki kemampuan untuk
belajar dan beradaptasi
– Mampu mengenali pola, wajah, mengkontrol organ
tubuh!
Human Neuron
Dendrites
Soma (cell body)
Axon
Human Neuron (Detail)
synapses
axon
dendrites
Human Brain
• Neuron merupakan sistem yang fault
tolerance
– Dapat mengenali sinyal input yang berbeda
dari sebelumnya
• Dapat mengenali orang yg blm pernah ditemui
hanya dengan melihat dari foto
• Dapat mengenali orang yang berubah krn tua
misalnya
– Tetap dapat bekerja walau beberapa
neuronnya rusak, neuron lain dapat tumbuh
dan dilatih
Learning in biological systems
Learning = learning by adaptation
The young animal learns that the green fruits are sour,
while the yellowish/reddish ones are sweet. The learning
happens by adapting the fruit picking behavior.
At the neural level the learning happens by changing of the
synaptic strengths, eliminating some synapses, and
building new ones.
Learning as optimisation
The objective of adapting the responses on the basis of the
information received from the environment is to achieve a
better state. E.g., the animal likes to eat many energy rich,
juicy fruits that make its stomach full, and makes it feel
happy.
In other words, the objective of learning in biological
organisms is to optimise the amount of available resources,
happiness, or in general to achieve a closer to optimal state.
JST
• Suatu sistem pemrosesan informasi yang mencoba
meniru kinerja otak manusia
• Merupakan generalisasi model matematis dengan
asumsi:
– Pemrosesan informasi terjadi pada elemen sederhana (=neuron)
– Sinyal dikirimkan diantara neuron-neuron melalui penghubung
(=dendrit dan akson)
– Penghubung antar elemen memiliki bobot yang akan menambah
atau mengurangi sinyal
– Untuk menentukan output, setiap neuron memiliki fungsi aktivasi
(biasanya non linier) yang dikenakan pada semua input
– Besar output akan dibandingkan dengan threshold
JST
• Baik tidaknya suatu model JST ditentukan
oleh:
– Pola antar neuron (arsitekur jaringan)
– Metode untuk menentukan dan mengubah
bobot (disebut metode learning)
– Fungsi aktivasi
• JST disebut juga: brain metaphor,
computational neuroscience, parallel
distributed processing
JST
• JST dapat belajar dari pengalaman!
• Biasanya berhubungan dengan angka (numerik)
sehingga data yang tidak numerik harus dibuat
ke numerik
• Tidak ada rumus yang tetap (fixed) sehingga
disebut dengan free-estimator!
• JST disebut black box atau tidak transparan
karena tidak mampu menjelaskan bagaimana
suatu hasil didapatkan!
• JST mampu menyelesaikan permasalahan yang
tidak terstruktur dan sulit didefinisikan!
Kelebihan JST
• Mampu mengakuisisi pengetahuan walau tidak
ada kepastian
• Mampu melakukan generalisasi dan ekstraksi
dari suatu pola data tertentu
• JST dapat menciptakan suatu pola pengetahuan
melalui pengaturan diri atau kemampuan belajar
(self organizing)
• Memiliki fault tolerance, gangguan dapat
dianggap sebagai noise saja
• Kemampuan perhitungan secara paralel
sehingga proses lebih singkat
JST mampu:
• Klasifikasi: memilih suatu input data ke dalam
kategori tertentu yang sudah ditetapkan
• Asosiasi: menggambarkan suatu obyek secara
keseluruhan hanya dengan bagian dari obyek
lain
• Self organizing: kemampuan mengolah data-
data input tanpa harus mempunyai target
• Optimasi: menemukan suatu jawaban terbaik
sehingga mampu meminimalisasi fungsi biaya
Kelemahan JST
• Kurang mampu untuk melakukan operasi
operasi numerik dengan presisi tinggi
• Kurang mampu melakukan operasi
algoritma aritmatik, operasi logika dan
simbolis
• Lamanya proses training yang mungkin
terjadi dalam waktu yang sangat lama
untuk jumlah data yang besar
Aplikasi JST
• Pengenalan pola (pattern recognition)
– Huruf, tanda tangan, suara, gambar yang sudah
sedikit berubah (mengandung noise)
– Identifikasi pola saham
– Pendeteksian uang palsu, kanker
• Signal Processing
– Menekan noise pada saluran telepon
• Peramalan
– Peramalan saham
• Autopilot dan simulasi
• Kendali otomatis otomotif
Aplikasi JST
Tasks to be solved by artificial neural networks:
• controlling the movements of a robot based on self-
perception and other information (e.g., visual
information);
• deciding the category of potential food items (e.g.,
edible or non-edible) in an artificial world;
• recognizing a visual object (e.g., a familiar face);
• predicting where a moving object goes, when a robot
wants to catch it.
Sejarah
• Model JST formal pertama diperkenalkan oleh
McCulloch dan Pitts (1943)
• 1949, Hebb mengusulkan jaringan Hebb
• 1958, Rosenblatt mengembangkan perceptron
untuk klasifikasi pola
• 1960, Widrow dan Hoff mengembangkan
ADALINE dengan aturan pembelajaran Least
Mean Square (LMS)
• 1974, Werbos memperkenalkan algoritma
backpropagation untuk perceptron banyak
lapisan
Sejarah
• 1982, Kohonen mengembangkan learning unsupervised
untuk pemetaan
• 1982, Grossberg dan Carpenter mengembangkan
Adaptive Resonance Theory (ART, ART2, ART3)
• 1982, Hopfield mengembangkan jaringan Hopfield untuk
optimasi
• 1985, Algoritma Boltzmann untuk jaringan syaraf
probabilistik
• 1987, dikembangkan BAM (Bidirectional Associative
Memory)
• 1988, dikembangkan Radial Basis Function
Model Neuron JST
X1
X2
X3
Y1
Y2
Y3
W1
W2
W3
Fungsi aktivasi
Masukkan Keluaran
Bobot
Y1 = X1.W1 + X2.W2 + X3.W3; dst…
)
(
;
1
z
H
y
x
w
z
n
i
i
i 
 

Model Neuron
• Pada JST, neuron-neuron akan dikumpulkan
dalam lapisan lapisan yang disebut dengan
layers
• Neuron dalam satu lapisan akan dihubungkan
dengan neuron pada lapisan lainnya
• Kadang muncul juga layer tersembunyi (hidden
layer) untuk menambah keakuratan pelatihan
• Informasi tersebut bisa dirambatkan secara
forward ataupun backward
Istilah dalam JST
• Neuron: sel syaraf tiruan yang merupakan elemen pengolah JST
• Jaringan: bentuk arsitektur JST, kumpulan neuron yang saling
berhubungan dan membentuk lapisan
• Input: sebuah nilai input yang akan diproses menjadi nilai output
• Output: solusi dari nilai input
• Hidden layer: lapisan yang tidak terkoneksi secara langsung dengan
lapisan input atau output, memperluas kemampuan JST
• Bobot: nilai matematis dari sebuah koneksi antar neuron
• Fungsi aktivasi: fungsi yang digunakan untuk mengupdate nilai-nilai
bobot per-iterasi dari semua nilai input.
– Fungsi aktivasi sederhana adalah mengakalikan input dengan bobotnya
dan kemudian menjumlahkannya (disebut penjumlahan sigma)
– Berbentuk linier atau tidak linier, dan sigmoid
• Paradigma pembelajaran: bentuk pembelajaran, supervised
learning, atau unsupervised learning
JST dengan 3 layer
Arsitektur Jaringan
• Single Layer
– Hanya memiliki satu lapisan dengan bobot-bobot terhubung.
– Langsung menerima input dan mengolahnya menjadi output
tanpa menggunakan hidden layer
• Multi Layer
– Memiliki satu atau lebih lapisan input, satu atau lebih lapisan
output, dan lapisan tersembunyi
– Dapat menyelesaikan masalah yang lebih kompleks karena lebih
akurat
– Fungsi pembelajarannya lebih rumit
• Kompetitive Model / Recurrent Model
– Hubungan antar neuron tidak diperlihatkan secara langsung
pada arsitektur
– Hubungan antar neuron dapat digambarkan sebagai jaring yang
rumit
Model JST
• Single Layer • Multi Layer
• Competitive Layer /
Recurrent
Pengelompokkan JST
• JST Feed Forward
– Tidak mempunyai loop
– Contoh: single layer perceptron, mutilayer
perceptron, radial basis function
• JST Feed Backward (Recurrent)
– Memiliki loop, lapisan output akan memberi
input lagi bagi lapisan input
– Contoh: competitive networks, kohonen,
hopfield, ART
Paradigma pembelajaran
• Supervised Learning
– Kumpulan input berusaha membentuk target output yang sudah
diketahui sebelumnya
– Perbedaan antara output yang masih salah dengan output yang
diharapkan harus sekecil mungkin
– Biasanya lebih baik daripada unsupervised
– Kelemahan: pertumbuhan waktu komputasi eksponensial, data
bnyk berarti semakin lambat
• Unsupervised Learning
– JST mengorganisasikan dirinya untuk membentuk vektor-vektor
input yang serupa tanpa menggunakan data atau contoh-contoh
pelatihan, biasanya ke dalam suatu kategori/kelompok2 tertentu
• Hibrida Learning
– Gabungan antara unsupervised dan supervised
Algoritma Pembelajaran Umum
• Dimasukkan n data pelatihan
• Inisialisasi bobot-bobot jaringan, set i = 1
• Masukkan contoh ke-i ke dalam input
• Cari tingkat aktivasi unit output menggunakan
algoritma yang ditetapkan
– If memenuhi kriteria output then exit
else:
• Update bobot2 menggunakan fungsi galat error,
Bobot baru = bobot lama + delta
• If i=n then reset i=1, else i=i+1
JST dan Aplikasi
• Klasifikasi: ADALINE, Backpropagation
• Pengenalan Pola: ART, Backpropagation
• Peramalan: ADALINE, MADALINE,
Backpropagation
• Optimasi: ADALINE, Hopfield, Boltzman,
Backpropagation
Fungsi Aktivasi
• Fungsi undak biner (hard limit)
• Fungsi undak biner (threshold)

Fungsi Aktivasi
• Fungsi bipolar
• Fungsi bipolar dengan threshold
Fungsi Aktivasi
• Fungsi Linier (identitas)
• Fungsi Sigmoid biner
McCulloch Pitts
• Fungsi aktivasi biner
• Besar bobotnya sama
• Memiliki threshold yang sama
Contoh buat fungsi logika “and”, input X1 dan X2, dan Y =
1 jika dan hanya jika inputan 1
X1 X2 Y
1 1 1
1 0 0
0 1 0
0 0 0
Jawab
X1 X2 net Y, 1 jika net >=2, 0 jika net < 2
1 1 1.1+1.1=2 1
1 0 1.1+0.1=1 0
0 1 0.1+1.1=1 0
0 0 0.1+0.1=0 0
Ternyata BERHASIL mengenali pola
X
1
X
2
Y
2
1
1
Problem “OR”
X1 X2 net Y, 1 jika net >=1, 0 jika net < 1
1 1 1.1+1.1=2 1
1 0 1.1+0.1=1 1
0 1 0.1+1.1=1 1
0 0 0.1+0.1=0 0
Ternyata BERHASIL mengenali pola
X1
X2
Y
1
1
1
Problem “X1 and not(X2)”
X1 X2 net Y, 1 jika net >=2, 0 jika net < 2
1 1 1.2+1.-1=1 0
1 0 1.2+0.-1=2 1
0 1 0.2+1.-1=-1 0
0 0 0.2+0.-1=0 0
Ternyata BERHASIL mengenali pola
X1
X2
Y
2
2
-1
Problem “XOR”
X1 X2 Y
1 1 0
1 0 1
0 1 1
0 0 0
GAGAL!
F(1,1) = 0
F(1,0) = 1
F(0,0) = 0
F(0,1) = 1
Solusi
• XOR = (x1 ^ ~x2) V (~x1 ^ x2)
• Ternyata dibutuhkan sebuah layer
tersembunyi
X1
X2
Z1
Z2
Y
2
2
-1
-1
1
1
2
2
1
Tabel
Jaringan HEBB
• Menggunakan iterasi untuk menghitung bobot dan bias
• Dalam setiap iterasi, bobot dan bias diubah berdasarkan
rumus tertentu
• W = bobot
• Wbaru = Wlama + X1Y1
• Algoritma:
– Init, semua bobot wi = 0
– Untuk semua input:
• Set fungsi aktivasi xi = si
• Set output y=t
• Perbaiki bobot: w(baru) = w(lama) + delta w, dengan delta w = xi*y
• Perbaiki bias, b(baru) = b(lama) + y
To Be Continued
• Jaringan HEBB
• Jaringan Perceptron
• Jaringan Back Propagation
• Hybrid JST

More Related Content

PPT
Jaringan syaraf tiruan
PDF
Jaringan Syaraf Tiruan (JST)
PDF
1-Pendahuluan_Yogiek Indra Kurniawan.pdf
PPT
Jaringan syaraf tiruan (atificial neural network)
PPTX
Ppt neuralnet
DOCX
Kecerdasan Buatan Diskusi 5.docx
PDF
Jst part1
PDF
materi mg 2 - Jaringan Saraf Tiruan.pdf
Jaringan syaraf tiruan
Jaringan Syaraf Tiruan (JST)
1-Pendahuluan_Yogiek Indra Kurniawan.pdf
Jaringan syaraf tiruan (atificial neural network)
Ppt neuralnet
Kecerdasan Buatan Diskusi 5.docx
Jst part1
materi mg 2 - Jaringan Saraf Tiruan.pdf

Similar to Jaringan-Syaraf-Tiruan.ppt (20)

PDF
materi mg 2 - Jaringan Saraf Tiruan.pdf
PPTX
Grup 1 S8G - Tujuan,Definisi,Konsep Jaringan Syaraf Tiruan-1.pptx
PPT
pertemuan-11-jst.ppt
PDF
Jaringan Syaraf Tiruan
PDF
Dw 9-intelijensi buatan
PDF
Pertemuan 14 Jaringan Syaraf (Neural Network)
PDF
DOCX
Makalah Jaringan Syaraf Tiruan
PPTX
Neurall network [ Jaringan Syaraf Tiruan ]
PPTX
Jaringan saraf tiruan_kelompok5_Artificial
PPT
Modul 8 - Jaringan Syaraf Tiruan (JST)
PPTX
Jaringan syaraf tiruan
PPTX
Neural Network Big Data & Analytics Bahasa Indonesia
PDF
Machine Learning Diskusi 12.pdf
PPTX
Presentasi neurall network / Artificial Intelegent
DOCX
Tugas interaksi manusia pada komputer nanda
DOCX
Tugas interaksi manusia pada komputer nanda
PPT
PDF
UTS JST 2014/2015
PDF
materi mg 1 - Pendahuluan Kecerdasan Buatan (2024-2).pdf
materi mg 2 - Jaringan Saraf Tiruan.pdf
Grup 1 S8G - Tujuan,Definisi,Konsep Jaringan Syaraf Tiruan-1.pptx
pertemuan-11-jst.ppt
Jaringan Syaraf Tiruan
Dw 9-intelijensi buatan
Pertemuan 14 Jaringan Syaraf (Neural Network)
Makalah Jaringan Syaraf Tiruan
Neurall network [ Jaringan Syaraf Tiruan ]
Jaringan saraf tiruan_kelompok5_Artificial
Modul 8 - Jaringan Syaraf Tiruan (JST)
Jaringan syaraf tiruan
Neural Network Big Data & Analytics Bahasa Indonesia
Machine Learning Diskusi 12.pdf
Presentasi neurall network / Artificial Intelegent
Tugas interaksi manusia pada komputer nanda
Tugas interaksi manusia pada komputer nanda
UTS JST 2014/2015
materi mg 1 - Pendahuluan Kecerdasan Buatan (2024-2).pdf
Ad

More from KikiRezkiLestari1 (14)

PDF
linearized Boltzmann transport equation in combination with the relaxation t...
PDF
X-ray Absorption Spectroscopy: XAS, XAFS, EXAFS and XANES.
PDF
EXAFS for Structural Characterization, Extended X-ray Absorption Fine Structure
PDF
X-ray powder diffraction, structure determination
PPTX
konsep dasar multivibrator, rangkaian elektronik terpadu
PPTX
Prinsip dasar osilator menggunakan metode feedback
PPT
Mekflu.ppt
PPTX
Sesi 3 (1).pptx
PPTX
Sesi 9.pptx
PPTX
backpropagation
PPTX
Kecerdasan Buatan
PDF
rietveld_method.pdf
PPT
Behavior of Waves.ppt
PPT
1. Konsep Dasar Rangkaian.ppt
linearized Boltzmann transport equation in combination with the relaxation t...
X-ray Absorption Spectroscopy: XAS, XAFS, EXAFS and XANES.
EXAFS for Structural Characterization, Extended X-ray Absorption Fine Structure
X-ray powder diffraction, structure determination
konsep dasar multivibrator, rangkaian elektronik terpadu
Prinsip dasar osilator menggunakan metode feedback
Mekflu.ppt
Sesi 3 (1).pptx
Sesi 9.pptx
backpropagation
Kecerdasan Buatan
rietveld_method.pdf
Behavior of Waves.ppt
1. Konsep Dasar Rangkaian.ppt
Ad

Recently uploaded (20)

PDF
2. materi pelatihan Mengoperasikan Boiler.pdf
PPTX
Penggunaan Listrik yang aman dan sehat untuk Rumah Tangga
PPT
Permennakerrrr 03 thn 1985 ttg Asbes.ppt
PPT
Bahan Ajar Keselamatan dan Kesehatan Kerja 3 Konstruksi
PDF
3. Materi pelatihan Mengawasi Operasi Boiler.pdf
PPTX
peningkatan kapasitas perangka desa.pptx
PPTX
Pengantar Mekanika Teknik II [Shared].pptx
PPTX
2. LAPORAN KESELAMATAN DAN KESIHATAN BAGI BULAN JUN-JUL 2025.pptx
PPTX
Inovasi teknologi 3D mapping dan GIS dalam dunia pertambangan
PPTX
UART (Universal Asynchronous Receiver Transmitter Protocol)
PPTX
Terminal-Peti-Kemas-Pusat-Aktivitas-Logistik.pptx
PPTX
Cara membuat PCB.........................
PPTX
Kualitas, Kekuatan, dan Optimasi Rancangan.pptx
PPTX
Copy of Copy of Sesi 4_Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan K...
PDF
Materi segmentation pengolahan citra digital
PPT
243024168-Manajemen-Tanggap-Darurat-di-Indonesia-ppt.ppt
PPTX
Forcasting dan perencanaan kapasitas produksi
PPTX
2. LAPORAN KESELAMATAN DAN KESIHATAN BAGI BULAN JUN-JUL 2025.pptx
PPTX
Office dgsfgsear3refq34 4rwefw3 fadfw4f ef rg 2
PPT
DASAR K3 PRESENTASI.ppthadadadadnbadadnandjandjadnadj
2. materi pelatihan Mengoperasikan Boiler.pdf
Penggunaan Listrik yang aman dan sehat untuk Rumah Tangga
Permennakerrrr 03 thn 1985 ttg Asbes.ppt
Bahan Ajar Keselamatan dan Kesehatan Kerja 3 Konstruksi
3. Materi pelatihan Mengawasi Operasi Boiler.pdf
peningkatan kapasitas perangka desa.pptx
Pengantar Mekanika Teknik II [Shared].pptx
2. LAPORAN KESELAMATAN DAN KESIHATAN BAGI BULAN JUN-JUL 2025.pptx
Inovasi teknologi 3D mapping dan GIS dalam dunia pertambangan
UART (Universal Asynchronous Receiver Transmitter Protocol)
Terminal-Peti-Kemas-Pusat-Aktivitas-Logistik.pptx
Cara membuat PCB.........................
Kualitas, Kekuatan, dan Optimasi Rancangan.pptx
Copy of Copy of Sesi 4_Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan K...
Materi segmentation pengolahan citra digital
243024168-Manajemen-Tanggap-Darurat-di-Indonesia-ppt.ppt
Forcasting dan perencanaan kapasitas produksi
2. LAPORAN KESELAMATAN DAN KESIHATAN BAGI BULAN JUN-JUL 2025.pptx
Office dgsfgsear3refq34 4rwefw3 fadfw4f ef rg 2
DASAR K3 PRESENTASI.ppthadadadadnbadadnandjandjadnadj

Jaringan-Syaraf-Tiruan.ppt

  • 2. Biological Inspiration • Animals are able to react adaptively to changes in their external and internal environment, and they use their nervous system to perform these behaviours. • The nervous system is build by relatively simple units, the neurons, so copying their behavior and functionality should be the solution.
  • 3. Human Brain • Bertugas untuk memproses informasi • Seperti prosesor sederhana • Masing-masing cell tersebut berinteraksi mendukung kinerja otak • Setiap sel (neuron) memiliki satu nukleus (soma), bertugas memproses informasi, informasi diterima oleh dendrit, dan disebarkan melalui akson • Pertemuan informasi antar syaraf berada di sinapsis
  • 4. Human Brain • Manusia memiliki krg lbh 10^12 neuron! Dan 6x10^18 sinapsis! • Informasi yang dikirimkan berupa rangsangan dengan sebuah batas ambang (threshold) – Pada batas tertentu, syaraf lain akan teraktifasi dan merespon • Hubungan antar syaraf terjadi secara dinamis • Otak manusia memiliki kemampuan untuk belajar dan beradaptasi – Mampu mengenali pola, wajah, mengkontrol organ tubuh!
  • 7. Human Brain • Neuron merupakan sistem yang fault tolerance – Dapat mengenali sinyal input yang berbeda dari sebelumnya • Dapat mengenali orang yg blm pernah ditemui hanya dengan melihat dari foto • Dapat mengenali orang yang berubah krn tua misalnya – Tetap dapat bekerja walau beberapa neuronnya rusak, neuron lain dapat tumbuh dan dilatih
  • 8. Learning in biological systems Learning = learning by adaptation The young animal learns that the green fruits are sour, while the yellowish/reddish ones are sweet. The learning happens by adapting the fruit picking behavior. At the neural level the learning happens by changing of the synaptic strengths, eliminating some synapses, and building new ones.
  • 9. Learning as optimisation The objective of adapting the responses on the basis of the information received from the environment is to achieve a better state. E.g., the animal likes to eat many energy rich, juicy fruits that make its stomach full, and makes it feel happy. In other words, the objective of learning in biological organisms is to optimise the amount of available resources, happiness, or in general to achieve a closer to optimal state.
  • 10. JST • Suatu sistem pemrosesan informasi yang mencoba meniru kinerja otak manusia • Merupakan generalisasi model matematis dengan asumsi: – Pemrosesan informasi terjadi pada elemen sederhana (=neuron) – Sinyal dikirimkan diantara neuron-neuron melalui penghubung (=dendrit dan akson) – Penghubung antar elemen memiliki bobot yang akan menambah atau mengurangi sinyal – Untuk menentukan output, setiap neuron memiliki fungsi aktivasi (biasanya non linier) yang dikenakan pada semua input – Besar output akan dibandingkan dengan threshold
  • 11. JST • Baik tidaknya suatu model JST ditentukan oleh: – Pola antar neuron (arsitekur jaringan) – Metode untuk menentukan dan mengubah bobot (disebut metode learning) – Fungsi aktivasi • JST disebut juga: brain metaphor, computational neuroscience, parallel distributed processing
  • 12. JST • JST dapat belajar dari pengalaman! • Biasanya berhubungan dengan angka (numerik) sehingga data yang tidak numerik harus dibuat ke numerik • Tidak ada rumus yang tetap (fixed) sehingga disebut dengan free-estimator! • JST disebut black box atau tidak transparan karena tidak mampu menjelaskan bagaimana suatu hasil didapatkan! • JST mampu menyelesaikan permasalahan yang tidak terstruktur dan sulit didefinisikan!
  • 13. Kelebihan JST • Mampu mengakuisisi pengetahuan walau tidak ada kepastian • Mampu melakukan generalisasi dan ekstraksi dari suatu pola data tertentu • JST dapat menciptakan suatu pola pengetahuan melalui pengaturan diri atau kemampuan belajar (self organizing) • Memiliki fault tolerance, gangguan dapat dianggap sebagai noise saja • Kemampuan perhitungan secara paralel sehingga proses lebih singkat
  • 14. JST mampu: • Klasifikasi: memilih suatu input data ke dalam kategori tertentu yang sudah ditetapkan • Asosiasi: menggambarkan suatu obyek secara keseluruhan hanya dengan bagian dari obyek lain • Self organizing: kemampuan mengolah data- data input tanpa harus mempunyai target • Optimasi: menemukan suatu jawaban terbaik sehingga mampu meminimalisasi fungsi biaya
  • 15. Kelemahan JST • Kurang mampu untuk melakukan operasi operasi numerik dengan presisi tinggi • Kurang mampu melakukan operasi algoritma aritmatik, operasi logika dan simbolis • Lamanya proses training yang mungkin terjadi dalam waktu yang sangat lama untuk jumlah data yang besar
  • 16. Aplikasi JST • Pengenalan pola (pattern recognition) – Huruf, tanda tangan, suara, gambar yang sudah sedikit berubah (mengandung noise) – Identifikasi pola saham – Pendeteksian uang palsu, kanker • Signal Processing – Menekan noise pada saluran telepon • Peramalan – Peramalan saham • Autopilot dan simulasi • Kendali otomatis otomotif
  • 17. Aplikasi JST Tasks to be solved by artificial neural networks: • controlling the movements of a robot based on self- perception and other information (e.g., visual information); • deciding the category of potential food items (e.g., edible or non-edible) in an artificial world; • recognizing a visual object (e.g., a familiar face); • predicting where a moving object goes, when a robot wants to catch it.
  • 18. Sejarah • Model JST formal pertama diperkenalkan oleh McCulloch dan Pitts (1943) • 1949, Hebb mengusulkan jaringan Hebb • 1958, Rosenblatt mengembangkan perceptron untuk klasifikasi pola • 1960, Widrow dan Hoff mengembangkan ADALINE dengan aturan pembelajaran Least Mean Square (LMS) • 1974, Werbos memperkenalkan algoritma backpropagation untuk perceptron banyak lapisan
  • 19. Sejarah • 1982, Kohonen mengembangkan learning unsupervised untuk pemetaan • 1982, Grossberg dan Carpenter mengembangkan Adaptive Resonance Theory (ART, ART2, ART3) • 1982, Hopfield mengembangkan jaringan Hopfield untuk optimasi • 1985, Algoritma Boltzmann untuk jaringan syaraf probabilistik • 1987, dikembangkan BAM (Bidirectional Associative Memory) • 1988, dikembangkan Radial Basis Function
  • 20. Model Neuron JST X1 X2 X3 Y1 Y2 Y3 W1 W2 W3 Fungsi aktivasi Masukkan Keluaran Bobot Y1 = X1.W1 + X2.W2 + X3.W3; dst… ) ( ; 1 z H y x w z n i i i    
  • 21. Model Neuron • Pada JST, neuron-neuron akan dikumpulkan dalam lapisan lapisan yang disebut dengan layers • Neuron dalam satu lapisan akan dihubungkan dengan neuron pada lapisan lainnya • Kadang muncul juga layer tersembunyi (hidden layer) untuk menambah keakuratan pelatihan • Informasi tersebut bisa dirambatkan secara forward ataupun backward
  • 22. Istilah dalam JST • Neuron: sel syaraf tiruan yang merupakan elemen pengolah JST • Jaringan: bentuk arsitektur JST, kumpulan neuron yang saling berhubungan dan membentuk lapisan • Input: sebuah nilai input yang akan diproses menjadi nilai output • Output: solusi dari nilai input • Hidden layer: lapisan yang tidak terkoneksi secara langsung dengan lapisan input atau output, memperluas kemampuan JST • Bobot: nilai matematis dari sebuah koneksi antar neuron • Fungsi aktivasi: fungsi yang digunakan untuk mengupdate nilai-nilai bobot per-iterasi dari semua nilai input. – Fungsi aktivasi sederhana adalah mengakalikan input dengan bobotnya dan kemudian menjumlahkannya (disebut penjumlahan sigma) – Berbentuk linier atau tidak linier, dan sigmoid • Paradigma pembelajaran: bentuk pembelajaran, supervised learning, atau unsupervised learning
  • 23. JST dengan 3 layer
  • 24. Arsitektur Jaringan • Single Layer – Hanya memiliki satu lapisan dengan bobot-bobot terhubung. – Langsung menerima input dan mengolahnya menjadi output tanpa menggunakan hidden layer • Multi Layer – Memiliki satu atau lebih lapisan input, satu atau lebih lapisan output, dan lapisan tersembunyi – Dapat menyelesaikan masalah yang lebih kompleks karena lebih akurat – Fungsi pembelajarannya lebih rumit • Kompetitive Model / Recurrent Model – Hubungan antar neuron tidak diperlihatkan secara langsung pada arsitektur – Hubungan antar neuron dapat digambarkan sebagai jaring yang rumit
  • 25. Model JST • Single Layer • Multi Layer • Competitive Layer / Recurrent
  • 26. Pengelompokkan JST • JST Feed Forward – Tidak mempunyai loop – Contoh: single layer perceptron, mutilayer perceptron, radial basis function • JST Feed Backward (Recurrent) – Memiliki loop, lapisan output akan memberi input lagi bagi lapisan input – Contoh: competitive networks, kohonen, hopfield, ART
  • 27. Paradigma pembelajaran • Supervised Learning – Kumpulan input berusaha membentuk target output yang sudah diketahui sebelumnya – Perbedaan antara output yang masih salah dengan output yang diharapkan harus sekecil mungkin – Biasanya lebih baik daripada unsupervised – Kelemahan: pertumbuhan waktu komputasi eksponensial, data bnyk berarti semakin lambat • Unsupervised Learning – JST mengorganisasikan dirinya untuk membentuk vektor-vektor input yang serupa tanpa menggunakan data atau contoh-contoh pelatihan, biasanya ke dalam suatu kategori/kelompok2 tertentu • Hibrida Learning – Gabungan antara unsupervised dan supervised
  • 28. Algoritma Pembelajaran Umum • Dimasukkan n data pelatihan • Inisialisasi bobot-bobot jaringan, set i = 1 • Masukkan contoh ke-i ke dalam input • Cari tingkat aktivasi unit output menggunakan algoritma yang ditetapkan – If memenuhi kriteria output then exit else: • Update bobot2 menggunakan fungsi galat error, Bobot baru = bobot lama + delta • If i=n then reset i=1, else i=i+1
  • 29. JST dan Aplikasi • Klasifikasi: ADALINE, Backpropagation • Pengenalan Pola: ART, Backpropagation • Peramalan: ADALINE, MADALINE, Backpropagation • Optimasi: ADALINE, Hopfield, Boltzman, Backpropagation
  • 30. Fungsi Aktivasi • Fungsi undak biner (hard limit) • Fungsi undak biner (threshold) 
  • 31. Fungsi Aktivasi • Fungsi bipolar • Fungsi bipolar dengan threshold
  • 32. Fungsi Aktivasi • Fungsi Linier (identitas) • Fungsi Sigmoid biner
  • 33. McCulloch Pitts • Fungsi aktivasi biner • Besar bobotnya sama • Memiliki threshold yang sama Contoh buat fungsi logika “and”, input X1 dan X2, dan Y = 1 jika dan hanya jika inputan 1 X1 X2 Y 1 1 1 1 0 0 0 1 0 0 0 0
  • 34. Jawab X1 X2 net Y, 1 jika net >=2, 0 jika net < 2 1 1 1.1+1.1=2 1 1 0 1.1+0.1=1 0 0 1 0.1+1.1=1 0 0 0 0.1+0.1=0 0 Ternyata BERHASIL mengenali pola X 1 X 2 Y 2 1 1
  • 35. Problem “OR” X1 X2 net Y, 1 jika net >=1, 0 jika net < 1 1 1 1.1+1.1=2 1 1 0 1.1+0.1=1 1 0 1 0.1+1.1=1 1 0 0 0.1+0.1=0 0 Ternyata BERHASIL mengenali pola X1 X2 Y 1 1 1
  • 36. Problem “X1 and not(X2)” X1 X2 net Y, 1 jika net >=2, 0 jika net < 2 1 1 1.2+1.-1=1 0 1 0 1.2+0.-1=2 1 0 1 0.2+1.-1=-1 0 0 0 0.2+0.-1=0 0 Ternyata BERHASIL mengenali pola X1 X2 Y 2 2 -1
  • 37. Problem “XOR” X1 X2 Y 1 1 0 1 0 1 0 1 1 0 0 0 GAGAL! F(1,1) = 0 F(1,0) = 1 F(0,0) = 0 F(0,1) = 1
  • 38. Solusi • XOR = (x1 ^ ~x2) V (~x1 ^ x2) • Ternyata dibutuhkan sebuah layer tersembunyi X1 X2 Z1 Z2 Y 2 2 -1 -1 1 1 2 2 1
  • 39. Tabel
  • 40. Jaringan HEBB • Menggunakan iterasi untuk menghitung bobot dan bias • Dalam setiap iterasi, bobot dan bias diubah berdasarkan rumus tertentu • W = bobot • Wbaru = Wlama + X1Y1 • Algoritma: – Init, semua bobot wi = 0 – Untuk semua input: • Set fungsi aktivasi xi = si • Set output y=t • Perbaiki bobot: w(baru) = w(lama) + delta w, dengan delta w = xi*y • Perbaiki bias, b(baru) = b(lama) + y
  • 41. To Be Continued • Jaringan HEBB • Jaringan Perceptron • Jaringan Back Propagation • Hybrid JST